<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859</id><updated>2011-09-12T08:07:56.857-07:00</updated><category term='Artikel Kesehatan'/><category term='Terapi wicara'/><category term='Fisioterapi'/><category term='Teknologi'/><category term='Rehab medik'/><category term='kesehatan'/><category term='Ortotik Prostetik'/><category term='Ortosis lower extermity'/><category term='Anti Virus'/><category term='Okupasi Terapi'/><category term='Upper Limb Orthotics'/><category term='Patient'/><category term='cerita lucu'/><category term='Tips Blogger'/><category term='Komunikasi'/><category term='Liburan'/><category term='Adsense'/><category term='Ortosis spinal'/><category term='Psikologi'/><category term='praktik klinik foto'/><category term='Kewirausahaan'/><category term='O'/><category term='Prostesis lower Extermity'/><category term='Orthopedic'/><category term='Software'/><category term='Search Engine'/><category term='Stroke'/><category term='Domain gratis'/><category term='iklan'/><category term='Psikiatri'/><category term='Upper Limb Prostesis'/><title type='text'>Prostetik Ortotik'07</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>102</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-7145645241320231274</id><published>2010-12-15T06:26:00.000-08:00</published><updated>2010-12-15T06:27:56.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iklan'/><title type='text'>PRODUK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Melayani pembuatan kaki palsu dan alat ortopedi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;info lebih lanjut hub. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;085647421289&lt;/span&gt; (Gatot s.Amd.OP)&lt;br /&gt;alamat email : &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;davio34@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dan bisa visit ke rumah : kranggan rt 02/18 makamhaji, kartasura, sukoharjo (belakang radio suara slenk)&lt;br /&gt;lihat produk kami :&lt;br /&gt;1.&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kaki palsu&lt;/span&gt; (&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://gspotcom.blogspot.com/2009/01/prostesis-anggota-gerak-bawah.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tangan palsu&lt;/span&gt; (&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://gspotcom.blogspot.com/2009/01/prostesis-anggota-gerak-atas.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;kecacatan anggota gerak bawah&lt;/span&gt; (&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://gspotcom.blogspot.com/2009/01/ortose-agb.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;kecacatan anggota gerak atas&lt;/span&gt; (&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://gspotcom.blogspot.com/2009/01/ortosis-aga.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;scoliosis dan kelainan spinal&lt;/span&gt; (&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://gspotcom.blogspot.com/2009/01/ortosis-spinal.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-7145645241320231274?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/7145645241320231274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2010/12/produk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7145645241320231274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7145645241320231274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2010/12/produk.html' title='PRODUK'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-2086749814658168175</id><published>2010-08-23T23:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T21:48:48.469-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='praktik klinik foto'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Praktek kerja lapangan di Simo boyolali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNrlbZ-fsI/AAAAAAAAAkw/Fn0XiNSeYio/s1600/DSC01111.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNrlbZ-fsI/AAAAAAAAAkw/Fn0XiNSeYio/s400/DSC01111.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508865059960291010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan Pedoman penyelenggaraan pendidikan Tenaga Kesehatan, mahasiswa tingkat akhir pada Program Studi Ortotik prostetik Jurusan Fisioterapi Politeknik Kesehatan Surakarta untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Talak Broto, Kec Simo, Kab Boyolali, sebagai salah satu perwujudan Tri Dharma perguruan Tinggi. Sehubungan dengan hal ini maka pada tahun ini pada  Jurusan Ortotik Prostetik Politeknik Kesehatan Surakarta melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Desa Talak Broto, kec. Simo, Kab. Boyolali.&lt;br /&gt;Latar belakang dari kegiatan praktek Kerja lapangan (PKL) antaralain (1) visi dan misi Indonesia sehat 2010, (2) UUD Kesehatan No. 23 tahun 1992, (3) PP No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, (4) tri Darma perguruan Tinngi, (5) pemenuhan professional sesuai dengan tuntunan kurikulum.&lt;br /&gt;Tujuan dari Praktek kerja lapangan (PKL) antaralain (1) memberikan pengalaman nyata untuk berkarya dalam kehidupan di tengah - tengah masyarakat, (2) menerapkan kepada masyarakat, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh mahasiswa, serta meningkatkannya sesuai dengan kemampuan professional di bidang Ortotik prostetik,(3) melengkapi pemenuhan kompetensi mahasiswa dalam kognitif, efektif, dan psikomotor, (4) meningkatkan kemampuan mahasiswa terhadap aplikasi manajemen dan kerjasama dalam pembangunan kesehatan untuk optimalisasi aktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sasaran Praktek kerja Lapangan (PKL) yaitu masyarakat di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Desa Talak Broto,  Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.&lt;br /&gt;Jenis kegiatan Praktek kerja Lapangan (PKL) antaralain (1) Penyuluhan kepada masyarakat tentang alat ortosis (alat Bantu gerak) dan prostesis ( anggota gerak tiruan) dan penggunaannya untuk rehabilitasi fungsional, (2) deteksi dini kelainan fisik di Sekolah Dasar, (3) Kunjungan rumah (vitasi) untuk pendataan kelainan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Peranan dan Fungsi OP di Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada saat melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) kita harus mengetahui tentang peran dan fungsi ortotis Prostetis dimasyarakat umum maupun rumah sakit. Adapun peran dan fungsi Ortotis prostetis dalam menangani kasus-kasus yang membutuhkan pelayanan rehabilitasi dalam bidang Ortotik prostetik antara lain (1) Restoratio of function (mengenbalikan fungsi), (2) preventif of deformity (mencegah kecacatan lebih lanjut), corection of  deformity ( mengkoreksi kecacatan) , (4) cosmetic (mengembalikan estetika dari pasien).&lt;br /&gt;JENIS KEGIATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penyuluhan&lt;br /&gt;Praktek Kerja Lapangan dilakukan pada tanggal 02 – 06 Agustus 2010 di rumah warga yang mengalami kecacatan fisik, dan penyuluhan dilakukan pada tanggal 03 Agustus 2010 pukul 09.30 – selesai di SD N Talak Broto 2,sedang pada tanggal 5 agustus 2010 dilakukan penyuluhan di SD N Talak Broto 1  kec. Simo, Kab. Boyolali. Penyuluhan berisikan pengenalan OP, alat yang dihasilkan OP, deteksi dini tentang kelainan tulang belakang ( skoliosis ), dan juga flat foot&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNqq7w79pI/AAAAAAAAAkg/oN0Z8_8n_3s/s1600/DSC01085.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNqq7w79pI/AAAAAAAAAkg/oN0Z8_8n_3s/s400/DSC01085.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508864055034246802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNq_0o0glI/AAAAAAAAAko/_Ahv9r9bSBs/s1600/DSC01092.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNq_0o0glI/AAAAAAAAAko/_Ahv9r9bSBs/s400/DSC01092.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508864413898408530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNtI1aQGDI/AAAAAAAAAk4/PhRtdiOakKk/s1600/DSC01095.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNtI1aQGDI/AAAAAAAAAk4/PhRtdiOakKk/s400/DSC01095.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508866767747815474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-2086749814658168175?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/2086749814658168175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2010/08/praktek-kerja-lapangan-di-simo-boyolali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/2086749814658168175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/2086749814658168175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2010/08/praktek-kerja-lapangan-di-simo-boyolali.html' title='Praktek kerja lapangan &lt;blink&gt;di Simo boyolali&lt;/blink&gt;'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNrlbZ-fsI/AAAAAAAAAkw/Fn0XiNSeYio/s72-c/DSC01111.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-4553763694776729840</id><published>2010-08-09T20:15:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T23:32:55.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Pembuatan Prostesis tepat lutut</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses pelayanan ortotik Prostetik&lt;/span&gt;  diawali dengan tahapan Anamesis,&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anamnesis&lt;/span&gt; merupakan proses pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan melakukan tanya jawab dengan sumber berita. Anamnesis dilakukan dengan dua cara yaitu autoanamnese yaitu anamnesis yang dilakukan dengan bertanya langsung pada penderita, sedangkan heteroanamnese adalah anamnesis yang dilakukan dengan bertanya kepada keluarga atau orang terdekat penderita. langkah selanjutnya Pemeriksaan fisik (stump) secara inspeksi dan palpasi, Pemeriksaan Fungsi yang meliputi pemeriksaan secara sensoris dan motorik dan tidak lupa mengecek kekuatan stump pasien. dan masih banyak lagi yang dilakukan sehingga dalam proses pembuatan tidak terjadi hambatan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNgcXxKloI/AAAAAAAAAkQ/L7j2KgAk1Bg/s1600/mengukur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 357px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNgcXxKloI/AAAAAAAAAkQ/L7j2KgAk1Bg/s400/mengukur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508852809737082498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses Casting&lt;/span&gt; untuk menghasilkan negatif dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;stump&lt;/span&gt; setelah itu di cor dengan larutan gips setelah kering adalah proses modifikasi untuk membentuk soket quardilateral&lt;br /&gt;setelah itu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;proses fabrikasi&lt;/span&gt; yaitu membuat body betis, SACH Foot, Knee joint komponen.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PROSES FITTING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemeriksaan ini dilaksanakan pada saat prostesis belum dipasangkan pada stump pasien. Pemeriksaan ini terdiri dari :&lt;br /&gt;1) Pemeriksaan alignment dari prostesis ( garis berat tubuh sesuai dengan anatomi ).&lt;br /&gt;2) Bibir soket yang berbentuk quadrilateral harus rata dan halus. Serta pada bagian medio posterior lebih lebar karena digunakan sebagai tumpuan yang terbanyak.  &lt;br /&gt;3) Pemeriksaan posisi foot, dipasang out ward rotasi 5° - 7°. &lt;br /&gt;4) Pemeriksaan kondisi sepatu yang dipasang pada prostesis.&lt;br /&gt; b. Tahap ke-II&lt;br /&gt; Dalam tahap ini pemeriksaan dilakukan setelah pasien memakai prostesis, tetapi masih dalam keadaan diam. Namun sebelum prostesis dipasang maka perlu memasang stokinet terlebih dahulu pada stump pasien.  Pemeriksaan pada tahap ini dilakukan untuk mengecek static alignment prostesis.&lt;br /&gt;1) Pemeriksaan terhadap ketinggian prostesis&lt;br /&gt; Dalam  pemeriksaan  ini   dilakukan   pengukuran  untuk seat bottom (SB) yaitu jarak dari ischeal seat sampai dengan lantai melalui malleolus mdialis tibia, dan knee bottom ( KB ) yaitu dari mechaniccal knee axis sampai dengan lantai melalui malleolus medialis. &lt;br /&gt;2) Pemeriksaan alignment prostesis dari sisi anterior dan lateral.&lt;br /&gt;3) Pemeriksaan masuknya stump ke dalam soket&lt;br /&gt;Dalam hal ini yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan ketepatan tekanan bibir soket pada tuber ischiadicum dan jangan sampai terjadi lipatan kulit stump.&lt;br /&gt;4) Pemeriksaan adanya rasa sakit atau tidak pada stump.&lt;br /&gt;5) Pemeriksaan suspention, pemasangan sabuk tepat lutut harus kencang dan nyaman dipakai.&lt;br /&gt;6) Pemeriksaan kesejajaran dari SIAS ( Spina Illiaca Anterior Superior ) &lt;br /&gt; c.  Tahap ke-III&lt;br /&gt; Dalam tahap ke-III ini dilakukan pada saat permulaan gerak. Pemeriksaan ini meliputi antara lain :&lt;br /&gt;1) Pemeriksaan posisi sudut telapak kaki&lt;br /&gt;2) Pemeriksaan body alignment prostesis, dalam hal ini penderita disuruh untuk  memindahkan berat tubuhnya pada prostesis&lt;br /&gt;3) Pemeriksaan comfortable ( kenyamanan ) prostesis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNisrxooCI/AAAAAAAAAkY/r91zCphHS_Y/s1600/P7090042.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNisrxooCI/AAAAAAAAAkY/r91zCphHS_Y/s400/P7090042.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508855289008922658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  d. Tahap ke-IV&lt;br /&gt;  Pemeriksaan ini dilaksanakan pada waktu pasien latihan berjalan dengan memakai prostesis atau biasa disebut dengan dynamic alignment. Pemeriksaan ini meliputi :&lt;br /&gt;1) Pemeriksaan ketinggian bahu ( shoulder ) &lt;br /&gt;2) Pemeriksaan Centre Of Gravity ( COG ) atau garis berat tubuh.&lt;br /&gt;3) Pemeriksaan langkah prostesis yaitu timing of step ( durasi langkah ), length of step ( kepanjangan langkah ).&lt;br /&gt;4) Pemeriksaan kenyamanan prostesis.&lt;br /&gt; e.  Tahap ke – V&lt;br /&gt; Pemeriksaan ini dilakukan pada kondisi stump setelah memakai prostesis. Pemeriksaan yang dilakukan adalah :&lt;br /&gt;1) Pemeriksaan pada kulit stump yang dimungkinkan timbul warna kemerah – merahan ( areas of redness ).&lt;br /&gt;2) Pemeriksaan pada daerah bekas tekanan soket, yang mana jika terlalu berlebihan akan mengakibatkan terjadinya lecet&lt;br /&gt;Proses akhir dari pembuatan prostesis adalah finishing. Dalam prostesis tepat lutut eksoskeletal, proses finishing meliputi : &lt;br /&gt;a. Mematikan hubungan sementara menjadi permanen&lt;br /&gt; Yaitu dengan melakukan pengelingan antara soket dengan komponen sendi lutut yang sebelumnya soket di lapisi kulit vinniel dan side bar yang di cat, setelah di gabung selanjutnya di vuring . Pada komponen bodi betis juga dilapisi dengan dempul pada bagaian yang tidak rata. Kemudian diratakan dan dihaluskan dengan amplas. Sebelum masuk pada proses laminasi dengan resin, maka semua lubang pada komponen tepat lutut ditutup dengan menggunakan larutan gip agar resin dan katalis tidak masuk.&lt;br /&gt;b. Melakukan laminasi dengan resin&lt;br /&gt; Dalam hal ini laminasi body betis dilakukan dengan menggunakan bahan resin, katalis, cat pewarna, kain stockinet dan plastik PVA. Proses laminasinya sebagai berikut: (1) pasang stockinet pada semua komponen, 2 lapis stockinet. lalu memasang plastik PVA di bagian luar. (2) kemudian membuat campuran resin, cat bewarna coklat dan katalis dan aduk hingga merata lalu tuangkan kedalam plastik PVA dan ratakan dengan sehelai kain hingga rata. Apabila sudah rata lalu diamkan hingga adonan bereaksi.. &lt;br /&gt; Laminasi soket dengan dilapisi spon 2 mm setelah itu di lapisi vinniel dan direkatkan dengan lem. Laminasi telapak kayu menggunakan kulit kambing / vuring yang telah dimalkan ke body telapak kayu dan telah ditipiskan bagian-bagian ujung dari vuring kambing yang kemudian ditempelkan dengan menggunakan lem. Serta menutup side bar knee joint bagian atas yang menempel pada soket mengunakan vuring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses finishing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5. Edukasi dan home training&lt;br /&gt;Edukasi yang diberikan kepada pasien antara lain adalah (1) Prostesis dapat digunakan sesering mungkin, tetapi dengan satu catatan agar setiap 3-4 jam sekali prostesis harus dilepas agar tidak mengakibatkan penekanan yang berlebih pada stump, sehingga dapat dihindari terjadinya gangguan aliran darah pada daerah stump. (2) saat prostesis tidak digunakan sebaiknya ditempatkan di tempat yang kering dan aman sehingga prostesis lebih tahan lama. (3) pada bagian soket sebaiknya sering dibersihkan karena pada bagian tersebut bersentuhan langsung dengan stump, sehingga jika soket tersebut bersih pasien akan lebih nyaman saat menggunakannya. &lt;br /&gt; Home training dapat dilakukan dengan meminta pasien untuk rajin melatih diri untuk menggunakan prostesis sesuai dengan prosedurnya agar dapat tercapai tujuan menggunakan prostesis ini yaitu untuk mengembalikan fungsi jalan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-4553763694776729840?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/4553763694776729840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2010/08/pembuatan-prostesis-tepat-lutut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/4553763694776729840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/4553763694776729840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2010/08/pembuatan-prostesis-tepat-lutut.html' title='Pembuatan Prostesis tepat lutut'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/THNgcXxKloI/AAAAAAAAAkQ/L7j2KgAk1Bg/s72-c/mengukur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-1681137667826709471</id><published>2010-05-10T07:51:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T08:17:36.587-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='praktik klinik foto'/><title type='text'>praktek klinik part 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gjQxKhTRI/AAAAAAAAAkI/U9f2T540Dqc/s1600/DSC00322.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gjQxKhTRI/AAAAAAAAAkI/U9f2T540Dqc/s400/DSC00322.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469660518423809298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gix0BE9PI/AAAAAAAAAkA/C1qOJbr5LoM/s1600/DSC00358.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gix0BE9PI/AAAAAAAAAkA/C1qOJbr5LoM/s400/DSC00358.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469659986613564658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-giL5shBcI/AAAAAAAAAj4/MNyaAolpCnc/s1600/DSC00353.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-giL5shBcI/AAAAAAAAAj4/MNyaAolpCnc/s400/DSC00353.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469659335302907330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-ghFHOD4nI/AAAAAAAAAjw/p4-l2vMVZ90/s1600/DSC00323.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-ghFHOD4nI/AAAAAAAAAjw/p4-l2vMVZ90/s400/DSC00323.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469658119162552946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-ggJgIuCWI/AAAAAAAAAjo/NFWn3x-TNgE/s1600/020_.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-ggJgIuCWI/AAAAAAAAAjo/NFWn3x-TNgE/s400/020_.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469657095058884962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gei-lov0I/AAAAAAAAAjg/iSEt3q0u-R4/s1600/DSC00208.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gei-lov0I/AAAAAAAAAjg/iSEt3q0u-R4/s400/DSC00208.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469655333706710850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-geRbu4o5I/AAAAAAAAAjY/8NI1LmenVkk/s1600/DSC00432.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-geRbu4o5I/AAAAAAAAAjY/8NI1LmenVkk/s400/DSC00432.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469655032292483986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gd-IYxEuI/AAAAAAAAAjQ/2tTI7laWZr0/s1600/DSC00428.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gd-IYxEuI/AAAAAAAAAjQ/2tTI7laWZr0/s400/DSC00428.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469654700681925346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-1681137667826709471?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/1681137667826709471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2010/05/praktek-klinik-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1681137667826709471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1681137667826709471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2010/05/praktek-klinik-part-1.html' title='praktek klinik part 1'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/S-gjQxKhTRI/AAAAAAAAAkI/U9f2T540Dqc/s72-c/DSC00322.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-7732874357867477075</id><published>2009-09-07T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T21:48:36.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Lomba Tarik Tambang Disnatalis FT-OP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXf7O7evwI/AAAAAAAAAjE/zh0_YnAwXIo/s1600-h/DSC00984.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXf7O7evwI/AAAAAAAAAjE/zh0_YnAwXIo/s400/DSC00984.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378951538676776706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXevjMDG9I/AAAAAAAAAi8/dAAI1a240A0/s1600-h/DSC00992.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXevjMDG9I/AAAAAAAAAi8/dAAI1a240A0/s400/DSC00992.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378950238444919762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXdr5bBZrI/AAAAAAAAAi0/pOB23NG1PlM/s1600-h/DSC00996.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXdr5bBZrI/AAAAAAAAAi0/pOB23NG1PlM/s400/DSC00996.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378949076182197938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXaN_PI6mI/AAAAAAAAAis/pjOwy73CV1g/s1600-h/DSC01000.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXaN_PI6mI/AAAAAAAAAis/pjOwy73CV1g/s400/DSC01000.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378945263812012642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-7732874357867477075?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/7732874357867477075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/09/lomba-tarik-tambang-disnatalis-ft-op.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7732874357867477075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7732874357867477075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/09/lomba-tarik-tambang-disnatalis-ft-op.html' title='Lomba Tarik Tambang Disnatalis FT-OP'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXf7O7evwI/AAAAAAAAAjE/zh0_YnAwXIo/s72-c/DSC00984.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-6156695062361825797</id><published>2009-09-07T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T20:57:18.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='O'/><title type='text'>Fitting Prostesis Above Knee semester III</title><content type='html'>Giat Analysis dipelajari karena berhubungan dengan tungkai dan keadaan tubuh. Pada profesi Orthotik Prosthetik sangat penting untuk menganalisa  pasien pada waktu berjalan. &lt;br /&gt;Giat analysis adalah analisa berjalan yang didasarkan pada keadaan normal. Dalam giat analysis ini dibahas tentang fase-fase berjalan. Dalam hal ini adalah fase berjalan dalam keadaan normal.Dalam aktifitas berjalan terdapat 2 fase. Setiap fase memiliki beberapa poin, meliputi :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXN8xNnMMI/AAAAAAAAAic/PsLdFArxsu0/s1600-h/DSC00011.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXN8xNnMMI/AAAAAAAAAic/PsLdFArxsu0/s400/DSC00011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378931773850202306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXOm69OglI/AAAAAAAAAik/55TtZY2bRCw/s1600-h/DSC00012.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXOm69OglI/AAAAAAAAAik/55TtZY2bRCw/s400/DSC00012.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378932498020336210" /&gt;&lt;/a&gt;1. &lt;strong&gt;Stance Phase&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Stance phase adalah fase menumpu, atau fase dimana kaki bersentuhan dengan fase ini terdapat beberapa hal yang terjadi. Hal-hal yang terjadi pada stance phase adalah :&lt;br /&gt;a. &lt;em&gt;Heel strike&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Heel strike merupakan keadaan saat heel atau tumit menyentuh lantai. Otot-otot yang bekerja saat heel strike adalah&lt;br /&gt;- Dorsal fleksor dan evetor ankle&lt;br /&gt;- Ekstensor knee&lt;br /&gt;- Ekstensor, endorotator, dan adduktor hip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       b. &lt;em&gt;Mid-stance&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Poin ke-2 adalah mid-stance yaitu telapak menyentuh lantai, kaki yang lain diangkat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;c. &lt;em&gt;Push-off&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tumit terangkat jari-jari menyentuh lantai. Setelah 3 poin tersebut diatas fase berikutnya adalah swing phase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2. &lt;strong&gt;Swing Phase&lt;/strong&gt; ( Tungkai Menganyun ) &lt;br /&gt; Fase ini juga terdapat 3 poin antara lain : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; b. &lt;em&gt;Mid- swing&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;    Setelah gerakan asceleration kaki terangkat sedangkan posisi lutut terangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; c. &lt;em&gt;Desceleration&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;   Gerakan terakhir dari proses berjalan adalah kaki kembali menyentuh lantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dapat 3 fase dalam aktifitas berjalan ada beberapa elemen pendukung pada pola berjalan yang normal. Posisi yang dijanjikan : kepala tegak, bahu kanan kiri selevel, trunk vertical ( bungkuk ).&lt;br /&gt;Pada Gait Analisis ada juga yang harus dipelajari mengenai otot-otot. Ini sangat penting jadi pada saat menganalisa pada pasien kita bisa mengetahui berapa besar kekuatan ototnya. Maka dari itu harus mengetahui letak otot tersebut. Sekarang bagian-bagian otot-otot yang bekerja pada gait analisis yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;● &lt;em&gt;Heel Strike&lt;/em&gt; ( Tumit Menyentuh Lantai ) &lt;br /&gt;- Dorsal fleksor dan evetor ankle&lt;br /&gt;- Ekstensor knee&lt;br /&gt;- Ekstensor, endorotator dan adductor hip&lt;br /&gt;● &lt;em&gt;Mid Stance&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;- Ekstensor knee&lt;br /&gt;- Ekstensor, abduktor dan Endorotator hip &lt;br /&gt;- Plantar Fleksor ankle&lt;br /&gt;  ● &lt;em&gt;Push Off&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- Plantar Fleksor ankle&lt;br /&gt;- Ekstensor hip dan ankle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;● &lt;em&gt;Asceleration&lt;/em&gt;- Fleksor knee&lt;br /&gt;- Dorsal Fleksor ankle &lt;br /&gt;● &lt;em&gt;Mid Swing&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;- Fleksor dan endorotator hip&lt;br /&gt;- Fleksor knee&lt;br /&gt;- Dorsal fleksor dan evetor ankle &lt;br /&gt;● &lt;em&gt;Desceleration&lt;/em&gt;- Fleksor hip&lt;br /&gt;- Ekstensor knee&lt;br /&gt;- Dorsal fleksor ankle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Gait Analisis terdapat juga Gross Movement yaitu motorik kasar gerakan motor ini ayunan lengan bersamaan langkah, Amplitudo yaitu kecepatan jalan normal jadi kita bisa menganalisa pada saat melakukan gerakan langkah, misal pada saat menganalisa kaki kanan melangkah tangan kiri melakukan gerakan ayunan sebagai penyeimbang pada saat berjalan dengan timing ex :20- 20 dan badan mengalami ayunan vertical ( rotasi ) yang tetap dengan tempo tetap.&lt;br /&gt;Selain pada Gross Movement terdapat juga Fine Movement yaitu gerakan yang tidak bisa terlihat langsung. Pada gerakan ini banyak juga bagian-bagian anatomi, misalnya : Pelvis, Tungkai, Knee, Ankle.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;a.Pelvis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Pada pelvis terdapat gerakan rotasi tranversal dari medial, akhir push off ke mid stance terus lateral atau dari luar sebaliknya dari medial mid stance ke push off. Rotasi anterior maksimal sebelum heel strike, minimal sebelum mid stance selisih pada rotasi anterior 3-5 derajat. Pada lateral tilting ini harus diperhatikan untuk menumpu berat badan dan down ward maksimal saat mid swing sisi NWB ( Non Weight Bearing ) tidak menumpu berat badan.Leteral displacement, ari bahasa yang dimengerti adalah pindah lokasi maksimal pada saat stance sisi WB ( Weight Bearing ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Tungkai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tungkai endo rotasi pada hip dan knee, saat swing dan heel strike hingga mendekati mid stance. Pada gerakan ekso rotasi pada hip dan knee, saat stance ke push off.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;c. Knee&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada Knee ada juga gerakan yaitu gerakan ekstensi saat heel strike sedikit fleksi, akhir heel strike hingga mid stance. Pada gerakan ekstensi selama mid stance dan fleksi selama push off dan swing.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;d. Ankle&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada ankle juga ada beberapa gerakan yaitu gerakan rotasi forward pada tumit saat heel strike pada metatarsophalangeal saat push. Gerakan maksimal dorsi fleksi pada akhir stance phase. Gerakan maksimal plantar fleksi pada akhir push off.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-6156695062361825797?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/6156695062361825797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/09/fitting-prostesis-above-knee-semester.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/6156695062361825797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/6156695062361825797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/09/fitting-prostesis-above-knee-semester.html' title='Fitting Prostesis Above Knee semester III'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SqXN8xNnMMI/AAAAAAAAAic/PsLdFArxsu0/s72-c/DSC00011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-5502844967665464668</id><published>2009-07-24T00:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T00:46:36.254-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Domain gratis'/><title type='text'>Free domain com</title><content type='html'>hari ini saya keliling dan walking2 blog dapat sebuah berita tentang &lt;a href="http://www.FreePremiumDomain.com/?r=119879"&gt;DOMAIN GRATIS&lt;/a&gt; di blog temen temen,makanya itu saya juga berbagi dengan kalian.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Doamain premium yang biasanya di jual sekitar harga $10 bisa kamu dapat secara gratis. Sungguh menarik bukan...!!! Di saat tidak punya uang untuk membeli sebuah domain premium dengan harga yang lumayan mahal kita mendapatkan nya secara  gratis.....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu gratis di sini bukan gratis 100%, akan tetapi anda di minta untuk mencari beberapa referral. Untuk satu domain premium anda di minta untuk mendapatkan 9 orang refferral dan untuk 2 domain sebanyak 16 refferral. . . .!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat Mudah kan syarat yang di ajukan, tanpa harus keluar uang kita sudah bisa mendapatkan &lt;a href="http://www.FreePremiumDomain.com/?r=119879"&gt;domain gratis&lt;/a&gt; .....!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja yang mau Mendaftar Domain Gratis di &lt;a href="http://www.FreePremiumDomain.com/?r=119879"&gt;FreePreimumDomain&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-5502844967665464668?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/5502844967665464668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/07/free-domain-com.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5502844967665464668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5502844967665464668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/07/free-domain-com.html' title='Free domain com'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-1887086039571823653</id><published>2009-06-03T21:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T21:35:29.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kewirausahaan'/><title type='text'>Analisis SWOT</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Analisis SWOT&lt;/span&gt; bisa dipakai untuk mengevaluasi strengths &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(kekuatan)&lt;/span&gt;, weaknesses ha&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(kelemahan)&lt;/span&gt;, opportunities &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(peluang)&lt;/span&gt; dan threats &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(ancaman)&lt;/span&gt; bagi suatu bisnis baru. Analisis ini sangat populer dan dipakai untuk banyak tujuan. Analisis ini sederhana tapi sangat efektif dan memungkinkan wirausahawan menganalisis kelayakan ide bisnisnya. Kerangka SWOT berbentuk empat persegi dengan empat kuadran, semua terkait dengan mencapaian sasaran, dalam hal ini adalah kelayakan peluang bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dua kuadran atas mewakili kekuatan dan kelemahan yang bisa dikendalikan wirausahawan. Kekuatan adalah sifat organisasi yang membantu mencapaian sasaran. Kelemahan adalah sifat organisasi yang menghambat pencapaian sasaran. Dua kuadran bawah mewakili peluang dan ancaman yang berada di luar kendali wirausahawan. Peluang adalah kondisi eksternal yang membantu pencapaian sasaran. Ancaman adalah kondisi eksternal yang menghambat pencapaian sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarankan membuat tabel kosong analisis SWOT (empat kuadran) sehingga wirausahawan bisa mulai mengidentifikasi isi masing-masing kuadran. Jelas unsur subyektivitas akan cukup kental sehingga penyajian hasil identifikasi penting artinya untuk menjaga obyektivitas serta kedalaman intelektual analisis SWOT yang dilakukan secara individu. Umumnya wirausahawan kurang cermat dalam mengidentifikasi faktor-faktor negatif (kelemahan, ancaman) dibandingkan dengan faktor-faktor positifnya. Hal ini bisa mengurangi obyektivitas keputusan akhir mengenai kelayakan ide bisnis. Seperti halnya teknik-teknik lain, disarankan melakukan latihan secara kelompok. Selama latihan anggota kelompok tidak boleh ragu-ragu mempertanyakan arti dan penempatan komponen-komponen pada empat kuadran tabel SWOT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-1887086039571823653?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/1887086039571823653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/06/analisis-swot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1887086039571823653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1887086039571823653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/06/analisis-swot.html' title='Analisis SWOT'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-4604076715832290709</id><published>2009-05-22T07:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T07:16:23.670-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liburan'/><title type='text'>GO to LUMINTU and COKRO with Best Friends Orotik Prostetik and Fisioterapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/ShQT6snWW7I/AAAAAAAAAh8/bC66Sw2LViA/s1600-h/lumintu+(1001).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/ShQT6snWW7I/AAAAAAAAAh8/bC66Sw2LViA/s400/lumintu+(1001).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337913357470423986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada hari minngu tanggal 17 mei kemaren aq,bima,po3,dewanti,riwi,farah dan anissa pergi ke lumintu sekitar jam 10.00 wib.... saya berangkat dari rumah jam 9 menuju kost dewa(tempat kost Bima dan Agus) setibanya disana Agus sudah siap,tapi bima masih ngorok..tapi setelah itu aq bangunin dan dia mandi.... sekitar jam 10 krang qta berangkat dari kostnya dewa menuju ke perempatan colomadu,disana farah dan annisa telah menunggu lama...kasihan ya...hehehehehe&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;sebelum menuju Lumintu kita menuju pit stop untuk mengisikan bahan bakar...hehehee. Setelah itu kita ngebut sampai lumintu....tapi sebelum pergi ke lumintu itu rencana awale pergi ke Banyumili...tapi di jalan tersesat gak tw jalan.hehehehehe setelah ktemu riwi akhire kita dibawa ke banyumili..tapi setelah kita melihat keadaan banyumili akhirnya kita memutuskan pergi/kembali ke Lumintu.... di Lumintu kita makan2 Ikan kakap,lalapan,es teh,sambal,...pokoke mantap mak nyous..dan disana kita juga sempet Foto2....untuk mengabil kenang2an..hehehee&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/ShQRlVC018I/AAAAAAAAAh0/7nhaWD_aZGk/s1600-h/cokroo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/ShQRlVC018I/AAAAAAAAAh0/7nhaWD_aZGk/s400/cokroo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337910791342708674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  setelah itu kita pergi ketempate riwi sampai jam 4an..dlm perjalanan ketempate riwi itu..banyak tikungan shgga membingungkn kita....kita pulang ke solo jam 5an..dengan rasa bahagia,senang,semua bercampur berpadu menjadi satu..hehehehehhe makasih ya temen2&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-4604076715832290709?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/4604076715832290709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/go-to-lumintu-and-cokro-with-best.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/4604076715832290709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/4604076715832290709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/go-to-lumintu-and-cokro-with-best.html' title='GO to LUMINTU and COKRO with Best Friends Orotik Prostetik and Fisioterapi'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/ShQT6snWW7I/AAAAAAAAAh8/bC66Sw2LViA/s72-c/lumintu+(1001).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-2809804358887264863</id><published>2009-05-04T00:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T00:09:17.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liburan'/><title type='text'>TOUR Mahasiswa OP ke Parang ijo part 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se6ywbpeJlI/AAAAAAAAAgE/pS0kamby97g/s1600-h/DSC00813.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se6ywbpeJlI/AAAAAAAAAgE/pS0kamby97g/s400/DSC00813.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327391954351040082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(foto2 bareng mahasiswa Ortotik Prostetik angkatan 2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se62eB-OeVI/AAAAAAAAAgM/f8BU2E-MBS4/s1600-h/DSC00820.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se62eB-OeVI/AAAAAAAAAgM/f8BU2E-MBS4/s400/DSC00820.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327396036267637074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Anak OP beraksi....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se7ESK_UtaI/AAAAAAAAAgc/2GrfYhs1a3Y/s1600-h/DSC00838.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se7ESK_UtaI/AAAAAAAAAgc/2GrfYhs1a3Y/s400/DSC00838.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327411225692517794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se7G3yerAOI/AAAAAAAAAgk/DECWqtBoLRE/s1600-h/DSC00857.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se7G3yerAOI/AAAAAAAAAgk/DECWqtBoLRE/s400/DSC00857.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327414070971400418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Hayo iput...lg ngpa?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se7JPMfbulI/AAAAAAAAAgs/7EBhN1WznE0/s1600-h/DSC00815.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se7JPMfbulI/AAAAAAAAAgs/7EBhN1WznE0/s400/DSC00815.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327416672114162258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(ojo Dipisah.....)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se7MWwuOpqI/AAAAAAAAAg8/uMPRUXrhrgo/s1600-h/DSC00832.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se7MWwuOpqI/AAAAAAAAAg8/uMPRUXrhrgo/s400/DSC00832.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327420100633863842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(jek...ngalamunke Priyanika po jenifer.....)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SfgQLkXg-yI/AAAAAAAAAhE/uTnZ6Zpv3tg/s1600-h/DSC00889.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SfgQLkXg-yI/AAAAAAAAAhE/uTnZ6Zpv3tg/s400/DSC00889.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330027949919894306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-2809804358887264863?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/2809804358887264863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/tour-mahasiswa-op-ke-parang-ijo-part-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/2809804358887264863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/2809804358887264863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/tour-mahasiswa-op-ke-parang-ijo-part-1.html' title='TOUR Mahasiswa OP ke Parang ijo part 1'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Se6ywbpeJlI/AAAAAAAAAgE/pS0kamby97g/s72-c/DSC00813.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-3297901659324377171</id><published>2009-05-03T23:56:00.001-07:00</published><updated>2009-05-03T23:56:48.997-07:00</updated><title type='text'>Facebooknya Indonesia, Join!</title><content type='html'>&lt;p&gt;I want you to take a look at: &lt;a href="http://tellafriend.socialtwist.com:80/web/redirect.jsp?-524592684419180811531"&gt;kombes.com The Indonesian Social Network&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-3297901659324377171?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/3297901659324377171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/facebooknya-indonesia-join.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3297901659324377171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3297901659324377171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/facebooknya-indonesia-join.html' title='Facebooknya Indonesia, Join!'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-7354374210193879438</id><published>2009-05-03T23:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T23:37:07.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>KOMUNIKASI INTERPERSONAL</title><content type='html'>A. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara individu-individu (Littlejohn, 1999). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya dua orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal, seperti suami-isteri, dua sejawat, dua sahabat dekat, seorang guru dengan seorang muridnya, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steward L. Tubbs dan Sylvia Moss (dalam Deddy Mulyana, 2005) mengatakan ciri-ciri komunikasi diadik adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peserta komunikasi berada dalam jarak yang dekat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun nonverbal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi antarpribadi sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat untuk mempengaruhi atau membujuk orang lain, karena kita dapat menggunakan kelima lat indera kita untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan kita. Sebagai komunikasi yang paling lengkap dan paling sempurna, komunikasi antarpribadi berperan penting hingga kapanpun, selama manusia masih mempunyai emosi. Kenyataannya komunikasi tatap-muka ini membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi, ataupun lewat teknologi tercanggihpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-faktor pengaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaludin Rakhmat (1994) meyakini bahwa komunikasi antarpribadi dipengaruhi oleh persepsi interpersonal; konsep diri; atraksi interpersonal; dan hubungan interpersonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi interpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi, atau menafsirkan informasi inderawi. Persepi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang(komunikan), yang berupa pesan verbal dan nonverbal. Kecermatan dalam persepsi interpersonal akan berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi, seorang peserta komunikasi yang salah memberi makna terhadap pesan akan mengakibat kegagalan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konsep diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Konsep diri yang positif, ditandai dengan lima hal, yaitu: a. Yakin akan kemampuan mengatasi masalah; b. Merasa stara dengan orang lain; c. Menerima pujian tanpa rasa malu; d. Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat; e. Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubah. Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi antarpribadi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Nubuat yang dipenuhi sendiri. Karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Bila seseorang mahasiswa menganggap dirinya sebagai orang yang rajin, ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur, membuat catatan yang baik, mempelajari materi kuliah dengan sungguh-sungguh, sehingga memperoleh nilai akademis yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membuka diri. Pengetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Percaya diri. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam komunikasi disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri. Untuk menumbuhkan percaya diri, menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Selektivitas. Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri (terpaan selektif), bagaimana kita mempersepsi pesan (persepsi selektif), dan apa yang kita ingat (ingatan selektif). Selain itu konsep diri juga berpengaruh dalam penyandian pesan (penyandian selektif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atraksi interpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Komunkasi antarpribadi dipengaruhi atraksi interpersonal dalam hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penafsiran pesan dan penilaian. Pendapat dan penilaian kita terhadap orang lain tidak semata-mata berdasarkan pertimbangan rasional, kita juga makhluk emosional. Karena itu, ketika kita menyenangi seseorang, kita juga cenderung melihat segala hal yang berkaitan dengan dia secara positif. Sebaliknya, jika membencinya, kita cenderung melihat karakteristiknya secara negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Efektivitas komunikasi. Komunikasi antarpribadi dinyatakan efektif bila pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan. Bila kita berkumpul dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan dengan kita, kita akan gembira dan terbuka. Bila berkumpul dengan denganorang-orang yang kita benci akan membuat kita tegang, resah, dan tidak enak. Kita akan menutup diri dan menghindari komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan interpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang dengan orang lain. Hubungan interpersonal yang baik akan menumbuhkan derajad keterbukaan orang untuk mengungkapkan dirinya, makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya, sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung di antara peserta komunikasi. Miller (1976) dalam Explorations in Interpersonal Communication, menyatakan bahwa ”Memahami proses komunikasi interpersonal menuntut hubungan simbiosis antara komunikasi dan perkembangan relasional, dan pada gilirannya (secara serentak), perkembangan relasional mempengaruhi sifat komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Jalaludin Rakhmat (1994) memberi catatan bahwa terdapat tiga faktor dalam komunikasi antarpribadi yang menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik, yaitu: a. Percaya; b. sikap suportif; dan c. sikap terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaludin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Littlejohn, 1999, Theories of Human Communication, Belmont, California: Wadsworth Publishing Company.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-7354374210193879438?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/7354374210193879438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/komunikasi-interpersonal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7354374210193879438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7354374210193879438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/komunikasi-interpersonal.html' title='KOMUNIKASI INTERPERSONAL'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-1766338172803323737</id><published>2009-05-03T23:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T23:35:02.293-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI  DAN TRADISI ILMU KOMUNIKASI</title><content type='html'>A. TRADISI-TRADISI DALAM ILMU KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu komunikasi, penelitian terhadap gejala-gejala atau realitas komunikasi telah berkembang sejak lama sehingga dalam ilmu komunikasi dikenal tradisi-tradisi yang unik. Seorang Profesor komunikasi Universitas Colorado, Robert Craig, telah memetakan tujuh (7) bidang tradisi dalam teori komunikasi yang disebut sebagai 7 tradisi dalam Griffin(2000:22-35) , yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tradisi Sosio-Psikologi (komunikasi merupakan pengaruh antarpribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi ini mewakili perspektif objektif/scientific. Penganut tradisi ini percaya bahwa kebenaran komunikasi bisa ditemukan melalui pengamatan yang teliti dan sistematis. Tradisi ini mencari hubungan sebab-akibat yang dapat memprediksi kapan sebuah perilaku komunikasi akan berhasil dan kapan akan gagal. Adapun indikator keberhasilan dan kegagalan komunikasi terletak pada ada tidaknya perubahan yang terjadi pada pelaku komunikasi. Semua itu dapat diketahui melalui serangkaian eksperimen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tokoh tradisi ini adalah Carl I Hovland, seorang ahli psikologi yang sekaligus peletak dasar-dasar penelitian eksperimen yang berkaitan dengan efek-efek komunikasi. Penelitiannya berupaya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menjadi peletak dasar proposisi empirik yang berkaitan dengan hubungan antara stimulus komunikasi, kecenderungan audiens dan perubahan opini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memberikan kerangka awal untuk membangun teori berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ilmuwan Yale ini dalam formula who says what to whom with what effect, ada tiga variabel yang memiliki sifat persuasive, yakni: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Who---sumber pesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. What---isi pesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Whom---karakteristik audiens. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek utama yang diukur adalah perubahan pendapat yang dinyatakan melalui skala sikap yang diberikan sebelum dan pesan disampaikan oleh komunikator kepada komunikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi perhatian penting dalam tradisi ini antara lain perihal pernyataan, pendapat(opini), sikap, persepsi, kognisi, interaksi dan efek (pengaruh). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tradisi Cybernetic (komunikasi sebagai pemrosesan informasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide komunikasi sebagai pemrosesan informasi pertama kali dikemukakan oleh ahli matematik, Claude Shannon. Karyanya, Mathematical Theory Communication diterima secara luas sebagai salah satu benih yang keluar dari studi komunikasi. Teori ini memandang komunikasi sebagai transmisi pesan. Karyanya berkembang selama Perang Dunia kedua di Bell Telephone Laboratories di AS. Eksperimennya dilakukan pada saluran kabel telepon dan gelombang radio bekerja dalam menyampaikan pesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski eksperimennya sangat berkaitan dengan masalah eksakta, tapi Warren Weaver mengklaim bahwa teori tersebut bisa diterapkan secara luas terhadap semua pertanyaan tentang komunikasi insani (human communication). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam tradisi ini konsep-konsep penting yang dikaji antara lain pengirim, penerima, informasi, umpan balik, redudancy, dan sistem. Walaupun dalam tradisi ini seringkali mendapat kritik terutama berkenaan dengan pandangan asumtif yang cenderung menyamakan antara manusia dengan mesin dan menganggap bahwa suatu realitas atau gejala timbul karena hubungan sebab akibat yang linier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tradisi Retorika (komunikasi sebagai ilmu bicara yang sarat seni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada enam keistimewaan yang mencirikan tradisi ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Keyakinan bahwa berbicara membedakan manusia dari binatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ada kepercayaan bahwa pidato publik yang disampaikan dalam forum demokrasi adalah cara yang lebih efektif untuk memecahkan masalah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Retorika merupakan sebuah strategi di mana seorang pembicara mencoba mempengaruhi seorang audiens dari sekian banyak audiens melalui pidato yang jelas-jelas bersifat persuasive. Public speaking pada dasarnya merupakan komunikasi satu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelatihan kecakapan pidato adalah dasar pendidikan kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan argumen-argumen yang kuat lalu dengan lantang menyuarakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Menekankan pada kekuatan dan keindahan bahasa untuk menggerakkan orang banyak secara emosional dan menggerakkan mereka untuk beraksi/bertindak. Pengertian Retorika lebih merujuk kepada seni bicara daripada ilmu berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Sampai tahun 1800-an, perempuan tidak memiliki kesempatan untuk menyuarakan haknya. Jadi retorika merupakan sebuah keistimewaan bagi pergerakan wanita di Amerika yang memperjuangkan haknya untuk bisa berbicara di depan publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tradisi semiotic (komunikasi sebagai proses membagi makna melalui tanda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semiotika adalah ilmu tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja. Sebuah tanda adalah sesuatu yang menunjukkan sesuatu yang lain. Contohnya asap menandai adanya api. sebagai suatu hubungan antara lima istilah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Pawito(2007:23) menyatakan dalam tradisi lebih memusatkan pada perhatian lambang-lambang dan simbol-simbol, dan memandang komunikasi sebagai suatu jembatan antara dunia pribadi individu-individu dengan ruang di mana lambang-lambang digunakan oleh individu-individu untuk membawa makna-makna tertentu kepada khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam tradisi ini memungkinkan bahwa individu-individu akan memaknai tanda-tanda secara beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tradisi Socio Kultural (Komunikasi sebagai penciptaan dan pembuatan realitas sosial) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premis tradisi ini adalah ketika orang berbicara, mereka sesungguhnya sedang memproduksi dan memproduksi kembali budaya. Sebagian besar dari kita beranggapan bahwa kata-kata mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi. Pandangan kita tentang realitas dibentuk oleh bahasa yang telah kita gunakan sejak lahir. Ahli bahasa Universitas Chicago, Edwar Sapir dan Benyamin Lee Whorf adalah pelopor tradisi sosio cultural. Hipotesis yang diusungnya adalah struktur bahasa suatu budaya menentukan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dapat dibayangkan bagaimana seseorang menyesuaikan dirinya dengan realitas tanpa menggunakan bahasa, dan bahwa bahasa hanya semata-mata digunakan untuk mengatasi persoalan komunikasi atau refleksi tertentu. Hipotesis ini menunjukkan bahwa proses berpikir kita dan cara kita memandang dunia dibentuk oleh struktur gramatika dari bahasa yang kita gunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fungsional, bahasa adalah alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan (socially shared), karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Bahasa diungkapkan dengan kata-kata dan kata-kata tersebut sering diberi arti arbiter (semaunya). Contoh; terhadap buah pisang, orang sunda menyebutnya cau dan orang jawa menyebutnya gedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara formal, bahasa adalah semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan bahasa. Setiap bahasa dapat dikatakan mempunyai tata bahasa/ grammarnya tersendiri. Contoh: sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia yang berbunyi “dimana saya dapat menukar uang ini?”, maka akan ditulis dalam bhasa Inggris “where can I Change some money?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tradisi Kritis (komunikasi adalah refleksi penolakan terhadap wacana yang tidak adil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga asumsi dasar tradisi kritis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menggunakan prinsip-prinsip dasar ilmu sosial interpretif. Ilmuwan kritis menganggap perlu untuk memahami pengalaman orang dalam konteks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengkaji kondisi-kondisi sosial dalam usahanya mengungkap struktur-struktur yang seringkali tersembunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Istilah teori kritis berasal dari kelompok ilmuwan Jerman yang dikenal dengan sebutan “Frankfurt School”. Para teoritisinya mengadopsi pemikiran Marxis. Kelompok ini telah mengembangkan suatu kritik sosial umum, di mana komunikasi menjadi titik sentral dalam prinsip-prinsipnya. Sistem komunikasi massa merupakan focus yang sangat penting di dalamnya. Tokoh-tokoh pelopornya adalah Max Horkheimer, Theodore Adorno serta Herbert Marcuse. Pemikirannya disebut dengan teori kritis. Ketika bangkitnya Nazi di Jerman, mereka berimigrasi ke Amerika. Di sana mereka menaruh perhatian besar pada komunikasi massa dan media sebagai struktur penindas dalam masyarakat kapitalistik, khususnya struktur di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori kritis menganggap tugasnya adalah mengungkap kekuatan-kekuatan penindas dalam masyarakat melalui analisis dialektika. Teori kritis juga memberikan perhatian yang sangat besar pada alat-alat komunikasi dalam masyarakat. Komunikasi merupakan suatu hasil dari tekanan antara kreativitas individu dalam memberi kerangka pesan dan kendala-kendala sosial terhadap kreativitas tersebut. Salah satu kendala utama pada ekspresi individu adalah bahasa itu sendiri. Kelas-kelas dominan dalam masyarakat menciptakan suatu bahasaa penindasan dan pengekangan, yang membuat kelas pekerja menjadi sangat sulit untuk memahami situasi mereka dan untuk keluar dari situasi tersebut. Kewajiban dari teori kritis adalah menciptakan bentuk-bentuk bahasa baru yang memungkinkan diruntuhkannya paradigma dominan. Hal itulah yang diungkapkan oleh Jurgen Habermas, tokoh terkemuka kelompok Franfurt School di era berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habermas menaruh perhatian khusus pada dominasi kepentingan teknis dalam masyarakat kapitalis kontemporer. Dalam masyarakat seperti itu, public dan swasta terjalin sampai pada tingkat di mana sector public tidak mampu mempertahankan diri terhadap penindasan kepentingan teknis swasta. Idealnya, public dan swasta seimbang, dan sector public harus cukup kuat untuk memberikan suatu iklim bagi kebebasan gagasan dan debat. Dari bahasan tersebut, jelaslah bahwa Habermas menilai komunikasi sangat penting bagi pembebasan. Bahasa sendiri merupakan hal pokok bagi kehidupan manusia, dan bahasa menjadi alat di mana kepentingan pembebesan dapat dipenuhi. Karenanya, kompetensi komunikasi diperlukan untuk partisipasi yang efektif dalam pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tradisi Fenomenologi (Komunikasi sebagai pengalaman diri dan orang lain melalui dialog)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski fenomenologi adalah sebuah filosofi yang mengagumkan, pada dasarnya menunjukkan analisis terhadap kehidupan sehari-hari. Titik berat tradisi fenomenologi adalah pada bagaimana individu mempersepsi serta memberikan interpretasi pada pengalaman subyektifnya. Bagi seorang fenomenologis, cerita kehidupan seseorang lebih penting daripada axioma-axioma komunikasi. Seorang psikologis, Carl Rogers percaya bahwa kesehatan kliennya akan pulih ketika komunikasinya menciptakan lingkungan yang nyaman baginya untuk berbincang. Dia menggambarkan tiga kondisi yang penting dan kondusif bagi perubahan suatu hubungan dan kepribadian, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kecocokan/kesesuaian, adalah kecocokan antara perasaan dalam hati individu dengan tampilan luar . Orang yang tidak memiliki kecocokan akan mencoba mempengaruhi, bermain peranan, sembunyi di balik suatu tedeng aling-aling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hal positif yang tidak bersyarat, adalah sebuah sikap penerimaan yang bukan merupakan kesatuan dalam penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pemahaman empatik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi merupakan satu dari disiplin-disiplin yang paling tua tetapi yang paling baru. Orang Yunani kuno melihat teori dan praktek komunikasi sebagai sesuatu yang kritis. Popularitas komunikasi merupakan suatu berkah (a mixed blessing).Teori-teori resistant untuk berubah bahkan dalam berhadapan dengan temuan-temuan yang kontradiktif. Komunikasi merupakan sebuah aktifitas, sebuah ilmu social, sebuah seni liberal dan sebuah profesi. Menurut Ruben&amp;Steward (1998:18-37) perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. STUDI KOMUNIKASI AWAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sangat sulit untuk mendeteksi kapan dan bagaimana pertama kali dipandang sebagai faktor yang penting dalam kehidupan manusia. Berdasarkan sejarah, komunikasi diekspresikan dan berperan dalam kehidupan manusia yaitu pada abad 5 SM dalam tulisan klasik bangsa Mesir dan Babilonia dan essay dari Hommer yang berjudul Iliad pada abad 3000 SM. Pada tahun 2675 SM melalui ‘The Precepts” adalah berisi panduan komunikasi efektif. Dan juga tampak pada kitab perjajnjian lama (Bible) ketika Tuhan bersabda :Let there be light:and there was light. Dan juga pada masayarakat Yunani yang melakukan kehidupan demokratis dengan komunikasi oral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. RETORIKA DAN PIDATO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tokoh dalam perkembangan studi awal komunikasi antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. CORAX DAN TISIAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori komunikasi pertama yang dikembangkan di Greece adalah oleh Corax dan kemudian disusun kembali oleh muridnya Tisias. Teori ini berkaitan dengan berbicara di ruang pengadilan sebagai ketrampilan persuasi.tisias meyakini bahwa persuasi adalah suatu seni yang kemudian disebut retorika. Corax dan Tisias mengembangkan konsep organisasi pesan, yaitu terdiri dari introduction, body, dan kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.PROTAGORAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengembangkan tentang debat. Dia mengajarkan bagaimana seharusnya mennajdi seorang pembicara yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. GORGIAS DARI LEONTINI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengajarkan tentang penggunaan emosional dalam pidato persuasif, penggunaan gaya dan figur-figur yang tepat untuk suatu pidato. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.ISOCRATES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengajarkan bagaimana seorang orator seharusnya dilatih dengan seni liberal dan bagaimana menjadi seorang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. ARISTOTELES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles dan gurunya Plato adalah tokoh sentral dalam studi komunikasi awal ini. Keduanya yang mengibarkan bahwa komunikasi adalah sebuah seni untuk dipraktekkan dan sebagai area studi. Dia mendeskripsikan komunikasi menjadi suatu orator atau speaker yang memberikan suatu argument untuk dipresentasikan dalam suatu pidato untuk pendengar atau audience. Karya klasiknya adalah The Rhetoric, yang berisi 3 buku yang menekankan pada the speaker, the audience dan speech. Dalam bukunya yang pertama yang memfokuskan pada persuasi yang mengenalkan ethos (sifat sumber), pathos ( emosi dari audience) dan logos ( sifat dari pesan yang disampaikan sumber kepada audience). Buku kedua menekankan pada sifat audience dan bagaimana pembicara dapat membangun emosi audience. Menurut dia faktor demografi mempengaruhi audience (termasuk usia dan kelas sosial) dalam menerima pesan.Dan buku ketiga menekankan pada gaya dan bagaimana suatu pesan dikonstuksikan dan diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. AUGUSTINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengapliksikan komunikasi dalam melakukan interpretasi dari Bible dan tulisan religious lainnya. Dia menyatukan aspek praktis dan teoritis dari studi komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. SIR FRANCIS BACON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengenalkan pembuatan pidato dan penulisannya yang di susun untuk tujuan praktis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. PLATO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisannya Plato menggarisbawahi pentingnya mempelajari retorika yang memberikan kontribusi untuk dapat menjelaskan perilaku manusia. Bidang ini mempelajari sifat kata-kata, sifat manusia, cara mereka hidup, dan segala yang dapat mempengaruhi manusia dalam kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. CICERO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengembangkan teori retorika dan melihat komunikasi sebagai persoalan akademik dan praktis. Pandangannya bahwa komunikasi adalah komprehensif yang melibatkan seluruh domain ilmu sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. QUINTILIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengajarkan bagaimana cara menjadi seorang komunikator yang baik itu perlu dididik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. JURNALISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek jurnalistik dimulai pada tahun 3700 tahun lalu di Mesir, ketika laporan peristiwa-peristiwa pada waktu dituliskan pada makam raja Mesir. Julius Caesar, dan mempunyai laporan resmi mengenai berita-berita sehari-hari yang ditempatkan di tempat-tempat public. Berita itu diperbanyak dan dijual. Pada awalnya surat kabar merupakan campuran dari newsletter, balada, proklamasi, brosur politik, dan pamphlet yang menggambarkan berbagai kejadian. Pertengahan 1600 an muncul surat kabar modern. Surat kabar AS pertama ’Public Occurences Both Foreign and Domestic’ terbit tahun 1690 di Boston. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. TAHUN 1900-AN-1930-AN PERKEMBANGAN PIDATO DAN JURNALISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal abad 19 pidato muncul sebagai sebuah disiplin tersendiri di AS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tahun 1909 dibentuk (Eastern States Speech Association).Tahun 1910 mengadakan konferensi tahunan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tahun 1914 terbentuk The National Association of Teachers of Public Speaking(sekarang Speech Communication Association)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tahun 1915 terbit jurnal ‘Quaterly Journal of Public Speaking’diikuti journal Quaterly Journal of Speech.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. TAHUN 1940-1N DAN 1950-1N PERTUMBUHAN INTERDISIPLIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah sarjana dari variasi disiplin ilmu sosial mulai mengembangkan teori-teori komunikasi yang merupakan perluasan bidang-bidang komunikasi.Contohnya bidang antropologi yang mengkaji dan gesture-gesture pada budaya-budaya tertentu berdasarkan pada kajian komunikasi non verbal yang lebih luas.peneliti peneliti mulsai memberi perhatian pada persuasi, termasuk bagaiamana propaganda dilakukan, bagaimana opini publik dibentuk dn bagaimana perkembangan media yang memberi kontribusi pada usaha persuasive. Kurt Lewin dan koleganya memimipin penelitian pada kelompok dinamik. Carl Hovland dan Paul Lazarfeld melakukan riset awal pada komunikasi massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan sosiologi dan politik mempelajari sifat media massa dalam berbagai aktifitas social dan politik misalnya voting behaviour.Dalam bidang zoology mengkaji mengenai komunikasi diantara binatang-binatang.Demikian juga bidang linguistic , sematik umum, dan semiotic yang memfokuskan pada sifat bahasa dan perannya dalam kehidupan manusia yang mendorong studi ilmu komunikasi. Dalm retorika dan pidato pada akhir tahun 1940an dan 1950an mengkaji mengenai interpretasi oral, suara,dan diksi, debat, theater,fisiologi pidato,dan patologi pidato.Jurnalisme dan studi media massa memberi perhatian pada sifat dan efek media massa dan komunikasi massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir tahun 1950an mulai terbentuk The National Society for the Study of Communication (sekarang The International Communication Association)dengan tujuan membuat satu kesatuan hubungan antara pidato, bahasa, dan media.Perkembangan-perkembangan ini mempercepat pertumbuhan komunikasi sebagai sebuah disiplin ilmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini banyak muncul tokoh-tokoh antara lain Harold D Lasswell yang mengkaji tentang propaganda politik pada tahun 1948. Satu tahun kemudian Claude Shannon mempublikasikan hasil penelitiannya di Bell Telepon tentang soal mesin dari pengiriman/trnasmisi signal.hasilnya adalah menjadi dasar uytama model Shannon dan Weaver. Wirburr Schramm juga mengkaji bahwa komunikasi merupakan upaya bertujuan untuk menciptakan suatu kesamaan makna diantara sumber dan penerima.Pada tahun 1955 ilmuwan politik Elihu Katz dan Paul Lazarfeld memperkenalkan two step flow model Mereka mengenalkan konsep opinion leader(pemuka pendapat). Dan Bruce Westley dan Malcom S. Maclean,Jr. menyatakan bahwa proses komunikasi adalah dimulai dari penerimaaan pesan bukan dari pengiriman pesan.Hal ini merupakan gabungan antara komunikasi interpersonal dan komunikasi dalam media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TAHUN 1960-AN INTEGRASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1960 an para ilmuwan melakukan sintesa dari retorika dan pidato, jurnalisme dan media massa, dan disiplin ilmu social lainnya.kontribusi pada integrasi ini ditandai dengan berbagai buku antara lain The Process of Communication(1960), The Effect s of Mass Communication(1960), On Human Communication(1961), Diffusion of Innovations (1962), The Science of Human Commnunication (1963), Understanding Media(1964), and Theories of Mass Communication(1966).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi menarik minat beberapa displin lain selama decade 1960an. Para ahli sosiologis memfokuskan pada dinamika kelompok, relasi social, asal pengethuan social. Para ilmuwan politik menulis tentang peran komunikasi dalam pemerintahan,opini public, propaganda dan pembentukan citra politik merupakan bidang komunikasi politik. Pada bidang administrasi memperlajari tentang organisasi, managemen, kepemimpinan, dan jaringan informasi yang menjadi dasar pertumbuhan komunikasi organisasi yang muncul pada tahun 1970an. Bidang antropologi dan linguistic bersama-sama sehingga memunculkan are studi komunikasi antar budaya dan selama tahun 1960an para ahli zoology mengkaji komunikasi binatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. TAHUN 1970-AN DAN AWAL 1980-AN PERTUMBUHAN DAN SPESIALISASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam periode ini beberapa bidang kajian mulai popular. Perluasan dan spesialisasi bidang mencapai tingkatan tinggi pada periode ini. Komunikasi interpersonal menjadi bidang yang popular seperti mempelajari interaksi nonverbal, ilmu informasi, teori informasi dam sistem informasi dan komunikasi merupakan topic lainnya yang juga menarik. Dismaping itu pada tahun yang sama komunikasi kelompok, organisasi, politik, internasional dan intercultural bermunculan sebagai area studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. AKHIR TAHUN 1980-AN DAN 1990 ABAD INFORMASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah masa dimana komunikasi dan tehnologi informasi secara meningkat telah memainkan peran penting di masyarakat kita. Informasi sebagai komoditas. Media baru dan media penyatu. Pengaruh ekonomi dan pasar. Komunikasi sebagai proses. Memperkuat hubungan antardisiplin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Psikologi kognitif ( persepsi,interpretasi, penyimpanan dan penggunaan informasi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kajian kritis dan budaya (pengaruh sejarah, social, dan budaya pada penciptaan, transmisi, interpretasi, akibat dan penggunaan pesan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ekonomi (produksi dan konsumsi informasi sebagai sumberdaya ekonomi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Ilmu komputer dan rekaya elektrik (penyimpanan, mendapatkan kembali, manipulasi dan transmisi informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Ilmu informasi(klasifikasi, managemen dan penyimpanan infromasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Jurnalisme (sumber infromasi, isi, komunikasi public dan media massa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Sastra (penciptaan dan interpretasi pembaca pada materi teks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Pemasaran (kebutuhan dan pilihan pengguna untuk adopsi dan penggunaan pesan, produk dan layanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Filsafat( dimensi dari proses komunikasi individual dan media massa) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:&lt;br /&gt;Griffin, Em.(ed) 2003. A First Look at Communication Theory, 5 th edition, : New York McGraw Hill &lt;br /&gt;Littlejohn, Stephen W. 2001. Theories of Human Communication. USA: Wadsworth Publishing.&lt;br /&gt;Ruben, Brent D, Stewart, Lea P, 1998, Communication and Human Behaviour,USA:Alyn and Bacon &lt;br /&gt;Pawito, 2007,Penelitian Komunikasi Kualitatif, Yogyakarta: ,LKIS.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-1766338172803323737?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/1766338172803323737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/perkembangan-ilmu-komunikasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1766338172803323737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1766338172803323737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/perkembangan-ilmu-komunikasi-dan.html' title='PERKEMBANGAN ILMU KOMUNIKASI  DAN TRADISI ILMU KOMUNIKASI'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-818499437418393279</id><published>2009-05-03T23:31:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T23:33:03.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>PERBEDAAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL</title><content type='html'>KOMUNIKASI VERBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana, 2005). Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin Rakhmat (1994), mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal. Secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Ia menekankan dimiliki bersama, karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkaikan supaya memberi arti. Kalimat dalam bahasa Indonesia Yang berbunyi ”Di mana saya dapat menukar uang?” akan disusun dengan tatabahasa bahasa-bahasa yang lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Inggris: Dimana dapat saya menukar beberapa uang? (Where can I change some money?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Perancis: Di mana dapat saya menukar dari itu uang? (Ou puis-je change de l’argent?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jerman: Di mana dapat saya sesuatu uang menukar? (Wo kann ich etwasGeld wechseln?).&lt;br /&gt;Spanyol: Di mana dapat menukar uang? (Donde puedo cambiar dinero?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatabahasa meliputi tiga unsur: fonologi, sintaksis, dan semantik. Fonologi merupakan pengetahuan tentang bunyi-bunyi dalam bahasa. Sintaksis merupakan pengetahuan tentang cara pembentukan kalimat. Semantik merupakan pengetahuan tentang arti kata atau gabungan kata-kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Larry L. Barker (dalam Deddy Mulyana,2005), bahasa mempunyai tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi. &lt;br /&gt;Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi. &lt;br /&gt;Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. &lt;br /&gt;Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain, inilah yang disebut fungsi transmisi dari bahasa. Keistimewaan bahasa sebagai fungsi transmisi informasi yang lintas-waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cansandra L. Book (1980), dalam Human Communication: Principles, Contexts, and Skills, mengemukakan agar komunikasi kita berhasil, setidaknya bahasa harus memenuhi tiga fungsi, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mengenal dunia di sekitar kita. Melalui bahasa kita mempelajari apa saja yang menarik minat kita, mulai dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu sampai pada kemajuan teknologi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Berhubungan dengan orang lain. Bahasa memungkinkan kita bergaul dengan orang lain untuk kesenangan kita, dan atau mempengaruhi mereka untuk mencapai tujuan kita. Melalui bahasa kita dapat mengendalikan lingkungan kita, termasuk orang-orang di sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Untuk menciptakan koherensi dalam kehidupan kita. Bahasa memungkinkan kita untuk lebih teratur, saling memahami mengenal diri kita, kepercayaan-kepercayaan kita, dan tujuan-tujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan Bahasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata adalah kategori-kategori untuk merujuk pada objek tertentu: orang, benda, peristiwa, sifat, perasaan, dan sebagainya. Tidak semua kata tersedia untuk merujuk pada objek. Suatu kata hanya mewakili realitas, tetapi buka realitas itu sendiri. Dengan demikian, kata-kata pada dasarnya bersifat parsial, tidak melukiskan sesuatu secara eksak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata sifat dalam bahasa cenderung bersifat dikotomis, misalnya baik-buruk, kaya-miskin, pintar-bodoh, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata bersifat ambigu, karena kata-kata merepresentasikan persepsi dan interpretasi orang-orang yang berbeda, yang menganut latar belakang sosial budaya yang berbeda pula. Kata berat, yang mempunyai makna yang nuansanya beraneka ragam*. Misalnya: tubuh orang itu berat; kepala saya berat; ujian itu berat; dosen itu memberikan sanksi yang berat kepada mahasiswanya yang nyontek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;· Kata-kata mengandung bias budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa terikat konteks budaya. Oleh karena di dunia ini terdapat berbagai kelompok manusia dengan budaya dan subbudaya yang berbeda, tidak mengherankan bila terdapat kata-kata yang (kebetulan) sama atau hampir sama tetapi dimaknai secara berbeda, atau kata-kata yang berbeda namun dimaknai secara sama. Konsekuensinya, dua orang yang berasal dari budaya yang berbeda boleh jadi mengalami kesalahpahaman ketiaka mereka menggunakan kata yang sama. Misalnya kata awak untuk orang Minang adalah saya atau kita, sedangkan dalam bahasa Melayu (di Palembang dan Malaysia) berarti kamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi sering dihubungkan dengan kata Latin communis yang artinya sama. Komunikasi hanya terjadi bila kita memiliki makna yang sama. Pada gilirannya, makna yang sama hanya terbentuk bila kita memiliki pengalaman yang sama. Kesamaan makna karena kesamaan pengalaman masa lalu atau kesamaan struktur kognitif disebut isomorfisme. Isomorfisme terjadi bila komunikan-komunikan berasal dari budaya yang sama, status sosial yang sama, pendidikan yang sama, ideologi yang sama; pendeknya mempunyai sejumlah maksimal pengalaman yang sama. Pada kenyataannya tidak ada isomorfisme total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Percampuranadukkan fakta, penafsiran, dan penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbahasa kita sering mencampuradukkan fakta (uraian), penafsiran (dugaan), dan penilaian. Masalah ini berkaitan dengan dengan kekeliruan persepsi. Contoh: apa yang ada dalam pikiran kita ketika melihat seorang pria dewasa sedang membelah kayu pada hari kerja pukul 10.00 pagi? Kebanyakan dari kita akan menyebut orang itu sedang bekerja. Akan tetapi, jawaban sesungguhnya bergantung pada: Pertama, apa yang dimaksud bekerja? Kedua, apa pekerjaan tetap orang itu untuk mencari nafkah? .... Bila yang dimaksud bekerja adalah melakukan pekerjaan tetap untuk mencari nafkah, maka orang itu memang sedang bekerja. Akan tetapi, bila pekerjaan tetap orang itu adalah sebagai dosen, yang pekerjaannya adalah membaca, berbicara, menulis, maka membelah kayu bakar dapat kita anggap bersantai baginya, sebagai selingan di antara jam-jam kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berkomunikasi, kita menterjemahkan gagasan kita ke dalam bentuk lambang (verbal atau nonverbal). Proses ini lazim disebut penyandian (encoding). Bahasa adalah alat penyandian, tetapi alat yang tidak begitu baik (lihat keterbatasan bahasa di atas), untuk itu diperlukan kecermatan dalam berbicara, bagaimana mencocokkan kata dengan keadaan sebenarnya, bagaimana menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Makna dapat pula digolongkan ke dalam makna denotatif dan konotatif. Makna denotatif adalah makna yang sebenarnya (faktual), seperti yang kita temukan dalam kamus dan diterima secara umum oleh kebanyakan orang dengan bahasa dan kebudayaan yang sama. Makna konotatif adalah makna yang subyektif, mengandung penilaian tertentu atau emosional (lihat Onong Effendy, 1994, h. 12) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaludin Rakhamat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung, Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onong Effendy, 1994, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung, Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI NONVERBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. Namun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi pesan nonverbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaludin Rakhmat (1994) mengelompokkan pesan-pesan nonverbal sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pesan kinesik. Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga komponen utama: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan fasial menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna: kebagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad. Leathers (1976) menyimpulkan penelitian-penelitian tentang wajah sebagai berikut: a. Wajah mengkomunikasikan penilaian dengan ekspresi senang dan taksenang, yang menunjukkan apakah komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk; b. Wajah mengkomunikasikan berminat atau tak berminat pada orang lain atau lingkungan; c. Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam situasi situasi; d. Wajah mengkomunikasikan tingkat pengendalian individu terhadap pernyataan sendiri; dan wajah barangkali mengkomunikasikan adanya atau kurang pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan gestural menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan, makna yang dapat disampaikan adalah: a. Immediacy yaitu ungkapan kesukaan dan ketidak sukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif; b. Power mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator. Anda dapat membayangkan postur orang yang tinggi hati di depan anda, dan postur orang yang merendah; c. Responsiveness, individu dapat bereaksi secara emosional pada lingkungan secara positif dan negatif. Bila postur anda tidak berubah, anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif.&lt;br /&gt;Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain.&lt;br /&gt;Pesan artifaktual diungkapkan melalui penampilan tubuh, pakaian, dan kosmetik. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap, orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian, dan kosmetik.&lt;br /&gt;Pesan paralinguistik adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda. Pesan ini oleh Dedy Mulyana (2005) disebutnya sebagai parabahasa.&lt;br /&gt;Pesan sentuhan dan bau-bauan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan membedakan emosi yang disampaikan orang melalui sentuhan. Sentuhan dengan emosi tertentu dapat mengkomunikasikan: kasih sayang, takut, marah, bercanda, dan tanpa perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau-bauan, terutama yang menyenangkan (wewangian) telah berabad-abad digunakan orang, juga untuk menyampaikan pesan –menandai wilayah mereka, mengidentifikasikan keadaan emosional, pencitraan, dan menarik lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pesan nonverbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark L. Knapp (dalam Jalaludin, 1994), menyebut lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal:&lt;br /&gt;Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya, saya menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata, kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan kepala.&lt;br /&gt;Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya anda ’memuji’ prestasi teman dengan mencibirkan bibir, seraya berkata ”Hebat, kau memang hebat.”&lt;br /&gt;Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.&lt;br /&gt;Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dale G. Leathers (1976) dalam Nonverbal Communication Systems, menyebutkan enam alasan mengapa pesan verbal sangat signifikan. Yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Factor-faktor nonverbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal. Ketika kita mengobrol atau berkomunikasi tatamuka, kita banyak menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan-pesan nonverbal. Pada gilirannya orang lainpun lebih banya ’membaca’ pikiran kita lewat petunjuk-petunjuk nonverbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan noverbal ketimbang pesan verbal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan, distorsi, dan kerancuan. Pesan nonverbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pesan nonverbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi. Fungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memeperjelas maksud dan makna pesan. Diatas telah kita paparkan pesan verbal mempunyai fungsi repetisi, substitusi, kontradiksi, komplemen, dan aksentuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pesan nonverbal merupakan cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal. Dari segi waktu, pesan verbal sangat tidak efisien. Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi, repetisi, ambiguity, dan abtraksi. Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pesan nonverbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat. Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan dan emosi secara tidak langsung. Sugesti ini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit (tersirat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deddy Mulyana, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaludin Rakhamat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung, Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-818499437418393279?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/818499437418393279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/perbedaan-komunikasi-verbal-dan-non.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/818499437418393279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/818499437418393279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/perbedaan-komunikasi-verbal-dan-non.html' title='PERBEDAAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-3156234399805487680</id><published>2009-05-03T23:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T23:30:28.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunikasi'/><title type='text'>MENGENAL KOMUNIKASI dan PENGERTIAN KOMUNIKASI</title><content type='html'>Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:&lt;br /&gt;Komunikator (siapa yang mengatakan?)&lt;br /&gt;Pesan (mengatakan apa?)&lt;br /&gt;Media (melalui saluran/ channel/media apa?)&lt;br /&gt;Komunikan (kepada siapa?)&lt;br /&gt;Efek (dengan dampak/efek apa?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PROSES KOMUNIKASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari paradigma Lasswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proses komunikasi secara primer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disinggung di muka, komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain , komunikasi adalah proses membuat pesan yang setala bagi komunikator dan komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilbur Schramm (dalam Effendy, 1994) menyatakan bahwa komunikasi akan berhasil (terdapat kesamaan makna) apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference) , yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang diperoleh oleh komunikan. Schramm menambahkan, bahwa bidang (field of experience) merupakan faktor penting juga dalam komunikasi. Jika bidang pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, komunikasi akan berlangsung lancar. Sebaliknya, bila bidang pengalaman komunikan tidak sama dengan bidang pengalaman komunikator, akan timbul kesukaran untuk mengerti satu sama lain. Sebagai contoh seperti yang diungkapkan oleh Sendjaja(1994:33)yakni : Si A seorang mahasiswa ingin berbincang-bincang mengenai perkembangan valuta asing dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Bagi si A tentunya akan lebih mudah dan lancar apabila pembicaraan mengenai hal tersebut dilakukan dengan si B yang juga sama-sama mahasiswa. Seandainya si A tersebut membicarakan hal tersebut dengan si C, sorang pemuda desa tamatan SD tentunya proses komunikaasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya seperti yang diharapkan si A. Karena antara si A dan si C terdapat perbedaan yang menyangkut tingkat pengetahuan, pengalaman, budaya, orientasi dan mungkin juga kepentingannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh tersebut dapat memberikan gambaran bahwa proses komunikasiakan berjalan baik atau mudah apabila di antara pelaku (sumber dan penerima) relatif sama. Artinya apabila kita ingin berkomunikasi dengan baik dengan seseorang, maka kita harsu mengolah dan menyampaikan pesan dalam bahasa dan cara-cara yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, orientasi dan latar belakang budayanya. Dengan kata lain komunikator perlu mengenali karakteristik individual, sosial dan budaya dari komunikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Proses komunikasi sekunder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dsb.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KONSEPTUAL KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deddy Mulyana (2005:61-69) mengkategorikan definisi-definisi tentang komunikasi dalam tiga konseptual yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Komunikasi sebagai tindakan satu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pemahaman komunikasi sebagai penyampaian pesan searah dari seseorang (atau lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui media, seperti surat (selebaran), surat kabar, majalah, radio, atau televisi. Pemahaman komunikasi sebagai proses searah sebenarnya kurang sesuai bila diterapkan pada komunikasi tatapmuka, namun tidak terlalu keliru bila diterapkan pada komunikasi publik (pidato) yang tidak melibatkan tanya jawab. Pemahaman komunikasi dalam konsep ini, sebagai definisi berorientasi-sumber. Definisi seperti ini mengisyaratkan komunikasi semua kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk menyampaikan rangsangan untuk membangkitkan respon orang lain. Dalam konteks ini, komunikasi dianggap suatu tindakan yang disengaja untuk menyampaikan pesan demi memenuhi kebutuhan komunikator, seperti menjelaskan sesuatu sesuatu kepada orang lain atau membujuk untuk melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi komunikasi dalam konseptual tindakan satu arah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Everet M. Rogers: komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gerald R. Miller: komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Carld R. Miller: komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunkate).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Theodore M. Newcomb: Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi sebagai interaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini menyetarakan komunikasi dengan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian. Seseorang menyampaikan pesan, baik verbal atau nonverbal, seorang penerima bereaksi dengan memberi jawaban verbal atau nonverbal, kemudian orang pertama bereaksi lagi setelah menerima respon atau umpan balik dari orang kedua, dan begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh definisi komunikasi dalam konsep ini, Shanon dan Weaver (dalam Wiryanto, 2004), komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni , dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi sebagai transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini menyatakan bahwa komunikasi adalah proses yang dinamis yang secara sinambungan mengubah phak-pihak yang berkomunikasi. Berdasrkan pandangan ini, maka orang-orang yang berkomunikasi dianggap sebagai komunikator yang secara aktif mengirimkan dan menafsirkan pesan. Setiap saat mereka bertukar pesan verbal dan atau pesan nonverbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi yang sesuai dengan konsep transaksi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss: Komunikasi adalah proses pembentukan makna di antara dua orang atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson: Komunikasi adalah proses memahami danberbagi makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. William I. Gordon : Komunikasi adalah suatu transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Donald Byker dan Loren J. Anderson: Komunikasi adalah berbagi informasi antara dua orang atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. FUNGSI KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William I. Gorden (dalam Deddy Mulyana, 2005:5-30) mengkategorikan fungsi komunikasi menjadi empat, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai komunikasi sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan hubungan orang lain. Melalui komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, desa, ..., negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama.&lt;br /&gt;Pembentukan konsep diri. Konsep diri adalah pandangan kita mengenai diri kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Melalui komunikasi dengan orang lain kita belajar bukan saja mengenai siapa kita, namun juga bagaimana kita merasakan siapa kita. Anda mencintai diri anda bila anda telah dicintai; anda berpikir anda cerdas bila orang-orang sekitar anda menganggap anda cerdas; anda merasa tampan atau cantik bila orang-orang sekitar anda juga mengatakan demikian. George Herbert Mead (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) mengistilahkan significant others (orang lain yang sangat penting) untuk orang-orang disekitar kita yang mempunyai peranan penting dalam membentuk konsep diri kita. Ketika kita masih kecil, mereka adalah orang tua kita, saudara-saudara kita, dan orang yang tinggal satu rumah dengan kita. Richard Dewey dan W.J. Humber (1966) menamai affective others, untuk orang lain yang dengan mereka kita mempunyai ikatan emosional. Dari merekalah, secara perlahan-lahan kita membentuk konsep diri kita. Selain itu, terdapat apa yang disebut dengan reference group (kelompok rujukan) yaitu kelompok yang secara emosional mengikat kita, dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Dengan melihat ini, orang mengarahkan perilakunya dan menyesuaikan dirinya dengan ciri-ciri kelompoknya. Kalau anda memilih kelompok rujukan anda Ikatan Dokter Indonesia, anda menjadikan norma-norma dalam Ikatan ini sebagai ukuran perilaku anda. Anda juga meras diri sebagai bagian dari kelompok ini, lengkap dengan sifat-sifat doketer menurut persepsi anda.&lt;br /&gt;Pernyataan eksistensi diri. Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau lebih tepat lagi pernyataan eksistensi diri. Fungsi komunikasi sebagai eksistensi diri terlihat jelas misalnya pada penanya dalam sebuah seminar. Meskipun mereka sudah diperingatkan moderator untuk berbicara singkat dan langsung ke pokok masalah, penanya atau komentator itu sering berbicara panjang lebarm mengkuliahi hadirin, dengan argumen-argumen yang terkadang tidak relevan.&lt;br /&gt;Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan. Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita perlu dan harus berkomunikasi dengan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan memnuhi kebutuhan psikologis kita seperti sukses dan kebahagiaan. Para psikolog berpendapat, kebutuhan utama kita sebagai manusia, dan untuk menjadi manusia yang sehat secara rohaniah, adalah kebutuhan akan hubungan sosial yang ramah, yang hanya bisa terpenuhi dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain. Abraham Moslow menyebutkan bahwa manusia punya lima kebutuhan dasar: kebutuhan fisiologis, keamanan, kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan yang lebih dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebuthan yang lebih tinggi diupayakan. Kita mungkin sudah mampu kebuthan fisiologis dan keamanan untuk bertahan hidup. Kini kita ingin memenuhi kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan ketiga dan keempat khususnya meliputi keinginan untuk memperoleh rasa lewat rasa memiliki dan dimiliki, pergaulan, rasa diterima, memberi dan menerima persahabatan. Komunikasi akan sangat dibutuhkan untuk memperoleh dan memberi informasi yang dibutuhkan, untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain, mempertimbangkan solusi alternatif atas masalah kemudian mengambil keputusan, dan tujuan-tujuan sosial serta hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagai komunikasi ekspresif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin, marah dan benci dapat disampaikan lewat kata-kata, namun bisa disampaikan secara lebih ekpresif lewat perilaku nonverbal. Seorang ibu menunjukkan kasih sayangnya dengan membelai kepala anaknya. Orang dapat menyalurkan kemarahannya dengan mengumpat, mengepalkan tangan seraya melototkan matanya, mahasiswa memprotes kebijakan penguasa negara atau penguasa kampus dengan melakukan demontrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai komunikasi ritual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para antropolog sebaga rites of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, pertunangan, siraman, pernikahan, dan lain-lain. Dalam acara-acara itu orang mengucapkan kata-kata atau perilaku-perilaku tertentu yang bersifat simbolik. Ritus-ritus lain seperti berdoa (salat, sembahyang, misa), membaca kitab suci, naik haji, upacara bendera (termasuk menyanyikan lagu kebangsaan), upacara wisuda, perayaan lebaran (Idul Fitri) atau Natal, juga adalah komunikasi ritual. Mereka yang berpartisipasi dalam bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka kepada tradisi keluarga, suku, bangsa. Negara, ideologi, atau agama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebagai komunikasi instrumental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap, menggerakkan tindakan, dan juga menghibur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut. Studi komunika membuat kita peka terhadap berbagai strategi yang dapat kita gunakan dalam komunikasi kita untuk bekerja lebih baik dengan orang lain demi keuntungan bersama. Komunikasi berfungsi sebagi instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik tujuan jangka pendek ataupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan yang baik, memperoleh simpati, empati, keuntungan material, ekonomi, dan politik, yang antara lain dapat diraih dengan pengelolaan kesan (impression management), yakni taktik-taktik verbal dan nonverbal, seperti berbicara sopan, mengobral janji, mengenakankan pakaian necis, dan sebagainya yang pada dasarnya untuk menunjukkan kepada orang lain siapa diri kita seperti yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tujuan jangka panjang dapat diraih lewat keahlian komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing ataupun keahlian menulis. Kedua tujuan itu (jangka pendek dan panjang) tentu saja saling berkaitan dalam arti bahwa pengelolaan kesan itu secara kumulatif dapat digunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang berupa keberhasilan dalam karier, misalnya untuk memperoleh jabatan, kekuasaan, penghormatan sosial, dan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan fungsi komunikasi ini, terdapat beberapa pendapat dari para ilmuwan yang bila dicermati saling melengkapi.[1] Misal pendapat Onong Effendy (1994), ia berpendapat fungsi komunikasi adalah menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi. Sedangkan Harold D Lasswell (dalam Nurudin, 2004 dan Effendy, 1994:27) memaparkan fungsi komunikasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penjajagan/pengawasan lingkungan (surveillance of the information) yakni penyingkapan ancaman dan kesempatan yang mempengaruhi nilai masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menghubungkan bagian-bagian yang terpisahkan dari masyarakat untuk menanggapi lingkungannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menurunkan warisan sosial dari generasi ke generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. RAGAM TINGKATAN KOMUNIKASI ATAU KONTEKS-KONTEKS KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ragam tingkatan komunikasi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia. &lt;br /&gt;Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisa lebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi.&lt;br /&gt;Komunikasi kelompok (group communication) yaitu komunikasi yang berlangsung di antara anggota suatu kelompok. Menurut Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam Sendjaja,(1994) memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.&lt;br /&gt;Komunikasi organisasi (organization communication) yaitu pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005:52). &lt;br /&gt;Komunikasi massa (mass communication). Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Kemudian Mulyana (2005:74) juga menambahkan konteks komunikasi publik. Pengertian komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak). Yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah atau kuliah (umum). Beberapa pakar komunikasi menggunakan istilah komunikasi kelompok besar (large group communication) untuk komunikasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. KEGUNAAN BELAJAR ILMU KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita mempelajari ilmu komunikasi ?Ruben&amp;Steward, (2005:1-8) menyatakan bahwa &lt;br /&gt;Komunikasi adalah fundamental dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita sehari-hari komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi.tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa komunikasi, dikarenakan kita dapat membuat beberapa perbedaan yang esensial manakala kita berkomunikasi dengan orang lain.Demikian pula sebaliknya, orang lain akan berkomunikasi dengan kita ,baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Cara kita berhubungan satu dengan lainnya, bagimana suatu hubungan kita bentuk, bagaimana cara kita memberikan kontribusi sebagai anggota keluarga, kelompok, komunitas, organisasi dan masyarakat secara luas membutuhkan suatu komunikasi.Sehingga menjadikan komunikasi tersebut menjadi hal yang sangat fundamental dalam kehidupan kita. &lt;br /&gt;Komunikasi adalah merupakan suatu aktifitas komplek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah suatu aktifitas yang komplek dan menantang. Dalam hal ini ternyata aktifitas komunikasi bukanlah suatu aktifitas yang mudah. Untuk mencapai kompetensi komunikasi memerlukan understanding dan suatu ketrampilan sehingga komunikasi yang kita lakukan menjadi efektif. Ellen langer dalam Ruben&amp;Stewat( 2005:3) menyebut konsep mindfulness akan terjadi ketika kita memberikan perhatian pada situasi dan konteks, kita terbuka dengan informasi baru dan kita menyadari bahwa ada banyak perspektif tidak hanya satu persepektif di kehidupan manusia. &lt;br /&gt;Komunikasi adalah vital untuk suatu kedudukan/posisi yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir dalam bisnis, pemerintah, atau pendidikan memerlukan kemampuan dalam memahami situasi komunikasi, mengembangkan strategi komunikasi efektif, memerlukan kerjasama antara satu dengan yang lain, dan dapat menerima atas kehadiran ide-ide yang efektif melalui saluran saluran komunikasi. Untuk mencapai kesuksesan dari suatu kedudukan/ posisi tertentu dalam mencapai kompetensi komunikasi antara lain melalui kemampuan secara personal dan sikap, kemampuan interpersonal, kemampuan dalam melakukan komunikasi oral dan tulisan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Suatu pendidikan yang tinggi tidak menjamin kompetensi komunikasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kita menganggap bahwa komunikasi itu hanyalah suatu yang bersifat common sense dan setiap orang pasti mengetahui bagaimana berkomunikasi. Padahal sesungguhnya banyak yang tidak memilki ketrampilan berkomunikasi yang baik karena ternyata banyak pesan-pesan dalam komunikasi manusia itu yang disampaikan tidak hanya dalam bentuk verbal tetapi juga nonverbal, ada ketrampilan komunikasi dalam bentuk tulisan dan oral, ada ketrampilan berkomunikasi secara interpersonal, ataupun secara kelompok sehingga kita dapat berkolaborasi sebagai anggota dengan baik, dan lain-lain. Kadang-kadang kita juga mengalami kegagalan dalam berkomunikasi. Banyak yang berpendidikan tinggi tetapi tidak memilki ketrampilan berkomunikasi secara baik dan memadai sehingga mengakibatkan kegagalan dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Sehingga komunikasi itu perlu kita pelajari.&lt;br /&gt;Komunikasi adalah populer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi adalah suatu bidang yang dikatakan sebagai popular. Banyak bidang-bidang komunikasi modern sekarang ini yang memfokuskan pada studi tentang pesan, ada juga tentang hubungan antara komunikasi dengan bidang profesiponal lainnya termasuk hukum, bisnis, informasi, pendidikan, ilmu computer, dan lain-lain. Sehingga sekarang ini komunikasi sebagai ilmu social/perileku dan suatu seni yang diaplikasikan. Disiplin ini bersifat multidisiplin, yang berkaitan dengan ilmu-ilmu lain seperti psikologi, sosiologi, antroplogi, politik, dan lain sebagainya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER:&lt;br /&gt;Effendy, Onong Uchjana, Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta:Grasindo.Rosdakarya&lt;br /&gt;Cangara, Hafidz,2005, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta:PT RajaGrafindo Persada&lt;br /&gt;Littlejohn, Stephen W. 2001. Theories of Human Communication. USA: Wadsworth Publishing.&lt;br /&gt;Mulyana, Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Rosda. &lt;br /&gt;Ruben, Brent D,Stewart, Lea P, 2005, Communication and Human Behaviour,USA:Alyn and Bacon &lt;br /&gt;Sendjaja,Sasa Djuarsa,1994,Pengantar Komunikasi,Jakarta:Universitas Terbuka.&lt;br /&gt;Wiryanto, 2005,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-3156234399805487680?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/3156234399805487680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/mengenal-komunikasi-dan-pengertian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3156234399805487680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3156234399805487680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/05/mengenal-komunikasi-dan-pengertian.html' title='MENGENAL KOMUNIKASI dan PENGERTIAN KOMUNIKASI'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-2917622477042342900</id><published>2009-04-21T23:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T00:08:47.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikiatri'/><title type='text'>SIMTOMATOLOGI PSIKIATRI</title><content type='html'>Manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik atau dapat dikatakan gejala yang menonjol terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin dibadan (somatogenik), lingkungan sosial (sisiogenils) ataupun psike (psikogenik). Biasanya tidak terdapat penyebab tunggal, akan tetapi beberapa penyebab sekaligus dari berbagai unsur saling mempengaruhi atau kebetulan terjadi bersamaan, lalu timbullah gangguan badan ataupun jiwa dan menandakan dekompensasi proses adaptasi dan terdapat terutama pada pemikiran, perasaan dan perilaku.&lt;br /&gt;Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku adalah keturuan dan konstitusi, umur dan sex, keadaan badaniah, keadaan, keadaan psikologik, keluarga, adat istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan, pernikahan dan kehamilan, kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi, rasa bermusuhan, hubungan antar manusia.&lt;br /&gt;Psikiatri dipenuhi oleh fenomenologi dan penelitian fenomena mental. Dokter psikiatri harus belajar untuk menguasai observasi yang teliti dan penjelasan yang mengungkapkan keterampilan termasuk belajar bahasa baru. Bagian bahasa didalam psikiatri termasuk pengenalan dan definisi tanda dan gejala perilaku dan emosional.&lt;br /&gt;Tanda (sign) adalah temuan objektif yang diobservasi oleh dokter (afek yang terbatas dan retardasi psikomotor). Gejala (symptom) adalah pengalaman subjektif yang digambarkan oleh pasien (mood yang tertekan dan berkurangnya tenaga). Suatu sindroma adalah kelompok tanda dan gejala yang terjadi bersama-sama sebagai suatu kondisi yang dapat dikenali yang kurang spesifik dibandingkan gangguan atau penyakit yang jelas.&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya sebagian besar kondisi psikiatrik adalah sindroma. Menjadi ahli didalam mengenali tanda dan gejala spesifik memungkinkan dokter dapat mengerti dalam berkomunikasi dengan dokter lain, membuat diagnosis secara akurat, menangani pengobatan dengan berhasil, memperkirakan prognosis dengan dapat dipercaya dan menggali masalah psikopatologi, penyebab dan psikodinamika secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simtomatologi psikiatri adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala gangguan jiwa. Gejala artinya pengalaman subyektif yang digambarkan oleh pasien. Macam macam simtomatologi psikiatri antaralain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1998&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. Kesadaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gangguan kesadaran paling sering berhubungan dengan adanya kelainan pada otak.&lt;br /&gt;1. Disorientasi : gangguan orientasi waktu, tempat, orang.&lt;br /&gt;2. Kesadaran berkabut : kejernihan ingatan yang tidak lengkap.&lt;br /&gt;3. Stupor : hilangnya reaksi dan ketidak sadaran lingkungan sekeliling.&lt;br /&gt;4. Delirium : bingung, gelisah, disorientasi, takut dan halusinasi.&lt;br /&gt;5. Somnolen : mengantuk yang abnormal.&lt;br /&gt;6. Drowsiness : cenderung selalu tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. Emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Emosi adalah keadaan perasaan yang komplek berhubungan dengan afek dan mood.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Afek :&lt;/span&gt; ekspresi emosi yang terlihat&lt;br /&gt;Afek serasi : irama emosional sesuai gagasan, pikiran, atau pembicaraan yang menyertai.&lt;br /&gt;1. Afek tidak serasi : ketidak sesuaian antara perasaan emosional dengan gagasan pikiran atau pembicaraan yang menyertai.&lt;br /&gt;2. Afek tumpul : penurunan berat intensitas irama perasaan yang di ungkapkan keluar.&lt;br /&gt;3. Afek sempit : penurunan intensitas irama perasaan yang kurang parah dibawah afek tumpul.&lt;br /&gt;4. Afek datar : tidak ada atau hampir tidak ada ekspresi afek, suara monoton dan wajah tidak bergerak.&lt;br /&gt;5. Afek labil : perubahan irama perasaan cepat dan tiba-tiba tidak berhubungan stimuli eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Mood&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mood adalah emosi meresap dan dipertahankan, subjektif dan dilaporkan pasien pada orang lain.&lt;br /&gt;1. Euforia : elasi kuat dengan perasaan kuat dengan perasaan kebesaran.&lt;br /&gt;2. Depresi : kesedihan yang psiko patologis.&lt;br /&gt;3. Anhedonia : hilang minat menarik diri dari semua aktifitas rutin yang&lt;br /&gt;menyenangkan.&lt;br /&gt;4. Elasi : perasaan menyenangkan dan gembira yang berlebihan, puas&lt;br /&gt;diri sendiri atau optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Emosi lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kecemasan : ketakutan disebabkan dugaan bahaya dari dalam atau luar.&lt;br /&gt;2. Agitasi : kecemasan berat diserati kegelisahan motorik.&lt;br /&gt;3. Ketegangan : peningkatan aktifitas motorik dengan psikologis yang tidak&lt;br /&gt;menyenangkan.&lt;br /&gt;4. Panik :cemas akut episodik dan kuat.&lt;br /&gt;5. Ambivalensi :teradap sama-sama dua impuls yang berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Gangguan psikologis yang berhubungan dengan mood :&lt;/span&gt; tanda disfungsi somatik pada seseorang paling sering berhubungan dengan depresi.&lt;br /&gt;1. Anoreksia : menurunnya nafsu makan.&lt;br /&gt;2. Hiperfagia : meningkatnya nafsu makan.&lt;br /&gt;3. Insomnia : menurunnya kemampuan untuk tidur.&lt;br /&gt;4. Hipersomnia : tidur yang berlebihan.&lt;br /&gt;5. Bulimia : perasaan lapar yang tidak habis-habisnya dan makan yang&lt;br /&gt;berlebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;III. Perilaku motorik :&lt;/span&gt; aspek jiwa yang termasuk impuls, motivasi, harapan, dorongan, instink dan idaman, seperti yang diekspresikan oleh prilaku.&lt;br /&gt;1. Ekoprasia : peniruan gerakan yang patologis seseorang pada orang lain.&lt;br /&gt;2. Katatonia : terlihat pada skizofrenia katatonik dan beberapa kasus&lt;br /&gt;penyakit pada otak.&lt;br /&gt;3. Negativisme : tahanan tanpa motifasi terhadap semua usaha untuk&lt;br /&gt;menggerakkan terhadap semua instruksi.&lt;br /&gt;4. Katapleksi : hilangnya tonus otot dan kelemahan sementara yang&lt;br /&gt;dicetuskan oleh berbagai keadaan emosional.&lt;br /&gt;5. Mutisme : tidak bersuara tanpa kelainan struktural.&lt;br /&gt;6. Tik : pergerakan motorik yang spasmodik dan tidak disadari.&lt;br /&gt;7. Hiperaktivitas : kegelisahan, agresif, aktivitas destruktiv, seringkali disertai&lt;br /&gt;dengan patologik otak dasar.&lt;br /&gt;8. Ataksia : kegagalan koordinasi otot.&lt;br /&gt;9. Tremor : gangguan pergerakan ritmik, berkurang saat istirahat dan&lt;br /&gt;tidur, dan meningkat pada waktu marah dan ketegangan.&lt;br /&gt;10. Konvulsi : kontraksi ototatau spasme yang involunter.&lt;br /&gt;11. Kejang klonik : kejang dimana otot secara bergantian kontaksi dan relaksasi.&lt;br /&gt;12. Kejang tonik : kejang dimana terjadi kontraksi otot yang terus menerus.&lt;br /&gt;13. Distonia : Perlambatan kontraksi terus menerus dari tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Berpikir&lt;br /&gt;Berpikir adalah aliran gagasan, simbol, dan asosiasi yang di arahkan oleh tujuan dimulai oleh suatu masalah dan mengarah pada kesimpulan yang berorientasi kenyataan.&lt;br /&gt;A. Gangguan umum dalam bentuk atau proses berpikir&lt;br /&gt;1. Gangguan mental : sindrom prilaku yang bermakna secara klinis, disertai&lt;br /&gt;dengan penderitaan atau ketidakmampuan.&lt;br /&gt;2. Psikosis : ketidakmampuan untuk membedakan kenyataan dari&lt;br /&gt;fantasi.&lt;br /&gt;3. Berpikir autistik : preokupasi dengan dunia dalam dan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Gangguan spesifik pada bentuk pikir&lt;br /&gt;1. Sirkumstansialitas : berbicara yang tidak langsung dan lambat dalam&lt;br /&gt;mencapai tujuan tetapi akhirnya dari titik awal mencapai&lt;br /&gt;tujuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;2. Tangensialitas : ketidakmampuan untuk mempunyai asosiasi pikiran&lt;br /&gt;yang diarahkan oleh tujuan.&lt;br /&gt;3. Inkoherensi : pikiran yang biasanya tidak dapat dimengerti.&lt;br /&gt;4. Ekolalia : pengulangan kata-kata atau frase-frase seseorang oleh seseorang lain secara psikopatologis.&lt;br /&gt;5. Asosiasi longgar : penyimpangan yang mendadak dalam urutan pikiran&lt;br /&gt;tanpa penghambatan.&lt;br /&gt;6. Flight of ideas : verbalisasi atau permainan kata-kata yang cepat dan&lt;br /&gt;terus menerus yang menghasilkan pergeseran terus&lt;br /&gt;menerus dari satu ide ke ide lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Blocking : terputusnya aliran berpikir secara tiba-tiba sebelum&lt;br /&gt;pikiran atau gagasan diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Gangguan spesifik pada isi pikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Waham : keyakinan palsu, didasarkan pada kesimpulan yang salah&lt;br /&gt;tentang kenyataan eksternal, tidak sejalan dengan&lt;br /&gt;inteligensia pada pasien dan latar belakang kultural, yang&lt;br /&gt;tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan.&lt;br /&gt;2. Waham bizar : keyakinan palsu yang aneh, mustahil, dan samasekali tidak&lt;br /&gt;masuk akal.&lt;br /&gt;3. Waham nihilistik : perasaan palsu bahwa diringa, orang lain, dan dunia adalah&lt;br /&gt;tidak ada atau berakhir.&lt;br /&gt;4. Waham kebesaran: gambaran kepentingan, kekuatan atau identitas seorang&lt;br /&gt;yang berlebihan.&lt;br /&gt;5. Sisi pikir : waham bahwa pikiran pasien dihilangkan dari ingatannya&lt;br /&gt;oleh orang lain atau tenaga lian.&lt;br /&gt;6. Siar pikir : waham bahwa pikiran pasien dapat didengar oleh orang&lt;br /&gt;lain seperti pikeran mereka sedang disiarkan ke udara.&lt;br /&gt;7. Obsesi : ketakutan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan&lt;br /&gt;yang tidak dapat di tentang yang tidak dapat di hilangkan&lt;br /&gt;dari kesadaran oleh usaha logika, yang disertai dengan&lt;br /&gt;kecemasan.&lt;br /&gt;8. Kompulsi : kebutuhan yang patologis untuk melakukan suatu impuls&lt;br /&gt;yang jika ditahan, menyebabkan kecemasan, perilaku&lt;br /&gt;berulang sebagai respon suatu obsesi atau dilakukan&lt;br /&gt;menurut aturan tertentu, tanpa akhir yang sebenarnya dalam&lt;br /&gt;diri selain dari pada untuk mencegah sesuatu dari terjadi di&lt;br /&gt;masa depan.&lt;br /&gt;9. Fobia : rasa takut patologis yang resisten, irasional, berlebihan dan&lt;br /&gt;selalu terjadi terhadap suatu jenis stimulasi atau situasi&lt;br /&gt;tertentu, menyebabkan keinginan yang memaksa untuk&lt;br /&gt;menghindaristimulus yang ditakuti.&lt;br /&gt;10. Fobia sederhana : rasa takut dengan obyek yang jelas.&lt;br /&gt;11. Fobia sosial : rasa takut akan keramain masyarakat.&lt;br /&gt;12. Agorafobia : rasa takut terhadap tempat yang terbuka.&lt;br /&gt;13. Akrofobia : rasa takut terhadap tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;14. Algofobia : rasa takut terhadap rasa nyeri.&lt;br /&gt;15. Ailurofobia : rasa takut terhadap kucing.&lt;br /&gt;16. Panfobia : rasa takut terhadap segala sesuatu.&lt;br /&gt;17. Klaustrofobia : rasa takut terhadap tempat yang tertutup.&lt;br /&gt;18. Zoofobia : rasa takut terhadap binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;V. Bicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bicara adalah gagasan, pikiran, perasaan yang di ekspresikan melalui bahasa, komunikasi melalui penggunaan kata-kata dan bahasa.&lt;br /&gt;Gangguan bicara&lt;br /&gt;1. Logorrhea : bicara yang banyak sekali, bertalian dan logis.&lt;br /&gt;2. Disprosodi : hilangnya irama bicara yang normal.&lt;br /&gt;3. Gagap : pengulangan atau perpanjangan suara atau suku kata yang&lt;br /&gt;menyebabkan gangguan kefasihan bicara yang jelas.&lt;br /&gt;4. Kekacauan : bicara yang aneh dan distrimik, yang mengandung semburan yang cepat dan menyentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;VI. Presepsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Presepsi adalah proses stimulasi fisik nenjadi informasi psikologis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Gangguan presepsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Halusinasi : presepsi sensori yang palsu tidak disertai dengan stimuli&lt;br /&gt;eksternal yang nyata, mungkin tredapat atau tidak&lt;br /&gt;terdapat interpretasi waham tentang pengalaman&lt;br /&gt;halusinasi.&lt;br /&gt;2. Halusinasi auditoris : presepsi bunyi yang palsu.&lt;br /&gt;3. Halusinasi visual : presepsi palsu tentang penglihatan yang berupa citra&lt;br /&gt;yang berbentuk dan citra yang tidak berbentuk.&lt;br /&gt;4. Ilusi : mispresepsi terhadap stimuli eksternal yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Gangguan yang berhubungan dengan gangguan kognitif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Agnosia : ketidakmampuan untuk mengenali dan&lt;br /&gt;menginterpretasikan kepentingan kesan sensoris.&lt;br /&gt;2. Anosognosia : ketidakmampuan untuk mengenali suatu defek neurologi yang terjadi pada dirinya.&lt;br /&gt;3. Agnosia visual : ketidakmampuan untuk mengenali benda atau orang.&lt;br /&gt;4. Somatopagnosia : ketidak mampuan untuk mengenali suatu bagian tubuh&lt;br /&gt;sebagai milik tubuhnya sendiri.&lt;br /&gt;5. Aura : sensasi perasaan akan adanya bahaya seperti rasa penuh&lt;br /&gt;pada lambung, wajah memerah, dan perubahan respirasi,&lt;br /&gt;perubahan kognisi dan keadaan mood biasanya terjadi&lt;br /&gt;sebelum serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Gangguan yang berhubungan dengan fenomen koversi dan disosiatif &lt;/span&gt;: somatisasi material direpresi atau perkembangan gejala dan distorsi fisik yang melibatkan otot volunter dan tidak disebabkan oleh suatu gangguan fisik.&lt;br /&gt;1. Kepribadian ganda : satu orang yang tampak pada waktu yang berbeda&lt;br /&gt;menjadi dua atau lebih kepribadian dan karakter yang&lt;br /&gt;sama sekali berbeda.&lt;br /&gt;2. Dissosiasi : mekanisme pertahanan yang tidak disadari meliputi&lt;br /&gt;pemisahan dari kelompok proses mental atau proses&lt;br /&gt;prilaku dari sisa aktivitas psikis seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;VII. Daya ingat : &lt;/span&gt;fungsi dimana informasi di simpan di otak dan selanjutnya di ingat kembali ke kesadaran.&lt;br /&gt;A. Gangguan daya ingat&lt;br /&gt;1. Amnesia : ketidakmampuan sebagian atau keseluruhan untuk mengingat pengalaman masa lalu&lt;br /&gt;2. Paramnesia : pemalsuan ingatan oleh distorsi pengingatan.&lt;br /&gt;3. Hipermnesia : peningkatan derajat penyimpangan dan pengingatan.&lt;br /&gt;4. Represi : suatu mekanisme pertahanan yang di tandai oleh&lt;br /&gt;pelupaan secara tidak disadari terhadap gagasan yang tidak diterima.&lt;br /&gt;5. Letologika : ketidakmampuan sementara untuk mengingat suatu nama atau kata benda yang tepat.&lt;br /&gt;6. Blackout : amnesia yang di alami oleh alkoholik berkaitan dengan&lt;br /&gt;perilaku selama minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Tingkat daya ingat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Segera (immediate) : reproduksi atau pengingatan hal-hal yang&lt;br /&gt;dirasakan dalam beberapa detik sampai menit.&lt;br /&gt;2. Baru saja (recent) : peringatan peristiwa yang telah lewat beberapa&lt;br /&gt;hari.&lt;br /&gt;3. Agak lama (recent past) : pengingatan peristiwa yang telah lewat selama beberapa bulan.&lt;br /&gt;4. Jauh (remote) : pengingatan peristiwa yang telah lama terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;VIII. Inteligensia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Intelegensia adalah kemampuan untuk mengerti, mengingat, menggerakan dan menyatukansecara konstruktif pelajaran sebelumnya dalam menghadapi situasi yang baru.&lt;br /&gt;A. Retardasi mental : kurangnya inteligensia sampai derajat dimana terdapatgangguan pada kinerja sosial dan kejuruan : ringan (IQ 50 atau 55 – 70), sedang (IQ 35 atau 40 –50 atau 55), berat (IQ 20 atau 25 – 35 atau 40), sangat berat (IQ dibawah 20 atau 25).&lt;br /&gt;B. Demensia : pemburukan fungsi intelektual organik dan global tanpa pengaburan kesadaran.&lt;br /&gt;C. Pseudodemensia : gambaran klinis yang menyerupai demensia yang tidak disebabkan oleh suatu kondisi organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IX. Insight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Insight adalah kemampuan pasien untuk mengerti penyebab sebenarnya dan arti dari suatu situasi.&lt;br /&gt;A. Tilikan intelektual : mengerti kenyataan obyektif tentang suatu keadaan tanpa kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam cara yang berguna untuk mengatasi situasi.&lt;br /&gt;B. Tilikan sesungguhnya : mengerti kenyataan obyektif tentang suatu situasi, disertai dengan daya pendorong,motivasi dan emosional untuk mengatasi situasi.&lt;br /&gt;C. Tilikan yang terganggu : menghilangnya kemampuan untuk mengerti kenyataan obyektif dari suatu situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaplan dan Sadock, Sinopsis Psikiatri, Edisi 7, Jilid 1 dan 2, Bina Rupa Aksara, Jakarta, 1997&lt;br /&gt;2. Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, Surabaya, &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-2917622477042342900?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/2917622477042342900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/simtomatologi-psikiatri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/2917622477042342900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/2917622477042342900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/simtomatologi-psikiatri.html' title='SIMTOMATOLOGI PSIKIATRI'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-1882080246153937419</id><published>2009-04-21T23:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T23:50:24.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orthopedic'/><title type='text'>Fraktur Coles</title><content type='html'>Fraktur radius distal adalah salah satu dari macam fraktur yang biasa terjadi pada pergelangan tangan. Umumnya terjadi karena jatuh dalam keadaan tangan menumpu dan biasanya terjadi pada anak-anak dan lanjut usia. Bila seseorang jatuh dengan tangan yang menjulur, tangan akan tiba-tiba menjadi kaku, dan kemudian menyebabkan tangan memutar dan menekan lengan bawah. Jenis luka yang terjadi akibat keadaan ini tergantung usia penderita. Pada anak-anak dan lanjut usia, akan menyebabkan fraktur tulang radius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fraktur radius distal merupakan 15 % dari seluruh kejadian fraktur pada dewasa. Abraham Colles adalah orang yang pertama kali mendeskripsikan fraktur radius distalis pada tahun 1814 dan sekarang dikenal dengan nama fraktur Colles. (Armis, 2000). Ini adalah fraktur yang paling sering ditemukan pada manula, insidensinya yang tinggi berhubungan dengan permulaan osteoporosis pasca menopause. Karena itu pasien biasanya wanita yang memiliki riwayat jatuh pada tangan yang terentang. (Apley &amp; Solomon, 1995)&lt;br /&gt;Biasanya penderita jatuh terpeleset sedang tangan berusaha menahan badan dalam posisi terbuka dan pronasi. Gaya akan diteruskan ke daerah metafisis radius distal yang akan menyebabkan patah radius 1/3 distal di mana garis patah berjarak 2 cm dari permukaan persendian pergelangan tangan. Fragmen bagian distal radius terjadi dislokasi ke arah dorsal, radial dan supinasi. Gerakan ke arah radial sering menyebabkan fraktur avulsi dari prosesus styloideus ulna, sedangkan dislokasi bagian distal ke dorsal dan gerakan ke arah radial menyebabkan subluksasi sendi radioulnar distal (Reksoprodjo, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Momok cedera tungkai atas adalah kekakuan, terutama bahu tetapi kadang-kadang siku atau tangan. Dua hal yang harus terus menerus diingat : (1) pada pasien manula, terbaik untuk tidak mempedulikan fraktur tetapi berkonsentrasi pada pengembalian gerakan; (2) apapun jenis cedera itu, dan bagaimanapun cara terapinya, jari harus mendapatkan latihan sejak awal. (Apley &amp; Solomon, 1995)&lt;br /&gt;Melihat masih cukup tingginya angka kejadian fraktur Colles maka perlu diketahui insidensi fraktur Colles di RSUD Saras Husada Purworejo, agar dapat dilakukan perawatan dan penanganan secara intensif pada tiap-tiap kasusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Definisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan/atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa. (Sjamsuhidayat &amp; de Jong, 1998). Cedera yang digambarkan oleh Abraham Colles pada tahun 1814 adalah fraktur melintang pada radius tepat di atas pergelangan tangan, dengan pergeseran dorsal fragmen distal. (Apley &amp; Solomon, 1995)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;B. Anatomi dan Kinesiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Radius bagian distal bersendi dengan tulang karpus yaitu tulang lunatum dan navikulare ke arah distal, dan dengan tulang ulna bagian distal ke arah medial. Bagian distal sendi radiokarpal diperkuat dengan simpai di sebelah volar dan dorsal, dan ligament radiokarpal kolateral ulnar dan radial. Antara radius dan ulna selain terdapat ligament dan simpai yang memperkuat hubungan tersebut, terdapat pula diskus artikularis, yang melekat dengan semacam meniskus yang berbentuk segitiga, yang melekat pada ligamen kolateral ulna. Ligamen kolateral ulna bersama dengan meniskus homolognya dan diskus artikularis bersama ligament radioulnar dorsal dan volar, yang kesemuanya menghubungkan radius dan ulna, disebut kompleks rawan fibroid triangularis (TFCC = triangular fibro cartilage complex) (Sjamsuhidayat &amp; de Jong, 1998)&lt;br /&gt;Gerakan sendi radiokarpal adalah fleksi dan ekstensi pergelangan tangan serta gerakan deviasi radius dan ulna. Gerakan fleksi dan ekstensi dapat mencapai 90 derajat oleh karena adanya dua sendi yang bergerak yaitu sendi radiolunatum dan sendi lunatum-kapitatum dan sendi lain di korpus. Gerakan pada sendi radioulnar distal adalah gerak rotasi. (Sjamsuhidayat &amp; de Jong, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendi radiokarpal normalnya memiliki sudut 1 - 23 derajat pada bagian palmar (ventral) seperti diperlihatkan pada gambar 1a. Fraktur yang melibatkan angulasi ventral umumnya berhasil baik dalam fungsi, tidak seperti fraktur yang melibatkan angulasi dorsal sendi radiokarpal yang pemulihan fungsinya tidak begitu baik bila reduksinya tidak sempurna. Gambar 1b memperlihatkan sudut normal yang dibentuk tulang ulna terhadap sendi radiokarpal, yaitu 15 - 30 derajat. Evaluasi terhadap angulasi penting dalam perawatan fraktur lengan bawah bagian distal, karena kegagalan atau reduksi inkomplit yang tidak memperhitungkan angulasi akan menyebabkan hambatan pada gerakan tangan oleh ulna. (Simon &amp; Koenigsknecht, 1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trauma yang menyebabkan fraktur di daerah pergelangan tangan biasanya merupakan trauma langsung, yaitu jatuh pada permukaan tangan sebelah volar atau dorsal. Jatuh pada permukaan tangan sebelah volar menyebabkan dislokasi fragmen fraktur sebelah distal ke arah dorsal. Dislokasi ini menyebabkan bentuk lengan bawah dan tangan bila dilihat dari samping menyerupai garpu. (Sjamsuhidayat &amp; de Jong, 1998)&lt;br /&gt;Benturan mengena di sepanjang lengan bawah dengan posisi pergelangan tangan berekstensi. Tulang mengalami fraktur pada sambungan kortikokanselosa dan fragmen distal remuk ke dalam ekstensi dan pergeseran dorsal. (Apley &amp; Solomon, 1995) Garis fraktur berada kira-kira 3 cm proksimal prosesus styloideus radii. Posisi fragmen distal miring ke dorsal, overlapping dan bergeser ke radial, sehingga secara klasik digambarkan seperti garpu terbalik (dinner fork deformity). (Armis, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sistem klasifikasi yang digunakan pada fraktur ekstensi dari radius distal. Namun yang paling sering digunakan adalah sistem klasifikasi oleh Frykman. Berdasarkan sistem ini maka fraktur Colles dibedakan menjadi 4 tipe berikut : (Simon &amp; Koenigsknecht, 1987)&lt;br /&gt;Tipe IA : Fraktur radius ekstra artikuler&lt;br /&gt;Tipe IB : Fraktur radius dan ulna ekstra artikuler&lt;br /&gt;Tipe IIA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radiokarpal&lt;br /&gt;Tipe IIB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radiokarpal&lt;br /&gt;Tipe IIIA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radioulnar&lt;br /&gt;Tipe IIIB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radioulnar&lt;br /&gt;Tipe IVA : Fraktur radius distal yang mengenai sendi radiokarpal dan sendi&lt;br /&gt;radioulnar&lt;br /&gt;Tipe IVB : Fraktur radius distal dan ulna yang mengenai sendi radiokarpal dan&lt;br /&gt;sendi radioulnar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;E. Trauma/Kelainan yang Berhubungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fraktur ekstensi radius distal sering terjadi berbarengan dengan trauma atau luka yang berhubungan, antara lain : (Simon &amp; Koenigsknecht, 1987)&lt;br /&gt;1. Fraktur prosesus styloideus (60 %)&lt;br /&gt;2. Fraktur collum ulna&lt;br /&gt;3. Fraktur carpal&lt;br /&gt;4. Subluksasi radioulnar distal&lt;br /&gt;5. Ruptur tendon fleksor&lt;br /&gt;6. Ruptur nervus medianus dan ulnaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;F. Manifestasi Klinis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengenali fraktur ini (seperti halnya Colles jauh sebelum radiografi diciptakan) dengan sebutan deformitas garpu makan malam, dengan penonjolan punggung pergelangan tangan dan depresi di depan. Pada pasien dengan sedikit deformitas mungkin hanya terdapat nyeri tekan lokal dan nyeri bila pergelangan tangan digerakkan. (Apley &amp; Solomon, 1995) Selain itu juga didapatkan kekakuan, gerakan yang bebas terbatas, dan pembengkakan di daerah yang terkena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;G. Diagnosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis fraktur dengan fragmen terdislokasi tidak menimbulkan kesulitan. Secara klinis dengan mudah dapat dibuat diagnosis patah tulang Colles. Bila fraktur terjadi tanpa dislokasi fragmen patahannya, diagnosis klinis dibuat berdasarkan tanda klinis patah tulang. (Sjamsuhidayat &amp; de Jong, 1998)&lt;br /&gt;Pemeriksaan radiologik juga diperlukan untuk mengetahui derajat remuknya fraktur kominutif dan mengetahui letak persis patahannya (Sjamsuhidayat &amp; de Jong, 1998). Pada gambaran radiologis dapat diklasifikasikan stabil dan instabil. Stabil bila hanya terjadi satu garis patahan, sedangkan instabil bila patahnya kominutif. Pada keadaan tipe tersebut periosteum bagian dorsal dari radius 1/3 distal tetap utuh. (Reksoprodjo, 1995). Terdapat fraktur radius melintang pada sambungan kortikokanselosa, dan prosesus stiloideus ulnar sering putus. Fragmen radius (1) bergeser dan miring ke belakang, (2) bergeser dan miring ke radial, dan (3) terimpaksi. Kadang-kadang fragmen distal mengalami peremukan dan kominutif yang hebat (Apley &amp; Solomon, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4. (a) deformitas garpu makan malam, (b) fraktur tidak masuk dalam sendi pergelangan tangan, (c) Pergeseran ke belakang dan ke radial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyeksi AP dan lateral biasanya sudah cukup untuk memperlihatkan fragmen fraktur. Dalam evaluasi fraktur, beberapa pertanyaan berikut perlu dijawab:&lt;br /&gt;1. Adakah fraktur ini juga menyebabkan fraktur pada prosesus styloideus ulna atau pada collum ulna ?&lt;br /&gt;2. Apakah melibatkan sendi radioulnar ?&lt;br /&gt;3. Apakah melibatkan sendi radiokarpal ?&lt;br /&gt;Proyeksi lateral perlu dievaluasi untuk konfirmasi adanya subluksasi radioulnar distal. Selain itu, evaluasi sudut radiokarpal dan sudut radioulnar juga diperlukan untuk memastikan perbaikan fungsi telah lengkap. (Simon &amp; Koenigsknecht, 1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;H. Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Fraktur tak bergeser (atau hanya sedikit sekali bergeser), fraktur dibebat dalam slab gips yang dibalutkan sekitar dorsum lengan bawah dan pergelangan tangan dan dibalut kuat dalam posisinya.&lt;br /&gt;- Fraktur yang bergeser harus direduksi di bawah anestesi. Tangan dipegang dengan erat dan traksi diterapkan di sepanjang tulang itu (kadang-kadang dengan ekstensi pergelangan tangan untuk melepaskan fragmen; fragmen distal kemudian didorong ke tempatnya dengan menekan kuat-kuat pada dorsum sambil memanipulasi pergelangan tangan ke dalam fleksi, deviasi ulnar dan pronasi. Posisi kemudian diperiksa dengan sinar X. Kalau posisi memuaskan, dipasang slab gips dorsal, membentang dari tepat di bawah siku sampai leher metakarpal dan 2/3 keliling dari pergelangan tangan itu. Slab ini dipertahankan pada posisinya dengan pembalut kain krep. Posisi deviasi ulnar yang ekstrim harus dihindari; cukup 20 derajat saja pada tiap arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pembebatan : (d) penggunaan sarung tangan, (b) slab gips yang basah, (f) slab yang dibalutkan dan reduksi dipertahankan hingga gips mengeras&lt;br /&gt;Lengan tetap ditinggikan selama satu atau dua hari lagi; latihan bahu dan jari segera dimulai setelah pasien sadar. Kalau jari-jari membengkak, mengalami sianosis atau nyeri, harus tidak ada keragu-raguan untuk membuka pembalut.&lt;br /&gt;Setelah 7-10 hari dilakukan pengambilan sinar X yang baru; pergeseran ulang sering terjadi dan biasanya diterapi dengan reduksi ulang; sayangnya, sekalipun manipulasi berhasil, pergeseran ulang sering terjadi lagi.&lt;br /&gt;Fraktur menyatu dalam 6 minggu dan, sekalipun tak ada bukti penyatuan secara radiologi, slab dapat dilepas dengan aman dan diganti dengan pembalut kain krep sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fraktur kominutif berat dan tak stabil tidak mungkin dipertahankan dengan gips; untuk keadaan ini sebaiknya dilakukan fiksasi luar, dengan pen proksimal yang mentransfiksi radius dan pen distal, sebaiknya mentransfiksi dasar-dasar metakarpal kedua dan sepertiga. (Apley &amp; Solomon, 1995)&lt;br /&gt;Fraktur Colles, meskipun telah dirawat dengan baik, seringnya tetap menyebabkan komplikasi jangka panjang. Karena itulah hanya fraktur Colles tipe IA atau IB dan tipe IIA yang boleh ditangani oleh dokter IGD. Selebihnya harus dirujuk sebagai kasus darurat dan diserahkan pada ahli orthopedik. Dalam perawatannya, ada 3 hal prinsip yang perlu diketahui, sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Tangan bagian ekstensor memiliki tendensi untuk menyebabkan tarikan dorsal sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran fragmen&lt;br /&gt;• Angulasi normal sendi radiokarpal bervariasi mulai dari 1 sampai 23 derajat di sebelah palmar, sedangkan angulasi dorsal tidak&lt;br /&gt;• Angulasi normal sendi radioulnar adalah 15 sampai 30 derajat. Sudut ini dapat dengan mudah dicapai, tapi sulit dipertahankan untuk waktu yang lama sampai terjadi proses penyembuhan kecuali difiksasi&lt;br /&gt;Bila kondisi ini tidak dapat segera dihadapkan pada ahli orthopedik, maka beberapa hal berikut dapat dilakukan :&lt;br /&gt;1. Lakukan tindakan di bawah anestesi regional&lt;br /&gt;2. Reduksi dengan traksi manipulasi. Jari-jari ditempatkan pada Chinese finger traps dan siku dielevasi sebanyak 90 derajat dalam keadaan fleksi. Beban seberat 8-10 pon digantungkan pada siku selama 5-10 menit atau sampai fragmen disimpaksi.&lt;br /&gt;3. Kemudian lakukan penekanan fragmen distal pada sisi volar dengan menggunakan ibu jari, dan sisi dorsal tekanan pada segmen proksimal menggunakan jari-jari lainnya. Bila posisi yang benar telah didapatkan, maka beban dapat diturunkan.&lt;br /&gt;4. Lengan bawah sebaiknya diimobilisasi dalam posisi supinasi atau midposisi terhadap pergelangan tangan sebanyak 15 derajat fleksi dan 20 derajat deviasi ulna.&lt;br /&gt;5. Lengan bawah sebaiknya dibalut dengan selapis Webril diikuti dengan pemasangan anteroposterior long arms splint&lt;br /&gt;6. Lakukan pemeriksaan radiologik pasca reduksi untuk memastikan bahwa telah tercapai posisi yang benar, dan juga pemeriksaan pada saraf medianusnya&lt;br /&gt;7. Setelah reduksi, tangan harus tetap dalam keadaan terangkat selama 72 jam untuk mengurangi bengkak. Latihan gerak pada jari-jari dan bahu sebaiknya dilakukan sedini mungkin dan pemeriksaan radiologik pada hari ketiga dan dua minggu pasca trauma. Immobilisasi fraktur yang tak bergeser selama 4-6 minggu, sedangkan untuk fraktur yang bergeser membutuhkan waktu 6-12 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. Komplikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dini&lt;br /&gt;Sirkulasi darah pada jari harus diperiksa; pembalut yang menahan slab perlu dibuka atau dilonggarkan&lt;br /&gt;Cedera saraf jarang terjadi, dan yang mengherankan tekanan saraf medianus pada saluran karpal pun jarang terjadi. Kalau hal ini terjadi, ligament karpal yang melintang harus dibelah sehingga tekanan saluran dalam karpal berkurang.&lt;br /&gt;Distrofi refleks simpatetik mungkin amat sering ditemukan, tetapi untungnya ini jarang berkembang lengkap menjadi keadaan atrofi Sudeck. Mungkin terdapat pembengkakan dan nyeri tekan pada sendi-sendi jari, waspadalah jangan sampai melalaikan latihan setiap hari. Pada sekitar 5 % kasus, pada saat gips dilepas tangan akan kaku dan nyeri serta terdapat tanda-tanda ketidakstabilan vasomotor. Sinar X memperlihatkan osteoporosis dan terdapat peningkatan aktivitas pada scan tulang&lt;br /&gt;Lanjut&lt;br /&gt;Malunion sering ditemukan, baik karena reduksi tidak lengkap atau karena pergeseran dalam gips yang terlewatkan. Penampilannya buruk, kelemahan dan hilangnya rotasi dapat bersifat menetap. Pada umumnya terapi tidak diperlukan. Bila ketidakmampuan hebat dan pasiennya relatif lebih muda, 2,5 cm bagian bawah ulna dapat dieksisi untuk memulihkan rotasi, dan deformitas radius dikoreksi dengan osteotomi.&lt;br /&gt;Penyatuan lambat dan non-union pada radius tidak terjadi, tetapi prosesus styloideus ulnar sering hanya diikat dengan jaringan fibrosa saja dan tetap mengalami nyeri dan nyeri tekan selama beberapa bulan.&lt;br /&gt;Kekakuan pada bahu, karena kelalaian, adalah komplikasi yang sering ditemukan. Kekakuan pergelangan tangan dapat terjadi akibat pembebatan yang lama.&lt;br /&gt;Atrofi Sudeck , kalau tidak diatasi, dapat mengakibatkan kekakuan dan pengecilan tangan dengan perubahan trofik yang berat.&lt;br /&gt;Ruptur tendon (pada ekstensor polisis longus) biasanya terjadi beberapa minggu setelah terjadi fraktur radius bagian bawah yang tampaknya sepele dan tidak bergeser. Pasien harus diperingatkan akan kemungkinan itu dan diberitahu bahwa terapi operasi dapat dilakukan. (Apley &amp; Solomon, 1995)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-1882080246153937419?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/1882080246153937419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/fraktur-coles.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1882080246153937419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1882080246153937419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/fraktur-coles.html' title='Fraktur Coles'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-6611907985113598681</id><published>2009-04-21T22:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T23:28:24.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Hubungan antara AMPUTASI dan PROSTETIK</title><content type='html'>Amputasi biasanya dilakukan guna mengambil / mengangkat penyakit, bagian yang tidak berfungsi / mati atau rusak, walaupun ilmu kedokteran telah maju baik pada bidang antibiotik, bedah perifer dan mikrovaskuler serta pengobatan neoplasma dapat menyelamatkan anggota badan, tapi jika hal tersebut diperpanjang maka akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Untuk penentuan dilakukan amputasi atau tidak, seorang ahli bedah harus memahami bagaimana proses operasi dan rehabilitasinya, apakah prognosisnya cukup realistis sehingga dapat berfungsi maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan untuk mengamputasi melewati suatu proses emosional yang sering bersama &lt;br /&gt;nghilangkan angggota bagian akhir / bagian dekat dengan anggota badan bawah. Preaksial menunjukkan sisi radial atau tibial pada anggota badan. Post aksial menunjukkan sisi ulna atau fibular. Amputasi jarang dilakukan pada gangguan kongenital anggota badan atas.Bahkan anggota rudimeter biasanya masih berguna / dapat difungsikan. Pada anggota bawah pembedahan dilakukan pada defisiensi lokal femur proksimal dan tidak terdapat secara kongenital pada fibula atau tibia mengakibatkan sisa anggota yang berfungsi dan mempengaruhi pemasangan prostetik. Pada pertumbuhan anak, terdapat 2 pertimbangan utama dalam perubahan yang preporsional pada sisa anggota badan dan pertumbuhan yang berlesikan di bagian terminal. Amputasi diaphisis mengangkat pusat pertumbuhan epiphisis dan tulang menjadi tidak tumbuh. Apakah hal ini merupakan suatu tanda awal pada amputasi di atas lutut yang panjang pada anak kecil dapat menyebabkan anggota badan tersebut menjadi pendek dan sulit dipasang prostetik. Semua usaha harus dilakukan untuk menjaga epipisis distal dengan diartikulasi atau jika hal ini tidak mungkin, usahakan sisakan sepanjang mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan bagian terminal yang berlebihan terjadi serat bagian lain dari tulang anak yang dilakukan amputasi diaphisis tumbuh disekitar jaringan lunak : jika tidak diobati dapat menembus kulit. Pertumbuhan bagian terminal yang berlebihan biasanya terjadi di tulang humerus, tibia, fibula dan femur. Dilaporkan sekitar 8%-12% pada amputasi yang dilakukan pada anak-anak. Sejumlah prosedur pembedahan telah diterangkan untuk mengatasi masalah ini. Tapi metode terbaik adalah seperti yang diterangkan oleh Manguardi yaitu dengan eksisi adekuat atau ostogenus osteokondral. Walaupun tehnik autologos telah diterangkan / dilakukan tapi komplikasinya masih tetap muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan prostetik ketika anak sedang tumbuh merupakan suatu tantangan. Menurut ahli amputasi, anak mampu mengatasi masalah ini, dengan dukungan keluarga, maka pembiayaan perawatan menjadi cukup efisien. Pemasangan prostetik harus diawali dengan latihan ketrampilan motorik seperti pada orang normal. Pada anggota badan atas, diawali dengan keseimbangan ketika sedang duduk, biasanya pada usia 4-6 bulan. Awalnya dibantu alat dengan sisi yang melingkar kawat kontrol aktif untuk membuka ditambahkan ketika anak tertarik terhadap obyek alat tersebut. Biasanya pada tahun ke-2 dan ke-3 alat mioelektrik biasanya tidak digunakan hingga anak dapat menggunakan sendiri alat tersebut dengan tenaganya. Dikarenakan adanya kebutuhan fisik untuk memindahkan prostetiktersebut, pada anak-anak dapat berlebihan dalam penggunaan alat mioelektrik baik biaya, perawatan dan perbaikannya harus dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan prostetik pada ekstremitas bawah yang diamputasi biasanya dari gerak yang pelan, menarik hingga berdiri pada usia 8-12 bulan. Pada amputasi diatas lutut, kontrol lutut tak usahkan diharapkan segera. Unit pengunci lutut harus digunakan hingga anak dapat berjalan dan menunjukkan untuk lebih efisiensi dalam penggunaan prostetik. Pada langkah awal belum dapat berjalan secara jalan normal, dimana pola jalan tumit tak dapat diharapkan. Latihan berjalan formal jarang di tuntut hingga anak berusia 5 atau 6 tahun. Usaha agar tenaga berjalan segera muncul dengan sendirinya anak akan menyesuaikan pola berjalan yang efisien sesuai dengan perkembangan motoriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penilaian Preoperatif dan Pengambilan Keputusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan untuk mengamputasi anggota badan, merupakan suatu keputusan yang amat sulit. Lain halnya pengambilan keputusan dalam keuntungan pada pengobatan injeksi, penyakit vaskular perifer dan replantasi yang berfungsi untuk mempertahanan anggota badandan mencegah kematian.&lt;br /&gt;Penyakit Vaskuler dan Diabetes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iskemia pada penyakit vaskuler perifer menjadi makin sering sebagai alasan amputasi dalam masyarakat. Kurang lebih ½ dari pasien-pasien ini juga menderita diabetes. Penilaian pre op pada pasien ini terdiri atas; pemeriksaan fisik dan penilaian perfusi, nutrisi dan imunokompetensi skrening pre op dapat membantu prediksi penyembuhan yang sukses, tapi tak ada uji tunggal yang 100% akurat, dan semua test / uji memiliki angka flase negatif. USG dopler merupakan alat yang mudah tersedia untuk mengukur aliran darah di ekstremitas tapi kalsifikasi dinding arteri meningkatkan tekanan akibat pembuluh darah yang terkena. Tekanan yang rendah menunjukkan perfusi yang jelek. Walaupun nilai normal dan tinggi dapat terjadi akibat kalsifikasi dinding pembuluh darah dan menunjukkan perfusi yang normal pada luka yang sembuh. Tekanan darah di tumit nampaknya lebih menunjukkan prediksi kesembuhan dibanding di engkel. Kadang PO2 dan CO2 transkutaneus non invasif lebih mudah dikerjakan dibanyak laboratorium vaskuler. Kedua zat itu menunjukkan secara statistik akurat dalam memprediksi penyembuhan luka amputasi, tapi false negatif masih nampak pengaruh. Xenon 133 merupakan pembersih kulit yang digunakan secara sukses untuk memprediksi penyembuhan amputasi, tapi preparat salep / solutio Xenon 133 tergantung teknik penilaian, butuh waktu lama dan biaya mahal . Setelah dihubungkan dengan percobaan-percobaan prospektif, seorang penulis yang antusias tidak yakin bahwa Xenon 133 memiliki nilai prediksi, dan percaya bahwa TcPO2 dan TcPCO2 lebih prediktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nutrisi dan imunokompetensi menunjukkan hubungan langsung dengan penyembuhan luka amputasi. Sehingga banyak test laboratorium bersedia untuk menilai nutrisi dan imunocompetensi , walaupun mahal. Albumin serum dan jumlah limfosit total merupakan parameter yang murah. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan kesembuhan amputasi pada penderita dengan gangguan sirkulasi tapi albuminnya &gt; 3,0/3,5 g/dl dan jumlah total limfosit &gt; 1.500 cell/mm3. Secrening gizi preoperatif direkomendasikan untuk diperbaiki sebelum operasi. Jika perbaikan gizi tak memungkinkan, amputasi pada tingkat yang lebih tinggi dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat aktivitas pasien potensi rawat jalan, ketrampilan kognin dan semua kondisi medis lainnya harus dinilai untuk menentukan apakah amputasi pada tingkat yang lebih rendah dimungkinkan pada pasien rawat jalan, tujuannya adalah untuk mencapai kesembuhan pada tingkat amputasi yang lebih rendah dapat menguntungkan pada pemasangan prostetik dan rehabilitasi dapat berjalan sukses. Penelitian terbaru pada pasien dengan gangguan sirkulasi dan diabetes 70-80% sembuh dengan amputasi di bawah lutut atau lebih rendah lagi. Hal ini berbeda sekali dengan 25 tahun yang lalu ketika 80% amputasi sukses dilakukan di bawah lutut. Pada penderita non rawat jalan tujuannya untuk mencapai kesembuhan luka, meminimalisasi komplikasi dan memperbaiki keseimbangan dalam duduk, perpindahan dan perawatan. Sebagai contoh posisi tidur pasien dengan kontraktif fleksi lutut lebih baik dilakukan disartikulasi lutut. Penilaian pre op. pada pasien yang potensial untuk dipasang prostetik dapat membantu pemilihan tingkat amputasi secara bijak dan rehabilitasi post operasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TRAUMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi mutlak muncul dilakukan amputasi yaitu pada trauma yang mengakibatkan iskemi pada ekstremitas tanpa bisa memperbaiki kerusakan vaskulernya, kemudian dipertahankan tapi akhirnya diamputasi dengan prosedur pembedahan yang rumit, membuang waktu, uang dan emosional. Penelitian-penelitian terbaru menunjukkan nilai / kesimpulan bahwa amputasi awal akan mencegah gangguan emosional, kekeluargaan, financial dan keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan perawatan / penanganan pada awal setelah amputasi berbeda antara ekstremitas atas dan ekstremitas bawah. Pada ekstremitas atas dengan gangguan fungsi yang berat biasanya kurang terpelihara dibanding pemakaian prostetik sebagai alat bantu tangan, pada waktu awal. Walaupun disfungsi ekstremitas bawah tidak mampu menahan beban berat badan, timbul nyeri, deformitas atau akibat kehilangan tensor sering berkurang di banding dengan kaki prostetik, khususnya jika amputasi di bawah lutut, syme’s atau sebagian kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini grade pada ekstremitas bawah sudah ada, dengan sistem skoring. Prediktor tidak dapat secara mutlak menilai fungsi atau outcome, tapi harus melayani dengan membantu ahli bedah untuk menerangkan titik berat luka dan risikonya jika dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TUMOR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien yang menderita neoplasma muskuloskeletal keputusan awalnya adalah untuk mempertahankan ekstremitas dan diberi khemoterapi adjuvan dan radioterapi. Energi yang dikeluarkan setelah operasi dapat ditentukan perbandingaan kecepatan berjalan, konsumsi oksigen setiap berjalan 1 m, presentase kapasitas aerobik maksimal yang digunakan selama berjalan menunjukkan bahwa pasien dengan reseksi blok dan lutut pengeluaran energinya lebih rendah selama berjalan dibanding amputasi di bawah lutut, reseksi anthrodesis atau pemisahan, tumor-tumor maligna yang berada pada lutut, menunjukkan tidak ada perbedaan dengan perbedaan kecepatan berjalan atau konsumsi oksigennya. Analisis outcome fungsional mengungkapkan bahwa pasien dengan amputasi tidak khawatir terhadap kerusakan yang terjadi pada ekstremitasnya tapi penderita ini kesulitan untuk melangkah pada tempat yang rata atau licin. Pasien dengan anthrodesis lebih memiliki ekstremitas yang stabil dan nampaknya tergantung kerja fisik dan aktivitasnya dan sulit untuk duduk. Pasien-pasien dengan anthroplasti hidupnya menetap dan lututnya perlu dilindungi tapi mereka lebih mengerti perawatan anggota badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasien-pasien tumor, tingkat amputasinya harus diputuskan dengan hati-hati guna mencapai operasi yang tepat. Jika operasi incisi mengenai lesi, dan jika operasi incisi mengiris daerah peradangan tapi bukan lesi disebut marginal. Jika operasi mengincisi beberapa bagian, tapi tepinya merupakan daerah peradangan, maka tepinya luas. Dan jika incisi operasi di luar daerah yang terpengaruh lesi disebut radikal, hal ini memungkinkan outcomenya jelek atau menjadi rencana amputasi yang jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OPERASI Teknik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik operasi amputasi berbeda dibanding prosedur operasi lainnya khususnya penanganan jaringan lunak dapat teratasi dalam hal penyembuhan luka dan outcome fungsional. Akibat trauma jaringan sirkulasinya sering terganggu dan resiko kegagalan cukup tingggi terhadap penyembuhan tanpa memperhatian teknik penanganan jaringan. Flap harus dijaga tetap tebal, dicegah agar terpisah dengan kulit, sub cutan, fasial dan otot. Pada orang dewasa, periosteum harus dibuang di bagian distal dari tingkat reseksinya. Pada anak-anak pengambilan periosteum sejauh 0,5 cm dari distal dapat membantu mencegah pertumbuhan terminal berlebihan dan seluruh tepi tulang dalam keadaan lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian otot yang berfungsi sebagai contraktif yang menempel pada tulang dihilangkan ketika operasi. Insersi otot bagian distal dapat diperbaiki dengan memanfaatkan fungsi anggota badan yang tersisa untuk mencegah atrofi dengan melakukan keseimbangan dengan merubah tenaga/gaya yang dihasilkan anggota badan yang amputasi. Myodesis, hubungan langsung otot dan tendon atau otot dan tulang, sangat efektif untuk amputasi di atas lutut atau di atas siku dan pada diartikulasi lutut dan siku. Myoplasti memperbaiki hubungan otot dan periosteum atau otot dengan otot. Stabilisasi massa otot mencegah pembentukan otot yang bergerak tertarik yang dapat menimbulkan nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pengembalian nervus mengakibatkan pembentukan neuroma. Pembedahan mengusahakan untuk mengurangi timbulnya neuroma termasuk pada transeksi yang bersih, ligasi, pemotongan, kauterisasi, dan penutupan perineural dan anastomosis. Tindakan yang terbukti lebih efektif selain dengan retraksi yang hati-hati dan reseksi nervus yang bersih dengan melakukan pemotongan di ujung untuk menarik ke jaringan lunak, guna menghindarkan jaringan parut dan titik penekanan prostetik. Terikatnya nervus ditandai adanya perdarahan dari pembuluh darah yang terdapat nervus cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Graft kulit split-thickness umumnya dilakukan dengan harapan sendi lutut atau siku tulang-tulangnya stabil dan dapat ditutupi otot dengan baik. Graft kulit yang dilakukan dengan baik yang di dukung jaringan lunak yang adekuat dan paling tidak tahan lama. Prostetik harus terbuat dari silikon, dapat membantu mengurangi pengguntingan permukaan dan memperbaiki daya tahan graft kulit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perawatan Post Op&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi ditawarkan kesempatan untuk memanipulasi lingkungan fisik dari pada luka selama penyembuhan. Balutan yang halus, pengawasan terhadap ruangan di sekitar, balutan yang lembut, dan traksi kulit merupakan metode yang dapat diterangkan. Penggunaan balutan yang halus akan mengontrol udem, mencegah trauma, menurunkan nyeri, dan membuat mobilisasi lebih awal demikian juga rehabilitasinya. Penggunaan (IPOP) prosthesis segera setelah operasi membuktikan jumlah waktu untuk maturasi ekstremitas menurun dan waktu pemasangan prostetik sebagian besar ahli bedah akan memulai penumpuan berat badan sebagian/parsial setelah terjadi perubahan pertama pada hari ke-5-10. Jika luka nampak steril. Penumpuan berat badan segera setelah Op dapat diawali dilakukan pada pasien tertentu. Balutan kaku dan IPOP harus digunakan secara hati-hati, tapi aplikasi mudah dipelajari oleh para ahli bedah ortopedi. IPOP juga mungkin dipakai pada amputasi ekstremitas atas, dan latihan prostetik awal dengan alat ini diyakini meningkatkan lama penggunaan prostetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komplikasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensasi nyeri phantom, dirasakan pada seluruh bagian yang diamputasi. Hal ini terjadi pada awal setelah amputasi tapi tidak selalu sama. Sensasi Pantom biasanya timbul pada bagian yang diamputasi misalnya pada kaki atau tangan yang diamputasi pada saat digerakan. Sebanyak 1% dan 10% penderita yang diamputasi mengalami nyeri phantom dikarenakan Intervensi pembedahan tidak berhasil. Pengobatan non invasif, seperti pijat, kompresi terus menerus, penggunaan prostetik atau stimulasi listrik trankutaneus kadang dapat membantu. Sering gejala-gejalanya sama berupa distrophi simpatik reflex. Distrophi simpatik reflex dapat terjadi pada ekstremitas yang diamputasi dan harus di obati dengan sungguh-sungguh. Walaupun jarang, nyeri tidak berkaitan dengan amputasi. Diagnosis banding antara lain nyeri nervusradikuler, antritis sendi di proksimal, dan nyeri iskemik. Nyeri phantom dapat dicegah atau diturunkan dengan anestesi epidural ketika operasi atau anestesi intraneural setelah op dengan cara langsung memotong nervus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Udem.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udem post op. umum terjadi pada amputasi. Balutan yang kaku dapat membantu mengurangi masalah ini. Apabila digunakan balutan lunak harus dikombinasikan dengan bungkus pada ujung distalnya, guna mengontrol edem, khususnya jika direncanakan akan memakai prostetik. Komplikasi utama pada bungkus ini jika digunakan bungkus yang terlalu tebal yang dapat menimbulkan kongesti, edem dan ujung amputasi bentuknya tidak bagus. Kesalahan umum lainnya adalah pada bungkus amputasi atas lutut dengan pinggang amputasi yang lunak termasuk juga pangkal paha dengan ujung amputasi bungkusnya tidak baik, ekstremitas sempit tapi dengan abduktor yang besar. Bentuk ideal dari ujung amputasi adalah siku aksis bukan konus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan prostetik yang jelek akan menimbulkan masalah pada ujung amputasi, sindrom udem ujung amputasi umumnya disebabkan kontriksi distal. Tanda udem, yaitu ; nyeri, darah di kulit, peningkatan pigmentasi keadaan ini biasanya merupakan respon awal pemasangan prostetik, revasi, dan kompensi. Veruka hiperplasi seperti pertumbuhan kulit yang berlebihan; disebabkan kekurangan kontak distal dan akibat kegagalan pengangkatan keratin normal. Massa tebal merupakan keratin dengan fisura dan tumbuh “oozzing” di ujung distal amputasi, dan sering terinfeksi. Infeksi harus dihilangkan, kemudian ekstremitas di sabun dan keratin yang lembut dihilangkan dengan pasta asam salisilat. Kadang hidrokortison topikal dapat membantu pada kasus yang ektrim. Prostetik yang dimodifikasi untuk memperbaiki kontak distal harus dibuat sehingga kekambuhan tidak terjadi. Sebab ujung distal yang lunak membuat modifikasi prostetik tidak nyaman, prostetik agresif dengan pendekatan terapi fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kontraktur sendi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kontraktur sendi biasanya terjadi di waktu antara operasi dan pemasangan prostetik. Kontraktur pre op jarang diperbaiki pada post op amputasi atas lutut, dengan deformasi gaya fleksi dan abduksi. Stabilisasi abduktor dan hematuring dapat melawan gaya deforming. Ketika post op pasien harus dicegah kaki diletakkan di atas bantal dan dilakukan gerakan aktif dan gerak pasif sejak awal termasuk posisi telungkup guna menarik pinggul, pada amputasi bawah lutut kontraktur fleksi lutut lebih dari 15° dapat menyebabkan kesulitan dalam pemasangan prostetik bahkan gagal penggunaan balutan panjang yang kaku pada pemasangan prostetik awal post op. Latihan penarikan otot Quadricep dan hamstring dapat mencegah kontraktur tersebut. Pencegahan adalah terbaik, karena bagian di bawah lutut sangat pendek mengakibatkan kontraktur di lutut sulit diperbaiki. Kontraktur siku terjadi pada amputasi bawah siku, khususnya jika sisa amputasi di bawah siku sangat pendek. Usaha pencegahan dapat dilakukan secara langsung, tapi jika kontraktur sudah terjadi dengan pemasangan engsel dapat merubah ROM yang terbatas menjadi lebih besar dengan gerakan prostetik.&lt;br /&gt;Penyembuhan luka yang gagal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan penyembuhan luka tidak umum, khususnya pada diabetes dan iskemia. Sebagian besar ahli bedah melakukan perawatan terbuka pada luka yang luasnya kurang dari 1cm dan operasi revisi untuk memperbaiki luka. Terdapat laporan bahwa dengan balutan keras dan IPOP dapat digunakan pada daerah luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masalah Dermatologi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piginitas umum yang baik, termasuk menjaga kaki dan prostetik tetap bersih, dengan menggunakan sabun dan dijaga tetap kering. Reaksi hiperemia pada awal dan nyeri setelah amputasi, hal ini biasanya berkaitan dengan perbaikan yang spontan. Kista epidermoid umumnya terjadi pada tepi soket prostetik, khususnya bagian belakang. Kista epidermal sangat sulit untuk diobati dan umumnya terjadi, bahkan setelah dieksisi. Pendekatan awal terbaik adalah dengan memodifikasi soket dan mengurangi penekanan yang berlebihan pada kista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dermatitis kontak dapat menjadi berat jika disertai infeksi. Dermatitis kontak iritasi primer disebabkan oleh zat asam basa atau benda tajam. Deterjen, dan sabun umumnya sebagai penyebab. Biasanya zat iritan tidak dibersihkan pada prostetik. Pasien dengan masalah ini harus menggunakan sabun yang ringan dan dicuci dengan baik. Dermatitis kontak alergika umumnya disebabkan oleh nikel dan krom dalam logam, anti oksidan dalam karet, karbon pada neoprene, garam Chromium yang digunakan untuk mengobati kulit, epoksi anplomer dan resin poliester yang merupakan pelapis soket. Setelah menghilangkan infeksi, zat iritan harus dijauhkan, ekstremitas direndam, gunakan cream steroid, dikompresi dengan balutan khusus atau “skrinkers”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infeksi kulit superficial umum terjadi pada amputasi. Follikulitis terjadi pada tempat berambut, kadang muncul segera setelah anggota yang diamputasi memakai prostesis. Palpitasi disekitar kelenjar ekrin. Follikulitis terjadi pada pasien yang dicukur. Hidradenitis terjadi pada kelenjar apokrin di daerah aksila, cenderung kronik dan respon terhadap pengobatan jelek. Soket yang dimodifikasi untuk mengurangi tekanan dapat membantu. Kandidiasis dan penyebab dermatophit lainnya mengakibatkan kulit bersisik dan kulit gatal, sering disertai vesikel dengan batas tegas dan tengah terang. Infeksi jamur yang didiagnosa melalui preparat potasium hidroksid (KOH) dan diobatai dengan agen anti jamur topikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prostetik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan utama prostetik pada anggota badan bawah termasuk penggunaan bahan baru yang dicampur dengan respon elastik dengan desain “menyimpan energi” dan juga dengan desain komputer dan dibantu perusahaan teknologi komputer (CAD-CAM). Pada pembuatan soket makin menyukseskan penggunaan prostetik mioelektrik untuk ekstremitas atas. Ahli bedah yang meresepkan prostetik Ekstremitas harus memahami secara mendasar gambaran umum sehingga komponen yang digunakan penderita maksimal sesuai dengan keperluannya. Resep prostetik yang baik tipe soketnya spesifik, apakah tipe dengan suspensi, dengan konstruksi untuk berjalan, dengan sendi khusus atau alat terminal. Soket dapat sebagai socket yang keras dengan permukaan yang minimal atau dapat berupa garis. Pada amputasi di atas lutut, dengan luas soket berbagai tipe tersedia dari desain quadrilateral tradisional hingga desain lebih baru mediolateral yang sempit. Prostesis tergantung pada badan dengan pengikat, sabuk, kontur soket, penyedot, penggesek, dan kontrol otot fisiologis. Kontruksi “Shank” dapat berupa kerangka sistem eksoskeletal dapat lebih bertahan lama tapi teknologi materialnya lebih baik, jadi daya tahan dan penampakannya sebagai sistem eksoskeletal. Berbagai tipe sendi siku, jari, lutut, engkel tersedia sebaik alat terminal multiguna, termasuk tangan, kepalan, kaki yang sudah disesuaikan untuk olah raga dan kerja. Tanpa sensasi tujuan gerak sering diganti propioseptip ekstremitas atas, yang akan menghambat tujuan gerak dan membuat penggunaan ekstremitas atas menjadi sulit. Maka dari itu dokter harus membuat resep sesuai dengan keadaan individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini prosthesis dibuat dari bahan thermoplastik atau soketnya dilapisi lebih, dari cetakan-cetakan ini tidak mencontoh sisa anggota, tapi berupa modifikasi agar soket tidak menyesuaikan dengan tekanan. Uji soket dari plastik umumnya dibuat guna melihat kulit di daerah yang bermasalah. Teknologi AFMA (Automated Fabrilasi of Mobility Aids) desainnya menggunakan bantuan komputer dan pabrik memiliki ahli prostesis dengan digitalisasi sisa ekstremitas ditambah modifikasi standar biasanya digunakan untuk cetakan dan ditawarkan tambahan menipulasi yang baik bentuk dengan skreen komputer. Komputer dapat secara langsung membuat cetakan atau membuat soket. Teknologi AFMA dapat menurunkan waktu prothesis dalam membuat cetakan dan menawarkan waktu untuk dievaluasi tentang kelurusan prostesis dan latihan berjalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen mioelektrik umumnya tidak di resepkan hingga pasien dapat menggunakan alat tenaga badan utama, alat mioelektrik telah digunakan secara sukses pada amputasi di bawah siku tengah walaupun amputasi bawah siku panjang rotasinya lebih baik jika ruangannya sempit dapat diisi elektronik mirip ekstremitas kebutuhan lebih besar pada amputasi ekstremitas atas pada tingkat yang lebih proksimal, tapi berat dan kecepatan komponen mioelektronik telah dihindari. Alat myorid yang digunakan dengan tenaga badan dan komponen mioelektrik dapat menjadi efektif. Otot yang stabil dengan miodesis atau teknik mioplasti nampaknya sebagai tanda penggunaan mioelektrik akan lebih baik.&lt;br /&gt;Tingkat Amputasi Dan Princip Prostetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EKSTREMITAS ATAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi Tangan. Walaupun teknik replantasi pembedahan mikro menurunkan insidensi amputasi. Masih banyak pasien yang mengalami kegagalan pada replantasi. Rekonstruksi dilakukan menyeluruh pada pemasangan ibu jari dengan tranposisi sinar, atau transfer tumit ke tangan. Sebagian protesis tangan berfungsi untuk menyiapkan stabilnya ekstremitas setelah amputasi dengan melawan sisa jari atau palmar. Fungsinya terbatas, tangan sangat berguna dan bagian tubuh yang penting untuk mencitrakan tubuh. Banyak pasien dengan amputasi sebagian dapat lebih menguntungkan jika dibuat prothesis tangan kosmetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Finger Disarticulasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disartikulasi jari punya 2 keuntungan dibanding amputasi yang lebih pendek dan amputasi bawah siku. Penopang sendi radio-ulna distal tetap dipertahankan agar dapat berotasi. Dan penopang radial distal untuk melebar secara dramatik memperbaiki suspensi prostetik dan tak ada keuntungan untuk menopang tulang karval, tenodesis gerak lengan atas guna menstabilisasi otot. Perbaikan fisiologi dan penampilan mioelektrik substitusi prosthetik pada disartikulasi jari, yang kecil lebih rumit dibanding amputasi bawah siku. Unit jari konvensional umumnya tidak digunakan karena akan bertambah panjang dan kadang alat terminal harus dimodifikasi karena panjangnya. Disartikulasi jari juga lebih sulit untuk dipasang prostesis mioelektrik sebab ruangannya kurang untuk mendapatkan sumber energi (power suplai). Meskipun demikian pada pasien tetap menggunakan prostesis. Beberapa pasien yang tidak puas dengan fungsi tangannya dapat memperbaikinya dengan melakukan disartikulasi jari dan menggunakan prostesis standar. Keputusannya bersifat individual dan didasarkan pada faktor-faktor pendukung seperti : tingkat keparahan jaringan lunak yang hilang, nyeri, penampakkan, fungsi yang didapat dan citra badan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amputasi Below elbow.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien amputasi bawah siku sangat fungsional dan rehabilitasi dengan prostesis telah berhasil diperkirakan mencapai 70-80%. Rotasi lengan kedepan dan kekuatannya proposional dan panjangnya tetap mioplastika. Penutupan harus dilakukan untuk mencegah nyeri bursa, untuk memfasilitasi suspensi otot secara fisiologis dan untuk memfasilitasi protesis mioelektrik yang digunakan. Amputasi bawah siku yang pendek memerlukan tambahan suspensi, soket munster, atau sisi engsel pinggir dan sebuah kancing humeral. Suspensi tipe ini mempertahankan flexi dan ekstensi siku tapi dengan rotasi yang terbatas, dengan mempertahanan sendi siku dan perhatian yang tidak berlebihan. Skin graft harus dipertimbangkan agar fungsinya lebih menguntungkan. Pemasangan engsel dilakukan apabila ROM siku aktif walaupun prostesis dengan tenaga badan dapat berfungsi pada keadaan ini. Pada keadaan ini juga dapat sukses dengan menggunakan alat mioelektrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amputasi Krukern Berg’s&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi kineplastik krukern berg’s memudah ujung amputasi bawah siku ke arah penjepit radial ulna sehingga memegang dengan kuat dan penggunaan manipulasi yang baik akibat sensasi pada “jari” lengan bawah. Hal ini dapat dilakukan sebagai prosedur sekunder pada amputasi bawah siku dengan ekstremitas sisa &lt; 10 cm dari olekranon. Kontraktur flexi siku &lt; 70% dan preparat fisiologi baik. Hal ini tak harus dilakukan amputasi primer. Amputasi krukern berg dapat sempurna tidak tergantung aktifitas hariannya sebab sensor penyempit terpelihara, sebagai mekanisme genggaman. Secara sederhana, prosedur ini ditujukan pada amputasi bawah siku bilateral, tapi hal ini menunjukkan sedikit pada unilateral. Pada amputasi bawah siku dengan tujuan untuk dipasang prostesis atau pada pasien yang sulit dipasang prostesis karena fasilitas tak tersedia. Konvensional prostesis tidak hanya dipakai pada lengan bawah Krukern berg saja dan alat mioelektrik dapat disesuaikan pada penggunaan gerakan lengan bawah. Ketidakuntungan yang utama adalah penampakan lengan bawah yang unik, yang mana beberapa orang mempertimbangkan untuk tidak memakai, sebagaimana masyarakat yang mudah mengerti dan menerima seseorang yang cacat Preparasi pre op yang intensif dan konseling disarankan. Disartikulasi siku; disartikulasi siku menguntungkan kondilus karena mudah prostetik diperbaiki amputasinya dan memindahkan rotasi humerus. Pengungkit lengan yang makin panjang sehingga menjadi kuat. Ketidakuntungannya adalah pada desain sisi siku. Sisi luar besar dan keras. Unit siku konvensional mengakibatkan panjang lengan atas tidak proporsional dan lengan bawah pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amputasi above elbow :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasien amputasi atas siku Semua jaringan lunak menutupi harus dipelihara pada amputasi atas siku. Bahkan jika hanya disisakan caput kumerus dan ekstremitas sisa yang panjang tidak berfungsi harus dipelihara. Kontur lengan yang merupakan bagian kosmetik harus diperbaiki. Miodesis membantu memelihara kekuatan bisep dan trisep, kontrol prostetik dan tanda mioelektrik. Balutan kaku pada awal post op. dan pemasangan prostetik hampir pada semua amputasi dapat berhasil. Terapi fisik post amputasi pada amputasi lengan atas dibatasi sendi proksimal dan fungsi otot, Sebab alat terminal biasanya dikontrol gerakan aktif bahu. Penggunaan prostetik awal dan terapi dapat mencegah kontraktur dan pemeliharaan kekuatan. Suspensi prostetik secara sederhana bergabung dengan tenaga tubuh, tapi hal ini dapat membuat tidak nyaman. Teknik suspensi sedot atau osteotomi angulasi humerius merupakan teknik yang jarang dilakukan. Beberapa pilihan prostetik untuk amputasi di atas siku, termasuk yang menggunakan tenaga manusia atau prostesis cangkokan yang menggunakan kontrol mioelektrik pada siku atau alat terminal dan tenaga tubuh untuk lainnya. Banyak amputasi atas siku bilateral disarankan untuk tidak memakai prostesis atau kadang-kadang saja sebagai prostesis kosmetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang amputasi atas siku dipili sebagai management lengan disfungsi akibat luka pada plexus brachialis dengan keuntungan bahu tidak terbebani juga sendi skapulo thoraks dan pengambilan lengan yang paralisis yang menghalangi fungsinya. Dilakukannya anthrodesis pada bahu masih kontroversial dan harus dilihat secara individual. Pada studi klinik menemukan, pasien dengan amputasi di atas siku dapat kembali bekerja dengan baik. Diharapkan prostetik pada pasien ini harus dibatasi, karena prostesis akan menambah berat dan mengganggu gerakan bahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Disartikulasi Shoulder dan Amputasi ke 4 anggota Badan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini jarang, amputasi mutilasi dilakukan hanya pada kasus keganasan atau trauma yang berat. Penggabungan prosthesis mioelektrik dapat dilakukan, tapi sangat mahal, dan perlu perawatan yang intensif. Tenaga tubuh prostesis sangat berat, keras dan kurang nyaman dan sulit digunakan oleh sebagian besar pasien dengan amputasi proksimal dan mendapat prostetik memperbaiki kosmetik dan penilaian baju sering dengan cetakan lembut yang sederhana bagian luar bahu dengan harapan sebagai prosthesis alternatif dengan tangan yang penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EKSTREMITAS BAWAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi kaki. Amputasi kaki dapat dilakukan dengan cara tertutup dari sisi ke sisi atau dari dorsal ke plantar merupakan cara yang terbaik. Tulang harus dipotong sependek mungkin agar jaringan lunak yang menutup tidak terjadi penarikan sehingga dilakukan disartikulasi atau metaphisis. Pada amputasi kaki, sesamoid dapat stabilkan pada posisinya untuk menopang berat badan dengan melepas dasar phalank proksimal atau tenodesis tendon plexor kalus brevis. Diharapkan hati-hati pada amputasi kaki, sebab dapat terjadi deformitas falgus yang berat pada kaki. Deformitas dapat dicegah dengan amputasi sinar kedua atau dengan penyatuan metatarsal-palank pertama. Pada amputasi palank metatarsal, pemindahan tendon ekstensor ke kaput dapat membantu mengangkat kepala metatarsal, pemasangan prostetik tidak khas ditemukan setelah amputasi jari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi sinar untuk mengangkat jari kaki dan semua atau beberapa yang berkaitan dengan metatarsal. Amputasi sinar yang terisolasi dapat menjadi lama, meskipun dengan amputasi sinar multipel, khususnya pada pasien dengan gangguan sirkulasi dapat menyempitkan luka kaki yang eksesis, dan berpengaruh terhadap tumpuan berat badan dan daerah baru yang mendapat tekanan kalus-kalus dan ulserasi. Pemberian prostesis termasuk dalam dengan model cetakan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transmetatarsal dan amputasi lisfranc mudah dikerjakan dan kuat. Penutup plantar yang panjang dianjurkan, tapi ½ dari plantar dan ½ dorsal dapat dikerjakan juga. Maka dari itu perlu pembungkus yang lebih kuat dibanding tingkat amputasinya, tulang harus sependek mungkin agar diperoleh jaringan penutup yang cukup sehingga tak terjadi tegangan. Otot yang seimbang disekeliling kaki harus dievaluasi dengan hati-hati, khususnya ketegangan urat jari kaki, tibialis anterior, tibialis posterior dan kekuatan otot per oneal. Amputasi pertengahan kaki lebih baik pendek sebagai pengungkit kaki, untuk itu tendon achius diperpanjang jika diperlukan. Insersio Muskulus tibial atau per oneal harus direkatkan lagi jika lepas ketika reseksi tulang. Sebagai contoh, jika dasar jari kaki kelima di reseksi, insersi perineus brevis harus di pasang lagi ke luboid. Pada pasien dengan gangguan sirkulasi, reinsensi dapat dilakukan dengan minimanl diseksi untuk mencegah kerusakan jaringan dikemudian hari. Latihan post op. dapat mencegah deformitas, mengkontrol udem dan rehabilitasi dengan cepat. Pemberian prostetik bermacam-macam. Beberapa pasien beruntung sejak awal dengan atrosis engkel-kaki dengan lempeng kaki yang panjang dan dengan prostetik jari. Kemudian prostetik jari dikombinasi dengan sepatu khusus, akan lebih baik prostetik kosmetik sebagian kaki juga tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi Chopart mengamputasi tungkai bawah dan tungkai atas, dengan mempertahankan talus dan calcaneus. Penyeimbangan dapat mencegah deformitas equinus dan varus yang disertai pemotongan tendo achiles, tendon tibialis anterior atau extensor di gitorius di pindah ke talus dan dibalut post operatif. Jika deformitas terjadi, pasien dengan amputasi chopart dan Syme’s disamakan dengan tingkat Chopart. Amputasi kaki bagian belakang Boyd adalah amputasi dengan telectomi dengan antrodesis calcaneal-tibial setelah transeksi ventikal melalui kalkaneus tengah, dan rotasi kearah depan pada calcaneus posterior dibawah tibia. Amputasi yang dilakukan pada anak seperti di atas dengan mempertahankan pusat pertumbuhan dan panjangnya, mencegah terjadi perpindahan tumit kaki dan memperbaiki suspensi soket. Penelitian pada anak menunjukkan perbaikan pada amputasi kaki bagian belakang dibanding amputasi cara Syme’s, yang membuktikan bahwa kaki belakang seimbang dan tidak terjadi deformitas equinus. Prostesis kaki belakang/bawah dapat lebih memperbaiki stabilitas dibanding prostesis kaki tengah guna menjaga posisi tumit kaki ketika berjalan. Komponen bagian depan dapat ditambahkan pada autotik engkel kaki tipe prostetik, atau prostetik terbuka bagian posterior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amputasi Syme’s.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amputasi syme’s merupakan disartikulasi engkel yang mana calkaneus dan talus diangkat dengan hati-hati, kulit jari kaki dipelihara dan juga lemaknya guna menutupi tibia distal. Maleolus harus diangkat. Masih kontroversial apakah untuk mengangkat maleolus sejak awal atau pada operasi tahap ke-2, yaitu 7/8 mg setelah operasi. Keuntungan pada 2 x op. adalah bahwa sirkulasi pada pasien dengan gangguan sirkulasi menjadi baik. Dan ketidakuntungannya, rehabilitasinya terlambat. Berdasarkan penelitian tidak ada komplikasi pada amputasi Syme’s berupa migrasi lemak di posterior atau medial. Pilihan untuk menstabilkan lemak adalah dengan tenodesis tendon achiles ke tepi posterior tibia melewati lubang dengan memindahkan di tibia anterior dan extensor tendon digitorius ke bagian lemak anterior, dengan memindahkan kartilago dan tulang subchondral untuk menempelkan lemak pada tulang, tanpa atau dengan fiksasi. Balutan secara hati setelah op. dapat juga membantu menjaga lemak tetap di bawah tibia selama penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi Syme’s merupakan tingkat penopang tubuh terakhir. Mempertahankan permukaan tetap lembut pada tibia distal dan tumit kaki. Amputasi bawah dan dan atas lutut tidak membuat pemindahan penopang berat badan secara langsung sebab pada ini, amputasi jarang dapat gunakan tanpa prostesis pada keadaan darurat. Prosthesis untuk amputasi syme’s lebih luas dibanding pada tingkat engkel dibanding prosthesis untuk bawah lutut. Dalam hal kepentingan keduanya sama saja. Material yang lebih baru dan operasi yang lebih sempit yang melewati maleolus kurang memperhatikan hal ini sebab beberapa amputasi profil yang lebih bawah dari beberapa kaki dengan respon elastik yang lebih baru, amputasi syme’s saat ini lebih menguntungkan karena teknologi yang menyimpan tenaga soket tidak memerlukan kontur yang tinggi pada desain penumpu tendon patela sebab kualitas anggota badan jika untuk menopang berat badan. Soket dapat diganti-ganti untuk posterior atau medial. Apabila anggota badan ujungnya bulat, atau soket yang flexibel tapi didesain sehingga dapat dipakai pada ujung anggota badan yang kurang bulat. Disebabkan bagian tibia yang melebar, soket amputasi syme’s mempunyai suspensi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amputasi below knee.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Amputasi bawah lutut merupakan amputasi anggota badan yang paling umum. Teknik dengan Flap posterior, merupakan suatu standar dan harapannya akan baik pada penderita dengan gangguan sirkulasi. Flap anterior posterior, sagital dan miring dapat digunakan pada pasien-pasien tertentu. Transeksi tingkat tibia sepanjang mungkin antara tuberkel tibia dan hubungan antara tibia tengah dengan 1/3 bawah tibia, karena tersedia jaringan yang sehat sebagai dasar. Amputasi di 1/3 distal tibia memiliki jaringan lunak yang sedikit dan lebih sulit untuk dipasang prostesis sehingga dipakai tidak nyaman. Tujuannya adalah sisa anggota badan berbentuk silinderis dengan otot yang stabil, bantalan di tibia distal, dan bekas luka/jaringan parut yang tidak melekat atau menempel. Amputasi bawah lutut yang baik khususnya membutuhkan dengan balutan keras/kaku dan penatalaksanaan prostetik post op. yang segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Synostosis tibiofibular distal, dengan prosedur Ertl tidak lazim dilakukan. Prinsipnya adalah membuat bentuk tulang bagian distal sebaik mungkin untuk menopang berat badan, tapi hal ini jarang dipakai. Komplikasi nyeri karena non union sulit untuk diobati. Synostosis tibiofibular distal menunjukkan diastrosis trauma yang luas akan memperbaiki stabilitas tulang dan jaringan lunak, tapi hal ini jarang ditunjukkan pada pasien dengan gangguan sirkulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian variasi desain prosthesis tersedia untuk amputasi bawah lutut. Soket dapat didesain sebagai gabungan penggaris untuk meningkatkan kenyamanan dan untuk mengakomodasi perubahan sedikit pada sisa anggota badan yang diamputasi. Penggaris ini juga meningkatkan perspirasi, tapi dapat menjadi tidak nyaman dan kurang bersih pada iklim panas dan dingin. Soket keras didesain dari katoon atau wool sebagai pembungkus anggota badan yang diamputasi dalam bentuk tipis atau tebal yang bersinggungan dengan kaki dan soket. Soket yang keras mudah dibersihkan dan lebih kuat dibanding penggaris. Soket ISNT (Icelendic-Sweden New York) menggunakan bahan yang flexibel dengan lapisan luar yang lebih halus soket yang flexibel bentuknya berubah-ubah untuk mengakomodasi kontraksi otot. Soket ini juga dapat berguna yang berjaringan parut dan sulit di pasang prosthesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soket dengan ujung terbuka dengan sisi sendi dan korset paha saat ini tidak banyak digunakan kecuali pada pasien yang sebelumnya telah berhasil memakai, atau pada pasien yang jauh dari perawatan prosthesis. Bentuk penumpu tendon patella umumnya digunakan untuk amputasi bawah lutut. Meskipun demikian posthesis ini mayoritas penumpu berat badan di medial tibial dan lateralnya diruangan interosseus, dan sejumlah lebih sedikit pada tendo patella.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sispensi prosthesis bawah lutut sangat mahal. Sispensi yang paling sederhana dan paling umum adalah tali pengikat suprapatellar, yang bungkusnya di atas lorsilus femoris dan patella. Soket dapat didesain untuk menggabungkan suprakondiler atau lempeng pegangan diatas condilus femoral, tapi bentuknya yang lebih tinggi, lebih besar dan kurang bagus dilihat. Sabuk pinggang dan suspensi pengikat “garpu” sangat membantu amputasi bawah lutut yang pendek menurunkan pengocokan pada soket, atau pada pasien yang aktifitasnya banyak memerlukan suspensi. Untuk anggota badan yang miskin jaringan lunak atau nyeri lutut intrinsik, tepi lebar dan korset paha dapat membantu kaki bawah dan memindahkan berat badan ke paha. Lengan baju suspensi dibuat dari latek atau neopyrene yang lebih umum dipakai. Latek lebih bagus, tapi kurang tahan lama dan dapat mengkerut. Neoprene lebih awet dan tidak mengkerut, tapi kadang pasien dapat menderita dermatitis kontak. Suspensi paling baru dengan menggunakan bahan dasar silikon yang dapat berputar, dengan gesekan yang ringan. Sedikit logam diujung distal penggaris/batang dan terkunci pada soket prostetik yang terjamin penggantung soket pada penggaris. Beberapa/banyak pasien menyukai suspensi yang terjamin dan merasakan kontrolnya membaik. Penggaris dengan bahan dasar silikon kurang tahan lama dan umumnya sering diganti/dipindah. Banyak kaki prostetik saat ini tersedia, dari engkel solid asli dengan bantal jari kaki, hingga yang lebih baru yang menyimpan energi, dengan teknologi elastik. Dengan berbagai macam desain tumit kaki, engkel dan pylon. Biaya dan fungsi sangat bervariasi dapat dibuat resep yang tepat untuk pasien indifidu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi melewati lutut : Disartikulasi yang melewati lutut menandakan pasien ini tidak dapat berpindah-pindah, tapi dapat disediakan jaringan lunak pada disartikulasi lutut. Hal ini dilakukan karena trauma. Pada pasien dengan gangguan sirkulasi, suplai darahnya harus baik. Disartikulasi lutut pada pasien dengan gangguan sirkulasi menunjukkan tak dapat berjalan. Khususnya jika disertai kontraktur flexor. Penutup sagital nampaknya lebih cepat sembuh dibanding anterior-posterior. Patela dipertahankan dan tendon patela, dijahit sebagai dasar untuk stabilisasi komplek quadrisep. Tendon patela, potongan yang pendek gastrocnemius dapat dijahit ke kapsul anterior sebagai ujung distal kaki yang diamputasi. Walaupun banyak teknik telah diterangkan berbagai hal mengenai condilus femur. Hal ini jarang dibutuhkan dan perlengkapan yang banyak dapat menurunkan keuntungan disartikulasi lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pasien rawat jalan pada amputasi atas lutut keuntungannya tidak hanya garis pembentuknya yang diatas condilus femoral tapi juga penambahan kekuatan pengungkit yang lebih panjang, pemeliharaan keseimbangan otot paha, dan yang lebih penting, pemindahan penumpu berat badan secara langsung pada prosthesis. Pada waktu dahulu, tujuan prostesis yang besar dan tingkat operasi pada sendi lutut yang asimetris batas dilakukan. Bahan-bahan baru ditawarkan untuk prostesis yang kurang besar dibuat dengan 4 unit sambungan lutut, yang dapat diikat pada soket, akan memperbaiki penampilan ketika dipakai pasien ini pada bentukl rendah, dengan stabilitas yang baik dan dapat digabung dengan bentuk hydraulic untuk kontrol samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasien bukan rawat jalan, disartikulasi lutut akan mengurangi masalah kontraktur flexi lutut, dengan keseimbangan paha akan menurunkan kontraktur pinggul dan pengungkitnya panjang untuk pemasangan yang baik dan pencopotannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada amputasi Gritistoke, patela didistal dan orthodesis femur distal dapat menopang berat badan. Tipe ini tidak dapat menopang berat badan secara fisiologis, sebab dalam keadaan normal penumpu berat badan pada pretibial dan daerah tendo patela n tidak di patela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan panjang dengan pemasangan prostesis dan sendi lututnya asimetris. Amputasi ini tidak direkomendasikan. Amputasi transkondiler dapat dilakukan, meskipun ujung penopang berat badan suspensinya terbatas, bila dibanding dengan disartikuasi lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi di atas lutut. Amputasi di atas lutut biasanya dengan Flap anterior dan posterior mulut ikan. Tipe Flap yang harus digunakan agar panjang femur baik pada kasus trauma akan meningkatkan fungsi stabilisasi otot lebih penting pada amputasi di atas lutut dibanding amputasi besar yang lain. Gaya utama mendorong ke abduksi dan flexi. Miodesis otot abduktor melewati lubang pada femur dapat terikat pada abduktor, sehingga memperbaiki kontrol pada prostetik, mencegah kesulitan jaringan aduktor memutar. Tanpa stabilisasi otot umumnya femur berpindah ke lateral melewati jaringan lunak yang membungkus. Desain soket yang lebih baru dapat lebih baik mengkontrol posisi femur, tapi tidak efektif untuk stabilisasi otot. Bahkan pada pasien tidak rawat jalan, stabilisasi otot membantu membuat lebih awet, ujung amputasi mencegah migrasi femur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balutan kaku prostetik segera setelah operasi pada amputasi lutut lebih sulit dilakukan dan menjaga posisi agar tidak lebih distal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik IPOP ditawarkan dengan keuntungan rehabilitasnya lebih awal dan nyeri dan udem dapat dikontrol. Disamakan dikerjakan jika ada tenaga ahli. Pembalut yang menekan dapat digunakan. Pembalut ini dapat diberikan lebih proksimal sebagaimana spica yang memiliki suspensi lebih baik juga menjaga paha medial, yang mencegah terjadinya pemutaran jaringan aduktor. Pemosisian post op. dan terapi sangat baik untuk mencegah kontraktur flexi pinggang. Anggota badan harus diangkat/elevasi di atas bantal, tapi harus pada bed yang datar, dan latihan ekstensi pinggul dan posisi pronasi harus dimulai sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suspensi pada amputasi atas lutut lebih kompleks dibanding protesis yang lebih distal sebab sisa ekstremitasnya lebih pendek, kurang kontur tulangnya, dan protesis yang lebih berat. Prostesis dapat lebih lentur dengan sedotan, balutan silesian, atau bidai pelvis dan sendi pinggul. Suspensi sedot bekerja ketika bentuk kulit kedap udara disekitar soket. Udara memaksa keluar katup 1 arah yang kecil didistal ketika prothesis di pasang dan dengan tiap langkah kaki, mempertahankan tekanan negatif disoket sebelah distal. Tidak ada sock prostetik atau penggaris lainnya digunakan antara soket yang keras dengan ekstremitas sebab udara akan keluar di sekitar sock dan mencegah penyedot bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima prosthesis dengan suspensi penyedot dapat dilatih dan menggunakan tekanan, dan pasien harus memiliki koordinasi yang baik, fungsi tangan yang baik, dan keseimbangan untuk melakukan latihan ini. Suspensi penyedot/suction bekerja baik pada amputasi di atas lutut dengan jaringan lunak yang baik, dan dengan bentuk volume yang stabil. Hal ini biasanya sangat nyaman dan dengan metode kosmetik yang menggunakan suspensi soket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidai silesian dengan tali pengikat yang menempel di sisi lateral prosthesis, bungkus melingkar dipinggang dan kontralateral dengan crista iliaca lalu ke depan melekat pada soket proksimalanterior. Dengan ini menjadikan suspensinya jadi baik ditambah dengan kontrol rotasi. Bidai silesian umumnya digunakan pada suspensi sedot dengan sisa ekstremitas yang pendek atau untuk pasien yang pada aktifitasnya memerlukan suspensi dengan suction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendi pinggul dan pelvis membuat suspensi sangat perlu, tapi sendi ini juga besar dan metode suspensi kosmetiknya tidak banyak. Hal ini juga kurang nyaman ketika duduk. Bidai pelvis dapat dibuat dari logam atau plastik dan lebih tebal dari bidai selisian. Bidai pelvis diikatkan dari pangkal paha pinggul melingkari pinggang antara krista iliaca dan trochanter belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soket didesain untuk amputasi atas lutut telah mengalami perubahan soket quadri lateral tradisional telah memiliki diameter anterior posterior yang sempit untuk menjaga ischium berada di belakang dan berada di atas posterior soket untuk menopang berat badan dinding anterior dengan ukuran 5-7 cm lebih tinggi dari dinding posterior untuk memegang kaki belakang. Nyeri anterior sering menjadi keluhan dan sering menetap, contohnya pada SIAS. Jika lebih rendah atau ischium akan berada di dalam soket dan semuanya berubah, isi perubahan dan daerah penekanannya. Bahkan dinding lateralnya memegang femur ketika aduksi, dan semua dimensi quadilateral tidak anatomik dan stabilitas femur yang jelak pada sumbu koronal. Soket ISNY merupakan soket berbentuk quadrilateral yang terbuat dari bahan yang fleksibel yang ada di dinidng posterior dan medial. Bahan fleksibel pada dinding soket yang terdesak oleh kontraksi otot di bawahnya. Pasien dilaporkan lebih nyaman ketika jalan atau duduk dan kemungkinan perbaikan ototnya lebih efisien. Bagian belakang yang fleksibel kurang tahan lama, dan susoensi suction juga dapat hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain soket di atas lutut dengan lempeng medial – lateral yang tipis, diusahakan untuk mengatasi masalah yang dialami soket. tradisonal quadri lateral karena kontur dinding posterior untuk ileum dibawah dalam soket. Berat badan dipindah lw\eewat massa otot glutens dan paha lateral bahkanpada ichium. Tekanan anterior dibatasi karena dinding anterior yang tinggi. Yang lebih menarik / diperhatikan adalah kontur medial –alteral yang tipis yang dibuat untuk menahan gerakan aduksi dan untuk meminimalisasi gerakan-gerakan relatif antara anggota badan soket. Soket normal Shape Normal Aligment (NSNA) dan countoured adducted trochanteric controlled aligment metode (CAT – CAM) merupakan desain soket dengan tipe tipis yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prostetik sendi lutut tersedia dalam banyak jenis desain bagi pasien yang membutuhkan. Standar tradisional untuk aksisi tungal dengan gerakan lutut yang konstan. Gerakan lutut yang konstan itu sudah lama, awet, tidak mahal serta ringan. Gesekan dapat di setel pada satu tingkat agar fungsinya diyakini baik, dan pasien harus menyesuaikan ketika kecepatan berjalannya berubah. Sisi luar merupakan standar lama untuk pasien dengan disartikulasi lutut, untuk mencapai pusat gerakan lutut lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi soket ini kurang bagus dilihat/penampilan, akan dapat dipindah/ganti dengan unit lutut policentrik dengan 4-bar, kecuali pada pasien yang menggunakan tepi luar dengan berhasil sebelumnya dan tidak berniat merubahnya. Lutut yang aman memiliki unit friksi diaktifkan oleh berat, makan akan meningkatkan gesekan, untuk itu stabilitas dan resistensi yang meningkat apabila berat meningkat. Sebagian unit ini berguna untuk pasien usia lanjut atau lemah. Dan pada pasien-pasien ini mempunyai ekstremitas yang pendek sekali, ekstensur pinggul yang jelek, atau kontraktur flexi pinggul. Faktor yang mempengaruhi gesekan lutut berubah menurut lingkar flexi lutut. Untuk itu perlu memperbaiki fase “saving”. Unit ini lebih murah dankurang tahan lama dibanding unit hidraulik, dan ini tidak efektif. Suatu lutut policentrik lebih menyediakan pusat pengubah rotasi dan berada di posterior dibanding sendi lutut lainnya. Pusat rotasi belakang menyediakan stabilitas yang baik pada stance dan pada tingkat awal fleksi dibanding disediakan unti lutut yang lain. Lutut 4-bar merupakan suatu unit policentrik yang saat ini telah tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu unit hidraulik dapat ditambahkan pada sendi lutut yang menyediakan kontrol superior prosthesis pada “phase swing” dengan menggunakan cairan hidraulik dengan berbagai jenis sesuai dengan kecepatan berjalan. Pilihan-pilihan ini sangat berguna pada pasien amputasi yang aktif berjalan dan berlari dengan kecapatan yang berbeda. Pilihan kunci manual dapat juga ditambahkan untuk lutut-lutut ketika ekstensi penuh. Kunci amat berguna pada amputasi bilateral, pada pasien yang lemah dan buta dan memiliki sisa ekstremitas yang sangat pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien dengan amputasi lutut bilateral yang merupakan tantangan rehabilitasi. Penggunaan Stubbis sebagai prothesis awal disarankan untuk semua pasien dengan bilateral disartikulasi lutut atau amputasi di atas lutut, tanpa melihat umur, yang menjadi calon untuk berjalan dan bagi pasien yang kehilangan keduanya secara simultan. Stubbis terdiri soket prostetik mounted secara langsung dengan dsar lebih sekedar rokher – bottom, sepanjang ekstensi posterior untuk mencegah kecenderungan punggungnya jatuh. Proses pemendekan anterior untuk gerakan yang halus ketika berputar hingga mendorong ketika berjalan. Penggunaan stubbis mengakibatkan penurunan pusat granulasi, dan dasar yang keras menyediakan untuk menganga guna menyeimbangkan badan dan stabilitasnya dan kepercayaannya menjadi baik selama berjalan dan berdiri. Dengan kepercayaan pasien dan ketrampilan yang membaik, pemanjangan secara periodik merupakan syarat hingga tingginya hingga maksimal dan dapat menggunakan prosthesis dengan panjang maksimal. Beberapa pasien gagal mencapai panjang yang penuh dan hanya memakai strubbis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disartikulasi pinggul atau hemipelvectomi disartikulasi pinggul jarang dilakukan pada pasien dengan gangguan sirkulasi, tidak dianjurkan untuk dipasang prostetik. Prostetik dapat sukses digunakan pada pasien yang lebih sehat yang didisartikulasi akibat tumor atau trauma. Prostesisnya berat, sulit digunakan dan perlu banyak energi. Prostesis standar adalah prosthesis disartikulasi pinggul kanadian. Soket meliputi hemipelvis dan suspensinya melebihi crista iliaca. Sendi pinggul dengan kunci dan komponen endoskeletal yang digunakan untuk menjaga beratnya minimum. Beberapa pasien rawat jalan akan menggunakan alat bantu dan tanpa prosthesis sebab ini nyaman dan lebih cepat, tapi prostetik digunakan untuk menyeimbangkan dengan ekstremitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemipelvectomi bahkan jarang ditemukan, biasanya karena trauma atau keganasan di pelvis. Prostetik jarang digunakan. Hal ini dipertimbangkan khususnya untuk tempat duduk, tapi juga jarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-6611907985113598681?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/6611907985113598681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/hubungan-antara-amputasi-dan-prostetik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/6611907985113598681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/6611907985113598681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/hubungan-antara-amputasi-dan-prostetik.html' title='Hubungan antara AMPUTASI dan PROSTETIK'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-2946641893705313470</id><published>2009-04-06T20:54:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T20:54:03.206-07:00</updated><title type='text'>Rekam Medis: Golongan Narkoba</title><content type='html'>&lt;a href="http://henrydunan.blogspot.com/2009/03/golongan-narkoba.html"&gt;Rekam Medis: Golongan Narkoba&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Http://gspotcom.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-2946641893705313470?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://henrydunan.blogspot.com/2009/03/golongan-narkoba.html' title='Rekam Medis: Golongan Narkoba'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/2946641893705313470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/rekam-medis-golongan-narkoba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/2946641893705313470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/2946641893705313470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/rekam-medis-golongan-narkoba.html' title='Rekam Medis: Golongan Narkoba'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-1776188632717157085</id><published>2009-04-05T22:53:00.002-07:00</published><updated>2009-04-05T23:15:44.338-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (CBR)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CBR adalah&lt;/span&gt; strategi umum dalam pembangunan masyarakat untuk rehabilitasi, hal menyamakan kesempatan isu sosial dan semua anak-anak dan orang dewasa penyandang cacat.  CBR diimplementasikan melalui upaya gabungan dari para penyandang cacat sendiri, keluarga dan masyarakat, dan yang sesuai kesehatan, pendidikan, kejuruan dan pelayanan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kemajuan teknis dan rehabilitasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Perang Dunia II, banyak negara telah banyak yang telah dinonaktifkan servicemen selamat cedera serius karena kemajuan medis dan mampu reintegrate ke dalam komunitas mereka karena kemajuan bantuan teknis, aplikasi dan teknologi assistive. Baru khusus, rehabilitasi, cepat berkembang dan pada dekade menjadi subyek besar internasional penelitian, pengembangan dan bantuan teknis internasional oleh pemerintah dan organisasi non-pemerintah. J PBB Unit Rehabilitasi didirikan pada 1951 untuk memfasilitasi transfer tersebut baru medis dan teknis untuk kemajuan negara-negara berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Upaya awal untuk rehabilitasi menyebar ke negara-negara berkembang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Utama aspek internasional ini merupakan bantuan rehabilitasi pelatihan bagi dokter dan teknisi, untuk mendukung pembangunan kota besar berbasis pusat rehabilitasi dan pengembangan profesional pendekatan tim khusus mulai dari dokter ke perawat ke psikolog untuk pekerjaan fisik dan therapists ke teknisi yang pas appliances. Hingga akhir tahun 1960-an itu menjadi jelas bahwa pendekatan ini ke negara-negara berkembang telah mengakibatkan minimal pelayanan rehabilitasi yang didirikan di kota-kota Capitol tetapi tidak meraih banyak jumlah anak-anak cacat dan orang dewasa yang tinggal di desa-desa dan jutaan kumuh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tanggapan, rapat diadakan pada 1969 oleh International dan Rehabilitasi pada awal tahun 1970-an oleh World Health Organization, Organisasi Buruh Internasional dan kelompok-kelompok lainnya yang bersangkutan untuk mencari alternatif. Tahun 1978, WHO, menghadapi tantangan serupa dalam memperluas kesehatan primer ke miskin negara, mengadopsi deklarasi Alma Alta, pergeseran dukungan dari kota berbasis rumah sakit dan lembaga kepada masyarakat. According to WHO, “Community based rehabilitation evolved as a natural consequence of this initiative.” Menurut WHO, "Komunitas berbasis rehabilitasi alam berkembang sebagai konsekuensi dari inisiatif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CBR melalui pengembangan proyek-proyek percontohan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1970-an dan sepanjang tahun 1980-an dan 1990-an banyak pilot proyek telah diluncurkan di negara-negara berkembang di Afrika, Asia dan sedikit luas di Amerika Latin, di bawah pengawasan dari CBR, berikut beberapa panduan yang dikembangkan oleh WHO, "Pelatihan dalam masyarakat untuk para penyandang cacat, "orang lain yang didukung oleh ILO, UNESCO atau UNICEF, dengan masih lain diprakarsai oleh LSM sudah bekerja dengan orang cacat dalam proyek-proyek bantuan teknis. J rinci sejarah dan penjelasan tentang evolusi CBR," Prejudice dan martabat: Sebuah Pengantar Rehabilitasi Berbasis masyarakat, "ditulis oleh para penulis utama dari WHO CBR manuals, Einar Helander.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CBR Global Review 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tahun setelah pengenalan, sebuah konsultasi global untuk meninjau negara CBR disebut oleh WHO bekerja sama dengan organisasi PBB, LSM, Organisasi Masyarakat cacat, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Finlandia. Diadakan 25-28 Mei, 2003 di Helsinki, itu dihadiri oleh sekitar 100 CBR mengundang para praktisi dan peneliti dari seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultasi internasional untuk meninjau rehabilitasi berbasis masyarakat [whqlibdoc.who.int]&lt;br /&gt;© World Health Organization 2003 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tema kertas untuk rapat dicatat bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Karena semua masyarakat berbeda dalam kondisi sosial-ekonomi, daerah, budaya dan sistem politik, tidak boleh ada satu model CBR bagi dunia;&lt;br /&gt;    * Fokus dari CBR telah berkembang dari rehabilitasi medis terhadap lebih komprehensif pendekatan multi-sektor seperti akses ke perawatan kesehatan, pendidikan, pelatihan, dan program peningkatan pendapatan masyarakat dan partisipasi penyertaan dan&lt;br /&gt;    * CBR sekarang sedang dilihat sebagai komponen penting dari pembangunan masyarakat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Publikasi dan Laporan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;World Bank Publications &lt;br /&gt;    * &lt;a href="http://66.249.89.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://siteresources.worldbank.org/DISABILITY/Resources/280658-1172671461088/ExaminingInclusion.pdf&amp;prev=/search%3Fq%3DCommunity%2BBAsed%2Brehabilitation%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DG&amp;usg=ALkJrhi0Y7noeyMBOHdS7e1Gfx4ds5XNsw"&gt;Memeriksa Pencantuman: Disability dan Pengembangan Masyarakat Terutama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      [PDF 288KB] [PDF 288KB]&lt;br /&gt;      By World Bank Social Development Notes - Community Driven Development Oleh Bank Dunia Catatan Pembangunan Sosial - Komunitas Terutama Pembangunan&lt;br /&gt;      May 2005 Mei 2005&lt;br /&gt;    * &lt;a href="http://66.249.89.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://siteresources.worldbank.org/DISABILITY/Resources/280658-1172671461088/CommunityBasedMcLeod.pdf&amp;prev=/search%3Fq%3DCommunity%2BBAsed%2Brehabilitation%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DG&amp;usg=ALkJrhiV6OV32eIl6kRcFXKKoYh4_9tFGg"&gt;Community-Based Social Services: Practical Advice Based upon Lessons from Outside the World Bank Berbasis masyarakat Layanan Sosial: Practical Advice Berdasarkan Pelajaran dari luar Bank Dunia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      [PDF 930KB] [PDF 930KB]&lt;br /&gt;      By Dinah McLeod, World Bank Oleh Dinah McLeod, Bank Dunia&lt;br /&gt;      December 2003 Desember 2003&lt;br /&gt;    * &lt;a href="http://66.249.89.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://siteresources.worldbank.org/DISABILITY/Resources/280658-1172671461088/RedirectingResourcesFox.pdf&amp;prev=/search%3Fq%3DCommunity%2BBAsed%2Brehabilitation%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DG&amp;usg=ALkJrhh0OQ6Xw20BS7NvqPQ1Wcz7o72LMw"&gt;Redirecting Resources to Community Based Services Ulang Resources ke Layanan Berbasis Masyarakat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      [PDF 363KB] [PDF 363KB]&lt;br /&gt;      By Louise Fox, World Bank; and Ragnar Gotestam, UNICEF By Louise Fox, Bank Dunia dan Ragnar Gotestam, UNICEF&lt;br /&gt;      April 2003 April 2003&lt;br /&gt;    *  &lt;a href="http://66.249.89.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://siteresources.worldbank.org/DISABILITY/Resources/280658-1172610662358/MeetingNeedsWiman.pdf&amp;prev=/search%3Fq%3DCommunity%2BBAsed%2Brehabilitation%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DG&amp;usg=ALkJrhgj9_4vjNSpA14VebjwnjP72fVcbQ"&gt;Memenuhi Kebutuhan dari Para Penyandang Cacat - Pendekatan Baru dalam Sektor Kesehatan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      [PDF 199KB] [PDF 199KB]&lt;br /&gt;      World Bank Technical Notes for the  Poverty Reduction Strategy Sourcebook Catatan Teknis Bank Dunia untuk Penanggulangan Kemiskinan Strategi Sourcebook&lt;br /&gt;      By Ronald Wiman, Einar Helander and Joan Westland Oleh Ronald Wiman, Einar Helander dan Joan Westland&lt;br /&gt;      June 2002 Juni 2002&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non-World Bank Publications Non-Bank Dunia Publikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *  &lt;a href="http://www.hesperian.org/mm5/merchant.mvc?Screen=PROD&amp;Store_Code=HB&amp;Product_Code=B040&amp;Category_Code=ENG"&gt;Desa Anak-anak cacat - Panduan untuk petugas kesehatan masyarakat, rehabilitasi pekerja, dan keluarga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      [www.hesperian.org] [www.hesperian.org]&lt;br /&gt;      By David Werner, Hesperian Oleh David Werner, barat&lt;br /&gt;      2006 2006&lt;br /&gt;    *  &lt;a href="http://66.249.89.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://www.ilo.org/public/english/employment/skills/download/jointpaper.pdf&amp;prev=/search%3Fq%3DCommunity%2BBAsed%2Brehabilitation%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DG&amp;usg=ALkJrhhZ8-qhLcTtkkRF3arP6GBm8nqLDQ"&gt;Sebuah Strategi Rehabilitasi, dari hal menyamakan Opportunities, Penanggulangan Kemiskinan dan Sosial Pencantuman dari Para Penyandang Cacat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      Joint Position Paper 2004 Bersama Kertas Posisi 2004&lt;br /&gt;      [www.ilo.org] [www.ilo.org]&lt;br /&gt;      By International Labour Office, World Health Organization, and UN Educational, Scientific and Cultural Organization Oleh International Labour Office, World Health Organization, PBB dan Pendidikan, Ilmiah dan Budaya Organisasi&lt;br /&gt;      © World Health Organization 2004 © World Health Organization 2004&lt;br /&gt;    *  &lt;a href="http://66.249.89.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://whqlibdoc.who.int/hq/2003/WHO_DAR_03.2.pdf&amp;prev=/search%3Fq%3DCommunity%2BBAsed%2Brehabilitation%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DG&amp;usg=ALkJrhj0Duem1JbZzYepf_2sSG8JuUUwow"&gt;Konsultasi internasional untuk meninjau rehabilitasi berbasis komunitas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      [whqlibdoc.who.int] [whqlibdoc.who.int]&lt;br /&gt;      © World Health Organization 2003 © World Health Organization 2003&lt;br /&gt;    * &lt;a href="http://66.249.89.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://siteresources.worldbank.org/DISABILITY/Resources/280658-1172671461088/CommunityBased1.pdf&amp;prev=/search%3Fq%3DCommunity%2BBAsed%2Brehabilitation%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DG&amp;usg=ALkJrhh9SkMpHevLvUAquCdTpeIOcrez4Q"&gt;Rehabilitasi Berbasis-masyarakat Sebagai Kami Penyalahgunaan Have Experienced ... Voices dari Orang Penyandang Cacat - Bagian I&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;      [PDF 235KB] [PDF 235KB]&lt;br /&gt;      © World Health Organization © World Health Organization&lt;br /&gt;      World Health Organization (WHO) and Swedish Organizations of Disabled Persons International Aid Association (SHIA) undertook study this on Community-Based Rehabilitation in 2002. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi dari Swedia Orang Cacat International Aid Association (Shia) melakukan studi ini di Rehabilitasi Berbasis Masyarakat pada tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-1776188632717157085?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/1776188632717157085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/rehabilitasi-berbasis-masyarakat-cbr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1776188632717157085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1776188632717157085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/rehabilitasi-berbasis-masyarakat-cbr.html' title='Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (CBR)'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-7558485375862552618</id><published>2009-04-05T21:19:00.001-07:00</published><updated>2009-04-05T23:33:44.259-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prostesis lower Extermity'/><title type='text'>Prostesis Anggota Gerak Bawah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWbLxaXlxhI/AAAAAAAAAOQ/kEaYbsJSOVc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 103px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWbLxaXlxhI/AAAAAAAAAOQ/kEaYbsJSOVc/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289138862145521170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Above Knee Prostesis Indo skletal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah prostesis yang digunakan untuk amputasi atas lutut yang mungkin disebabkan oleh penyakit(DM)sehinnga di amputasi ,tumor,conginetal,dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWbNeBu5XHI/AAAAAAAAAOY/bZiW6DKB0_w/s1600-h/images2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 91px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWbNeBu5XHI/AAAAAAAAAOY/bZiW6DKB0_w/s320/images2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289140728138128498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah prostesis yang digunakan untuk amputasi bawah lutut yang mungkin disebabkan oleh penyakit(DM)sehinnga di amputasi ,tumor,conginetal,dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Below knee prostesis ini ada 4 macam jenis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PTB Convesional dengan Tight corset dan Knee joint&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indikasi&lt;/span&gt;: Untuk Knee Joint yang tidak stabilitas,ada gerakan hiperekstensi yang berlebihan,penderita yang sudah terbiasa dengan prostese knee joint(kebiasaan)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kontra indikasi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; Bila knee joint bagus jangan dipakai,bila stup terjadi udema(pada penderita DM)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelebihan:&lt;/span&gt; Memberikan pencegahan rectufartum, memberikan tumpuan berat badan pada paha, menyestabilkan knee joint,faktor kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelemahan&lt;/span&gt;:Dapat memperparah udema, cenderung atropi otot-otot paha,kebersihan harus dijaga dengan baik karena kulit mudah berbau, kosmetik kurang bagus, mechanical axis tidak bisa singkron dengan anatomi axis, pembuatan membutuhkan waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PTB Strap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indikasi:&lt;/span&gt; Amputasi bawah lutut transtibia cocok untuk PTB kecuali Ada Unstabilitas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kontraindikasi:&lt;/span&gt; Sendi lutut tidak stabil, hanya sedikit area menumpu berat badan/stup pendek&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelebihan :&lt;/span&gt; mempunyai Biomekanik yang baik&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelemahan:&lt;/span&gt; Menyebabkan Atropi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; PTB SC (supra condyler)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indikasi:&lt;/span&gt; Pasien Butuh Banyak berlutut, pasien yang tidak tahan dengan memakai fermur corset&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kontraindikasi:&lt;/span&gt;Bila kita tidak membutuhkan control genu rectufartum, unstabilitas medio lateral yg tidak dapat dicontrol oleh socet&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelebihan:&lt;/span&gt;mudah berlutut,mudah dilepas,kosmetik baik&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelemahan:&lt;/span&gt; Tidak dapat mengontrol rektufartum,penyangga yang sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PTB SP(Supra Pattela)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indikasi:&lt;/span&gt; Untuk stump yang pendek,Pasien yang tidak tahan dengan manset supra condyler cuff, untuk memberikan koreksi pada ekstensi sendi lutut, bila pasien memilih prostesis ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kontraindikasi:&lt;/span&gt; Pasien yang gemuk, sendi lutut tidak stabilitas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kelebihan:&lt;/span&gt; Tanpa strep, Bisa mengontrol knee joint, tidak mengambat ateri poplitea&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelemahan :&lt;/span&gt; Sulit memberikan modifikasi yang tepat, Kosmetik tidak bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SYME PROSTHESIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWrEdJZc9RI/AAAAAAAAAOg/QYsgJbfZx5I/s1600-h/syme.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 82px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWrEdJZc9RI/AAAAAAAAAOg/QYsgJbfZx5I/s320/syme.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290256717317993746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kegunaan&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protese yang digunakan untuk amputasi pada pergelangan kaki / tepat pada maleolus&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-7558485375862552618?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/7558485375862552618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/above-knee-prostesis-indo-skletal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7558485375862552618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7558485375862552618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/above-knee-prostesis-indo-skletal.html' title='Prostesis Anggota Gerak Bawah'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWbLxaXlxhI/AAAAAAAAAOQ/kEaYbsJSOVc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-4129108554560170047</id><published>2009-04-05T20:48:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T20:50:35.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortosis spinal'/><title type='text'>Ortosis spinal</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;munster scoliosis orthosis (MSO&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWrQJ8JdytI/AAAAAAAAAPI/rjM2LB6XcyM/s1600-h/mso.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWrQJ8JdytI/AAAAAAAAAPI/rjM2LB6XcyM/s320/mso.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290269581483297490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kegunaan:&lt;/span&gt; Untuk Pasien Scoliosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Boston Brace&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SK65RGHDxII/AAAAAAAAAE8/TRw0GrMSNS8/s1600-h/Boston+Brace.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SK65RGHDxII/AAAAAAAAAE8/TRw0GrMSNS8/s320/Boston+Brace.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237327120027600002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kegunaan&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ortose yang digunakan sebagai penguat vertebra yang mengalami scoliosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cervical collar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SK65uGb_sEI/AAAAAAAAAFE/d5lUbkHRz-0/s1600-h/Cervical+collar.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SK65uGb_sEI/AAAAAAAAAFE/d5lUbkHRz-0/s320/Cervical+collar.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237327618331619394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kegunaan&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ortose yang digunakan untuk penguat pada leher &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jewett Hyperextension Brace&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SK6-mnS9-KI/AAAAAAAAAFs/4Qjp5ndSHgw/s1600-h/Jewett+Hyperextension+Brace.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SK6-mnS9-KI/AAAAAAAAAFs/4Qjp5ndSHgw/s320/Jewett+Hyperextension+Brace.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237332987271313570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kegunaan&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ortose yang digunakan pada vertebra yang mengalami kifosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Millwaukee Brace&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SK6_uUaSEbI/AAAAAAAAAF8/CqGamTrPJrk/s1600-h/Millwaukee+Brace.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SK6_uUaSEbI/AAAAAAAAAF8/CqGamTrPJrk/s320/Millwaukee+Brace.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237334219152298418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kegunaan&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ortose yang digunakan untuk koreksi scoliosis agar mencapai posisi anatomi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-4129108554560170047?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/4129108554560170047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/ortosis-spinal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/4129108554560170047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/4129108554560170047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/ortosis-spinal.html' title='Ortosis spinal'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWrQJ8JdytI/AAAAAAAAAPI/rjM2LB6XcyM/s72-c/mso.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-5432464827748552842</id><published>2009-04-05T20:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T20:36:47.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Upper Limb Prostesis'/><title type='text'>Prostesis Anggota Gerak Atas</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;shoulder disarticulation prosthesis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2D6Xer5KI/AAAAAAAAAPo/kAq4ePxDNyY/s1600-h/shoulder+disarticulation.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 89px; height: 115px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2D6Xer5KI/AAAAAAAAAPo/kAq4ePxDNyY/s320/shoulder+disarticulation.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291030175988573346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;INDIKASI :&lt;/span&gt; Aputasi pada anggota gerak atas tepat pada bahu/shoulder &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABOVE ELBOW PROSTESIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2B8ukJDqI/AAAAAAAAAPY/fVzYzEPvDcA/s1600-h/above+elbow.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 79px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2B8ukJDqI/AAAAAAAAAPY/fVzYzEPvDcA/s320/above+elbow.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291028017521954466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;INDIKASI :&lt;/span&gt; Amputasi anggota gerak atas tubuh, pada posisi di atas siku,stump bisa berukuran panjang,medium,pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BELOW ELBOW PROSTESIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2DP63-7YI/AAAAAAAAAPg/HuBM5eQBpxU/s1600-h/below+elbow.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 54px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2DP63-7YI/AAAAAAAAAPg/HuBM5eQBpxU/s320/below+elbow.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291029446755544450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;INDIKASI:&lt;/span&gt; Amputasi anggota gerak atas tubuh, pada posisi di Bawah siku,stump bisa berukuran panjang,medium,pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hand Prostesis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2GMP_xvNI/AAAAAAAAAP4/9Tn-aQiInv4/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 72px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2GMP_xvNI/AAAAAAAAAP4/9Tn-aQiInv4/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291032682240785618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indikasi :&lt;/span&gt; amputasi pada tangan, biasanya buat kosmetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FINGER PROSTESIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2FTi3L3VI/AAAAAAAAAPw/YI5IF3lhR-E/s1600-h/finger+prostesis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 93px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2FTi3L3VI/AAAAAAAAAPw/YI5IF3lhR-E/s320/finger+prostesis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291031708052479314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;INDIKASI :&lt;/span&gt; Amputasi pada jari-jari tangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-5432464827748552842?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/5432464827748552842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/prostesis-anggota-gerak-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5432464827748552842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5432464827748552842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/prostesis-anggota-gerak-atas.html' title='Prostesis Anggota Gerak Atas'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SW2D6Xer5KI/AAAAAAAAAPo/kAq4ePxDNyY/s72-c/shoulder+disarticulation.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-6008447768993288004</id><published>2009-04-03T01:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T01:43:27.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Upper Limb Orthotics'/><title type='text'>Upper Limb Orthotics</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;General Considerations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upper extremity orthoses are devices applied externally to restore or improve functional and structural characteristics of the musculoskeletal and nervous systems. In general, musculoskeletal problems include those resulting from trauma, sports, and work-related injuries. Upper extremity orthoses also are used frequently on patients who have had neurologic problems, such as stroke, traumatic brain injury (TBI), multiple sclerosis (MS), cerebral palsy (CP), spinal cord injury (SCI), and peripheral nerve injury. They often are used in arthritic conditions as well. The material used in orthotic devices includes low-temperature thermoplastics that can be custom-made for fit and other appropriations. Other materials include casting, metal, strapping, and Velcro. Custom-made upper extremity orthoses may be fabricated by physical, occupational, and hand therapists, as well as orthotists.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;General classification&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Static orthoses: As the word static implies, these devices do not allow motion. They serve as a rigid support in fractures, inflammatory conditions of tendons and soft tissue, and nerve injuries.&lt;br /&gt;    * Dynamic/functional orthoses: In contrast to static orthoses, these devices do permit motion on which its own effectiveness depends. These types of upper extremity orthoses are used primarily to assist movement of weak muscles. Some dynamic splints have a dual- or bilateral-tension–providing mechanism, safely accommodating for moments of spasms, and, therefore, possibly limiting or avoiding soft tissue injuries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Functions of upper extremity orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Increase range of motion (ROM)&lt;br /&gt;    * Immobilize an extremity to help promote tissue healing&lt;br /&gt;    * Apply traction either to correct or prevent contractures&lt;br /&gt;    * Assist in providing enhanced function&lt;br /&gt;    * Serve as an attachment for assistive devices&lt;br /&gt;    * Help correct deformities&lt;br /&gt;    * Block unwanted movement of a joint&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Upper Arm Orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Clavicular and shoulder orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Figure-8 harness/clavicular brace - Used to restrict motion in clavicular fractures to allow for tissue healing and bone remodeling&lt;br /&gt;    * Shoulder sling - Used to restrict shoulder motion in subluxated shoulders by providing humeral cuff and chest straps to keep the humeral head in the glenoid cavity&lt;br /&gt;    * Overhead sling suspension - Used for patients with proximal arm weakness or paralysis to allow hand or arm use when the muscles are at least antigravity in strength&lt;br /&gt;    * Hemi-arm sling - Used for immobilization of the hemiplegic shoulder, which helps to decrease pain and subluxation&lt;br /&gt;    * Balanced forearm orthosis&lt;br /&gt;          o Used primarily in patients with high-level tetraplegia or severe proximal arm weakness or paralysis&lt;br /&gt;          o Supports the weight of the forearm and arm against gravity&lt;br /&gt;          o May be attached to a wheelchair or table&lt;br /&gt;          o Patients may be able to perform tabletop activities.&lt;br /&gt;          o Prerequisites for use of the device include a power source, such as neck or trunk muscles, to shift the trunk center of gravity or adequate scapular movement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Arm orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Arm sling&lt;br /&gt;          o Used in scapular or humeral fractures, acromioclavicular joint injury, rotator cuff injury, bicipital tendinitis, and hemiparesis with subluxation&lt;br /&gt;          o Includes the figure-8 sling, cuff sling, and glenohumeral support&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Functional arm orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Used primarily in patients with proximal arm weakness involving the shoulder and arm&lt;br /&gt;          o Comprised of a shoulder saddle suspending a proximal forearm cuff by straps or a Bowden cable&lt;br /&gt;          o Used in patients with arm weakness, such as in SCI and peripheral nerve &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lesions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elbow orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Posterior elbow splints - Used particularly for elbow immobilization in patients who have had recent elbow surgery and or inflammation&lt;br /&gt;    * Serial cast - Used for prevention or correction of contractures by promoting soft tissue stretch and passive ROM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Air splint&lt;br /&gt;          o Used to maintain or increase elbow extension&lt;br /&gt;          o Form of circumferential inflatable sleeve, also used for contractures and elbow immobilization&lt;br /&gt;    * Dynamic elbow flexion orthosis - Used to maintain the elbow in 90° of flexion in cases of elbow contractures, burns, and fractures&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ9N7308mI/AAAAAAAAAcc/NNHqXhvA2jk/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ9N7308mI/AAAAAAAAAcc/NNHqXhvA2jk/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310444588986856034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-6008447768993288004?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/6008447768993288004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/upper-limb-orthotics.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/6008447768993288004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/6008447768993288004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/04/upper-limb-orthotics.html' title='Upper Limb Orthotics'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ9N7308mI/AAAAAAAAAcc/NNHqXhvA2jk/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-8279463921450268451</id><published>2009-03-31T23:48:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T23:49:39.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortosis lower extermity'/><title type='text'>knee foot ankle ortosis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFOs consist of an AFO with metal uprights, a mechanical knee joint, and 2 thigh bands.&lt;/span&gt; KAFOs terdiri dari AFO dengan logam uprights, bersama seorang mekanik lutut, dan 2 paha band. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFO can be used in quadriceps paralysis or weakness to &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maintain knee stability and control flexible genu valgum or varum.&lt;/span&gt; KAFO dapat digunakan dalam quadriceps kelumpuhan atau kelemahan untuk menjaga stabilitas lutut dan kontrol fleksibel lutut valgum atau varum. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFO also is used to limit the weight bearing of the thigh, leg, and foot with quadrilateral or ischial containment brim.&lt;/span&gt; KAFO juga digunakan untuk membatasi berat peluru dari paha, kaki, dan kaki dengan quadrilateral ischial atau penahanan meluap. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A KAFO is more difficult to don and doff than an AFO, so it is not recommended for patients who have moderate-to-severe cognitive dysfunction.&lt;/span&gt; J KAFO adalah lebih sulit untuk don dan mengangkat dari sebuah AFO, sehingga tidak dianjurkan untuk pasien yang sedang-ke-penyelewengan fungsi kognitif parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFO: This orthosis can be made of metal-leather and metal-plastic or plastic and plastic-metal.&lt;/span&gt; KAFO: orthosis ini dapat dibuat dari kulit dan logam-logam-plastik atau plastik-plastik dan logam. The metal design includes double upright metal KAFO (most common), single upright metal KAFO (lateral upright only), and Scott-Craig metal KAFO. Logam desain mencakup dua tegak lurus logam KAFO (paling umum), tegak lurus tunggal logam KAFO (lateral tegak lurus saja), dan Scott Craig-logam KAFO. The plastic designs are indicated for closer fit and maximum control of the foot, including supracondylar plastic KAFO, supracondylar plastic-metal KAFO, and plastic shells with metal uprights KAFO. Plastik desain yang ditunjukkan untuk lebih dekat dan maksimal sesuai kontrol dari kaki, termasuk supracondylar plastik KAFO, supracondylar plastik-KAFO logam, plastik dan kerang dengan logam uprights KAFO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95jzAjz8I/AAAAAAAAAcE/J6oRZbP0Zck/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95jzAjz8I/AAAAAAAAAcE/J6oRZbP0Zck/s400/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309596141588041666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95YdWblRI/AAAAAAAAAb8/H4hAuQqA918/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 79px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95YdWblRI/AAAAAAAAAb8/H4hAuQqA918/s400/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309595946795635986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95KekRwpI/AAAAAAAAAb0/M1OhkudDM7E/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95KekRwpI/AAAAAAAAAb0/M1OhkudDM7E/s400/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309595706603979410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95ErWmdII/AAAAAAAAAbs/zQQgc3M8gJU/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95ErWmdII/AAAAAAAAAbs/zQQgc3M8gJU/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309595606957061250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A double upright metal KAFO: This is an AFO with 2 metal uprights extending proximally to the thigh to control knee motion and alignment.&lt;/span&gt; J double tegak logam KAFO: Ini adalah sebuah AFO dengan 2 logam uprights memperluas proximally ke paha untuk mengendalikan gerakan lutut dan berpihak. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This orthosis consists of a mechanical knee joint and 2 thigh bands between 2 uprights.&lt;/span&gt; Orthosis ini terdiri dari mekanik dan lutut bersama antara 2 paha band 2 uprights.&lt;br /&gt;         2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Scott-Craig orthosis consists of a cushioned heel with a T-shaped foot plate for mediolateral stability, ankle joint with anterior and posterior adjustable stops, double uprights, a pretibial band, a posterior thigh band, and knee joint with pawl locks and bail control.&lt;/span&gt; J-Scott Craig orthosis terdiri dari tumit nyaman dengan T-kaki berbentuk lempengan mediolateral untuk stabilitas, kaki bersama dengan anterior dan posterior adjustable berhenti, uprights ganda, sebuah pretibial band, sebuah band posterior paha, lutut dan bersama dengan pawl perlindungan dan jaminan kontrol. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hyperextension of the hip allows the center of gravity falling behind the hip joint and in front of the locked knee and ankle joint.&lt;/span&gt; Hyperextension dari hip memungkinkan titik berat jatuh di belakang dan hip joint di depan dikunci lutut dan pergelangan kaki bersama. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;With 10° of ankle dorsiflexion alignment, it allows a swing-to or swing-through gait with crutches.&lt;/span&gt; Dengan 10 ° dari kaki dorsiflexion alignment, yang memungkinkan ke-ayun-ayun atau melalui kiprah dengan crutches. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;his orthosis is used for standing and ambulation in patients with paraplegia due to spinal cord injury (SCI)&lt;/span&gt;. Orthosis ini digunakan untuk berdiri dan ambulation dalam pasien dengan paraplegia karena cedera saraf tulang belakang (SCI).&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. The supracondylar plastic orthosis uses immobilized ankle in slight plantar flexion to produce a knee extension moment in stance to help eliminate the need for a mechanical knee lock.&lt;/span&gt; Supracondylar plastik orthosis yang menggunakan immobilized kaki sedikit lebih plantar lengkungan lutut untuk menghasilkan perpanjangan waktu dalam sikap untuk membantu menghilangkan kebutuhan untuk mekanik lutut kunci. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;his orthosis also resists genu recurvatum and provides mediolateral knee stability.&lt;/span&gt; Orthosis ini juga resists lutut recurvatum dan menyediakan mediolateral stabilitas lutut.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. A plastic shell and metal upright orthosis consists of a posterior leaf spring AFO with double metal uprights extending up to a plastic shell in the thigh with an intervening knee joint.&lt;/span&gt; J shell plastik dan logam tegak lurus orthosis terdiri dari belakang daun musim semi AFO dengan dua logam uprights memperluas sampai plastik shell di paha dengan campur lutut bersama. &lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee joints: The mechanical knee joint can be polycentric or single axis.&lt;/span&gt; Knee sendi: The mekanis lutut bersama dapat polycentric atau poros tunggal. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Polycentric is used for significant knee motion, and a single axis is more common and is used for knee stabilization.&lt;/span&gt; Polycentric digunakan untuk bergerak signifikan lutut, dan satu poros lebih umum dan digunakan untuk stabilisasi lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Single axis knee joints include the following:&lt;/span&gt; Single poros sendi lutut meliputi:&lt;br /&gt;         1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Free motion knee joint: This joint has unrestricted knee flexion and extension with a stop to prevent hyperextension.&lt;/span&gt; Bebas gerakan lutut bersama ini telah bersama los lengkungan lutut dan perpanjangan dengan berhenti untuk mencegah hyperextension. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The free motion knee joint is used for patients with recurvatum but good strength of the quadriceps to control knee motion.&lt;/span&gt; Bebas gerakan lutut bersama digunakan untuk pasien dengan baik recurvatum tetapi kekuatan quadriceps untuk mengendalikan gerakan lutut.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Offset knee joint: The hinge is located posterior to the knee joint and ground reaction force; thus, it extends the knee and provides great stability during early stance phase of the gait cycle.&lt;/span&gt; Offset lutut bersama: engsel yang berada di belakang lutut dan tanah bersama reaksi memaksa sehingga, ia meluas lutut yang besar dan memberikan stabilitas pada tahap awal sikap dari kiprah siklus. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;his joint flexes the knee freely during swing phase and is contraindicated with knee or hip flexion contracture and ankle plantar flexion stop.&lt;/span&gt; Bersama ini flexes yang bebas lutut selama tahap ayun dan contraindicated dengan lengkungan lutut atau hip contracture lengkung plantar kaki dan berhenti.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Drop ring lock knee joint: The drop ring lock is the most commonly used knee lock to control knee flexion.&lt;/span&gt; Drop cincin kunci lutut bersama: The drop ring kunci yang paling sering digunakan untuk mengontrol lutut kunci lengkungan lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The rings drop to unlock over the knee joint while the knee is in extension by gravity or manual assistance.&lt;/span&gt; Cincin yang terjatuh ke atas lutut membuka kerjasama sementara lutut dalam perpanjangan oleh gravity manual atau bantuan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of joint is stable, but gait is stiff without knee motion.&lt;/span&gt; Jenis bersama stabil, namun kecepatan yang kaku tanpa gerakan lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A ball bearing on a spring can be added just above the drop lock to keep it from slipping up as the patient ambulates.&lt;/span&gt; J laher di musim semi dapat ditambahkan hanya di atas drop kunci untuk menjaga dari slipping sebagai pasien ambulates. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Patients over 120 pounds usually feel more secure with both medial and lateral drop locks.&lt;/span&gt; Pasien lebih dari 120 pounds biasanya merasa lebih aman dengan baik di tengah-tengah dan lateral drop kunci.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Pawl lock with bail release knee joint: The semicircular bail attaches to the knee joint posteriorly, and it can unlock both joints easily by pulling up the bail or backing up to sit down in a chair.&lt;/span&gt; Pawl kunci dengan jaminan lepaskan lutut bersama: attaches yang berbentuk setengah meloncat ke lutut posteriorly bersama, dan dapat dengan mudah membuka kedua sendi dengan menariknya ke atas dengan jaminan atau cadangan untuk duduk di kursi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A major drawback is the accidental unlocking while the patient is pulling his or her pants up or bumping into a chair.&lt;/span&gt; Halangan utama adalah unlocking kebetulan saat pasien tarik nya celana bumping atas atau ke sebuah kursi.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Adjustable knee lock joint (dial lock): The serrated adjustable knee joint allows knee locking at different degrees of flexion.&lt;/span&gt; Adjustable lutut kunci bersama (dial kunci): The bergerigi adjustable lutut lutut bersama memungkinkan penguncian yang berbeda di tingkat lengkungan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of knee joint is used in patients with knee flexion contractures that are improving gradually with stretching.&lt;/span&gt; Jenis knee joint digunakan dalam pasien dengan lengkungan lutut contractures yang bertahap dengan meningkatkan stretching.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Ischial weight bearing: Most individuals in a KAFO sit partially on the upper thigh band unless the cuff is brought up above the ischium.&lt;/span&gt; Bearing Ischial berat: Sebagian besar orang di sebagian KAFO duduk di atas paha band kecuali pukulan yang bersumber di atas ischium. &lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Knee cap and strap: The knee cap can be placed in front of the knee in the orthosis to prevent flexion of the knee.&lt;/span&gt; Pelindung lutut dan tali: pelindung lutut yang dapat diletakkan di depan lutut di orthosis untuk mencegah lengkungan dari lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A medial strap is used for genu valgum and a lateral strap is used for genu varum.&lt;/span&gt; Di tengah-tengah tali yang digunakan untuk lutut valgum dan lateral tali digunakan untuk lutut varum. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;These buckles wrap around the upright in the same way as ankle straps.&lt;/span&gt; Buckles ini menyelimuti sekitar tegak lurus dengan cara yang sama seperti ankle straps. &lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Knee orthoses&lt;br /&gt;A knee orthosis (KO) only provides support or control of the knee but not of the foot and ankle. J lutut orthosis (KO) hanya memberikan dukungan atau kontrol dari lutut tetapi tidak pada kaki dan pergelangan kaki. The knee joint is centered over the medial femoral condyle. Lutut bersama yang berpusat di tengah-tengah yg berhubung dgn tulang paha atas condyle. If the patient does not have adequate gastrocnemius delineation so that there is a shelf for the distal end of the orthosis to rest on, the brace may slide down the leg with wear. Jika pasien tidak memiliki cukup gastrocnemius pelukisan sehingga ada rak untuk distal akhir untuk beristirahat di orthosis, yang mengukuhkan Mei geser di bawah kaki dengan pakaian. In that case, the brace needs to extend to the sole of the foot. Dalam hal ini, yang menyokong kebutuhan untuk memperluas ke tunggal dari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Knee orthoses for patellofemoral disorder: These orthoses are used to supply mediolateral knee stability and to control tracking of the patella during knee flexion and extension. Knee orthoses untuk patellofemoral disorder: orthoses ini digunakan untuk pasokan mediolateral lutut dan stabilitas untuk mengontrol pelacakan dari lutut saat lutut dan akhiran ekstensi. This type of orthosis includes an infrapatellar strap KO and Palumbo KO. Jenis orthosis mencakup infrapatellar tali KO dan Palumbo KO.&lt;br /&gt;    * Knee orthoses for knee control in the sagittal plane: These orthoses are used to control genu recurvatum with minimal mediolateral stability. Lutut lutut orthoses untuk kontrol di pesawat sagittal: orthoses ini digunakan untuk mengendalikan recurvatum lutut dengan sedikit mediolateral stabilitas. This type of KO includes a Swedish knee cage and a 3-way knee stabilizer. Jenis KO mencakup Swedia lutut kandang dan 3-cara stabilisator lutut.&lt;br /&gt;    * Knee orthoses for knee control in the frontal plane: These orthoses consist of thigh and calf cuffs joined by sidebars with mechanical knee joints. Lutut lutut orthoses untuk kontrol di garis depan pesawat: orthoses ini terdiri dari paha dan betis belenggu oleh sidebars bergabung dengan mekanik sendi lutut. The knee joint usually is polycentric and closely mimics the anatomic joint motion. Lutut yang biasanya adalah gabungan polycentric dan anatomis yang erat meniru gerakan bersama. This type of KO includes traditional metal-leather KO, Miami KO, Canadian Arthritis and Rheumatism Society-University of British Columbia KO, and supracondylar KO. Jenis tradisional termasuk logam KO-KO kulit, Miami KO, Kanada dan rematik Radang Sendi-Masyarakat Universitas British Columbia KO, dan supracondylar KO.&lt;br /&gt;    * Knee orthoses for axial rotation control: These orthoses can provide angular control of flexion-extension and mediolateral planes, in addition to controlling axial rotation. Knee orthoses untuk rotasi aksial kontrol: orthoses ini dapat memberikan kontrol yang tajam lengkungan-ekstensi mediolateral dan pesawat, selain untuk mengendalikan aksial rotasi. This orthosis is used mostly in management of sports injuries of the knee. Orthosis ini umumnya digunakan dalam pengelolaan olahraga dari cedera lutut. This type of KO includes Lenox-Hill derotation orthosis and Lerman multiligamentous knee control orthosis. Jenis ini termasuk Lenox KO-Hill derotation orthosis dan Lerman multiligamentous lutut orthosis kontrol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hip-knee-ankle-foot Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An HKAFO consists of a hip joint and pelvic band in addition to a KAFO. HKAFO yang terdiri dari gabungan dan hip panggul band di samping sebuah KAFO. The orthotic hip joint is positioned with the patient sitting upright at 90°, while the orthotic knee joint is centered over the medial femoral condyle. Orthotic the hip joint adalah pasien dengan posisi duduk tegak lurus di 90 °, sementara orthotic knee bersama berpusat di tengah-tengah yg berhubung dgn tulang paha atas condyle. Pelvic bands complicate dressing after toileting unless the orthosis is worn under all clothing. Panggul band mempersusah dressing setelah toileting kecuali orthosis adalah pakaian yang dikenakan di bawah semua. Pelvic bands increase the energy demands for ambulation. Panggul band meningkatkan kebutuhan energi untuk ambulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pelvic bands Panggul band&lt;br /&gt;         1. Bilateral pelvic band: This band is used more commonly with its posterior metal ends located anterior to the lateral midline of the pelvis and is interconnected by a flexible belt. Bilateral panggul band: band ini lebih sering digunakan dengan logam berakhir posterior terletak anterior ke lateral midline dari panggul dan interkoneksi oleh sabuk yang fleksibel.&lt;br /&gt;         2. Unilateral pelvic band: This band rarely is used because most conditions requiring a HKAFO have bilateral involvement. Sepihak panggul band: band ini jarang digunakan karena sebagian besar kondisi yang memerlukan HKAFO ada keterlibatan bilateral.&lt;br /&gt;         3. Pelvic girdle: The pelvic girdle is made of molded thermoplastic materials, providing a maximum degree of control in patients with bilateral involvement. Korset panggul: The panggul sabuk dibuat dari bahan molded thermoplastic, memberikan maksimum derajat di pasien dengan keterlibatan bilateral.&lt;br /&gt;         4. Silesian belt: This belt has no metal or rigid band and offers mild resistance to abduction and rotation of the hip. Silesian sabuk: sabuk ini tidak memiliki band metal atau kaku dan menawarkan ringan tahan penculikan dan rotasi dari hip. The Silesian belt attaches to the lateral upright and encircles the pelvis. The Silesian sabuk attaches ke lateral yang tegak lurus dan encircles panggul. &lt;br /&gt;    * Hip joints and locks: The hip joint can prevent abduction and adduction as well as hip rotation. Hip dan sendi kunci: The hip joint dapat mencegah penculikan dan adduction serta hip rotasi.&lt;br /&gt;         1. Single axis hip joint with lock: This joint is the most common hip joint with flexion and extension. Single poros hip bersama dengan kunci: Ini adalah gabungan yang paling umum hip bersama dengan lengkungan dan ekstensi. The single axis hip joint with lock may include an adjustable stop to control hyperextension. Single hip joint poros dengan kunci Mei termasuk adjustable menghentikan untuk mengendalikan hyperextension.&lt;br /&gt;         2. Two-position lock hip joint: This hip joint can be locked at full extension and 90° of flexion and is used for hip spasticity control in a patient who has difficulty maintaining a seated position. Dua-posisi kunci hip joint: Ini hip joint dapat dikunci pada ekstensi penuh dan 90 ° dari lengkungan dan digunakan untuk hip spasticity dalam pasien yang memiliki kesulitan untuk mempertahankan posisi duduk.&lt;br /&gt;         3. Double axis hip joint: This hip joint has a flexion-extension axis and abduction-adduction axis to control these motions. Poros double hip joint: hip joint ini memiliki akhiran-perpanjangan poros dan penculikan-adduction poros untuk mengendalikan gerakan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trunk-hip-knee-ankle-foot Orthotics Trunk-hip-lutut-kaki-kaki Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A THKAFO consists of a spinal orthosis in addition to a HKAFO for control of trunk motion and spinal alignment. J THKAFO terdiri dari tulang belakang orthosis selain yang HKAFO untuk kontrol dari trunk dan gerakan tulang belakang alignment. A THKAFO is indicated in patients with paraplegia and is very difficult to don and doff. J THKAFO ditunjukkan pada pasien dengan paraplegia dan sangat sulit untuk mengangkat dan don.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Reciprocating gait orthosis (RGO): An RGO consists of bilateral KAFOs with posteriorly offset locking knee joints, hip joints, and a custom-molded pelvic girdle with a thoracic extension. Reciprocating kiprah orthosis (RGO): Sebuah RGO terdiri dari bilateral KAFOs dengan offset posteriorly penguncian sendi lutut, sendi pangkal paha, dan custom-molded panggul korset yg berkenaan dgn dada dengan ekstensi. The hip joints are coupled with cables preventing bilateral hip flexion simultaneously. Hip-sendi yang digabungkan dengan kabel mencegah bilateral hip akhiran secara bersamaan. The hip extension on one side coupling hip flexion on the other side through the cables produces reciprocal walking gait pattern. Hip ekstensi di salah satu sisinya kopel hip lengkung pada sisi lain melalui kabel memproduksi timbal kiprah pola berjalan. The RGO combined with functional electronic stimulation (FES) can be used for 2-point or 4-point gait patterns in ambulatory paraplegic or tetraplegic (C8) patients. RGO yang dikombinasikan dengan fungsi stimulasi elektronik (FES) dapat digunakan untuk 2-titik-titik atau 4 kiprah pola di tubuh lumpuh dpt berjalan atau tetraplegic (C8) pasien. Using the RGO with FES can double the patient's optimum gait speed, lower blood pressure and heart rate, and increase oxygen uptake as compared to ambulating with the RGO without FES. Menggunakan RGO dengan FES dapat dua pasien optimal kiprah kecepatan, menurunkan tekanan darah dan denyut jantung, dan meningkatkan uptake oksigen dibandingkan dengan ambulating dengan RGO tanpa FES.&lt;br /&gt;   2. Para walker: This device is a hip guidance orthosis, which consists of bilateral KAFOs with a ball bearing hip joint and a body brace. Para walker: Perangkat ini adalah hip bimbingan orthosis, yang terdiri dari KAFOs bilateral dengan laher hip joint dan tubuh brace. Ambulation is performed through trunk motion transmitted to the lower extremities with hip flexion and extension via the brace. Ambulation dilakukan melalui gerakan batang dikirim ke bagian bawah kaki dengan lengkungan dan hip melalui perpanjangan brace. Hip flexion is restricted by a stop, and hip extension may be free or limited by a stop. Hip lengkungan dibatasi oleh berhenti, dan hip ekstensi Mei bebas atau dibatasi oleh berhenti. The para walker is developed for patients with SCI. Yang dikembangkan untuk walker untuk pasien dengan SCI. A study of 5 paraplegic patients found an average reduction in oxygen consumption of 27%, with 33% faster ambulatory rate compared to the RGO. Sebuah studi dari 5 pasien tubuh lumpuh ditemukan rata-rata pengurangan konsumsi oksigen dari 27%, dengan 33% menilai dpt berjalan lebih cepat dibandingkan dengan RGO.&lt;br /&gt;   3. Parapodium: This device is developed for pediatric myelodysplastic patients to allow them to stand without crutches for functional activities with their upper limbs free. Parapodium: Perangkat ini dikembangkan untuk pasien Pediatric myelodysplastic untuk membolehkan mereka untuk berdiri tanpa crutches untuk kegiatan fungsional dengan mereka atas limbah gratis. The parapodium consists of a shoe clamp, aluminum uprights, a foam knee block, and back and chest panels. Parapodium yang terdiri dari sepatu klem, aluminium uprights, sebuah blok busa lutut, dan panel belakang dan dada. Hip and knee may be locked for standing and unlocked for sitting. Hip dan lutut dapat dikunci dan dibuka untuk berdiri untuk duduk. A torque converter under the base allows side-to-side rocking to be translated into forward propulsion. J torque converter di bawah dasar memungkinkan pihak-pihak ke-goyang ke depan akan diterjemahkan ke dalam daya.&lt;br /&gt;   4. Standing frame: This allows standing but does not permit hip and knee flexion. Standing frame: Hal ini memungkinkan berdiri tetapi tidak mengizinkan hip dan lutut akhiran. The standing frame is used for children to learn standing balance and achieve a swing-through gait. Berdiri bingkai yang digunakan untuk anak-anak untuk belajar berdiri dan mencapai keseimbangan ayun-melalui kiprah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special Purpose Lower Limb Orthotics Tujuan khusus Turunkan sayap Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Weight-bearing orthoses: This orthosis is designed to eliminate weight bearing through the lower extremities. Weight-bearing orthoses: orthosis ini dirancang untuk menghilangkan berat peluru melalui bagian bawah kaki. Weight-bearing orthoses consist of patellar-tendon–bearing orthosis (PTBO), ischial weight-bearing orthosis, and patten bottom with uprights terminated in a floor pad or patten distal to the shoe. Weight-bearing orthoses terdiri dari patellar-urat daging-bearing orthosis (PTBO), ischial berat-bearing orthosis, sepatu dr kayu dan bawah dengan uprights dihentikan di lantai pad atau sepatu dr kayu distal ke sepatu.&lt;br /&gt;   2. Fracture orthoses: This orthosis stabilizes the fracture site and promotes callus formation, while allowing weight bearing and joint movement after initial subsiding pain and edema. Pematahan orthoses: Ini orthosis stabilizes situs yang patah tulang belulang dan mempromosikan formasi, sedangkan yang memungkinkan berat peluru dan gerakan bersama setelah awal subsiding sakit dan busung. The bony motion at the fracture site is prevented through circumferential compression of the soft tissue. Gerakan yang banyak tulangnya patah di situs dicegah melalui keliling kompresi dari jaringan lunak. Fracture orthoses include the tibial fracture orthosis and femoral fracture orthosis. Pematahan orthoses termasuk tibial pematahan orthosis yg berhubung dgn tulang paha dan patah orthosis.&lt;br /&gt;   3. Angular and deformity orthoses: This orthosis is used in the pediatric population. Tajam dan kelainan bentuk orthoses: orthosis ini digunakan dalam Pediatric penduduk. The Denis Brown splint is for clubfoot. Denis yang Brown bidai untuk kaki pekuk. A frame orthosis applies corrective forces to proximal rotational deformities. J bingkai korektif orthosis berlaku untuk memaksa proximal pemutaran deformities. A torsion shaft orthosis is used in mild scissoring gait of spastic diplegia. J puntiran batang orthosis digunakan dalam ringan scissoring kiprah dari kejang diplegia.&lt;br /&gt;   4. Congenital hip dislocation orthoses, such as Pavlik harness, Ilfeld splint, and VonRosen splint are used to maintain the hip in flexion and abduction position to hold the femoral head within the acetabulum. Bawaan dislokasi hip orthoses, Pavlik seperti baju zirah, Ilfeld belat, belat dan VonRosen digunakan untuk menjaga hip di lengkung dan penculikan untuk memegang posisi kepala yg berhubung dgn tulang paha dalam acetabulum.&lt;br /&gt;   5. The Scottish Rite, Toronto, and non–skeletal-bearing trilateral orthoses are used in Legg-Calve-Perthes disease to maintain the hip in abduction and keep the femoral head in the acetabulum. Skotlandia yang ritual, Toronto, dan non-kerangka-bearing trilateral orthoses digunakan dalam Legg-melahirkan anak sapi-penyakit Perthes untuk mempertahankan hip dalam penculikan dan memelihara yg berhubung dgn tulang paha kepala di acetabulum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-8279463921450268451?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/8279463921450268451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/knee-foot-ankle-ortosis_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/8279463921450268451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/8279463921450268451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/knee-foot-ankle-ortosis_31.html' title='knee foot ankle ortosis'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95jzAjz8I/AAAAAAAAAcE/J6oRZbP0Zck/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-5908596538278794464</id><published>2009-03-31T23:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T23:44:28.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortosis lower extermity'/><title type='text'>Knee orthoses</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A knee orthosis (KO) only provides support or control of the knee but not of the foot and ankle.&lt;/span&gt; J lutut orthosis (KO) hanya memberikan dukungan atau kontrol dari lutut tetapi tidak pada kaki dan pergelangan kaki.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; The knee joint is centered over the medial femoral condyle.&lt;/span&gt; Lutut bersama yang berpusat di tengah-tengah yg berhubung dgn tulang paha atas condyle.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; If the patient does not have adequate gastrocnemius delineation so that there is a shelf for the distal end of the orthosis to rest on, the brace may slide down the leg with wear.&lt;/span&gt; Jika pasien tidak memiliki cukup gastrocnemius pelukisan sehingga ada rak untuk distal akhir untuk beristirahat di orthosis, yang mengukuhkan Mei geser di bawah kaki dengan pakaian. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;In that case, the brace needs to extend to the sole of the foot.&lt;/span&gt; Dalam hal ini, yang menyokong kebutuhan untuk memperluas ke tunggal dari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee orthoses for patellofemoral disorder: These orthoses are used to supply mediolateral knee stability and to control tracking of the patella during knee flexion and extension.&lt;/span&gt; Knee orthoses untuk patellofemoral disorder: orthoses ini digunakan untuk pasokan mediolateral lutut dan stabilitas untuk mengontrol pelacakan dari lutut saat lutut dan akhiran ekstensi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of orthosis includes an infrapatellar strap KO and Palumbo KO.&lt;/span&gt; Jenis orthosis mencakup infrapatellar tali KO dan Palumbo KO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee orthoses for knee control in the sagittal plane: These orthoses are used to control genu recurvatum with minimal mediolateral stability.&lt;/span&gt; Lutut lutut orthoses untuk kontrol di pesawat sagittal: orthoses ini digunakan untuk mengendalikan recurvatum lutut dengan sedikit mediolateral stabilitas. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;his type of KO includes a Swedish knee cage and a 3-way knee stabilizer.&lt;/span&gt; Jenis KO mencakup Swedia lutut kandang dan 3-cara stabilisator lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee orthoses for knee control in the frontal plane: These orthoses consist of thigh and calf cuffs joined by sidebars with mechanical knee joints.&lt;/span&gt; Lutut lutut orthoses untuk kontrol di garis depan pesawat: orthoses ini terdiri dari paha dan betis belenggu oleh sidebars bergabung dengan mekanik sendi lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The knee joint usually is polycentric and closely mimics the anatomic joint motion.&lt;/span&gt; Lutut yang biasanya adalah gabungan polycentric dan anatomis yang erat meniru gerakan bersama. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of KO includes traditional metal-leather KO, Miami KO, Canadian Arthritis and Rheumatism Society-University of British Columbia KO, and supracondylar KO.&lt;/span&gt; Jenis tradisional termasuk logam KO-KO kulit, Miami KO, Kanada dan rematik Radang Sendi-Masyarakat Universitas British Columbia KO, dan supracondylar KO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Knee orthoses for axial rotation control: These orthoses can provide angular control of flexion-extension and mediolateral planes, in addition to controlling axial rotation.&lt;/span&gt; Knee orthoses untuk rotasi aksial kontrol: orthoses ini dapat memberikan kontrol yang tajam lengkungan-ekstensi mediolateral dan pesawat, selain untuk mengendalikan aksial rotasi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This orthosis is used mostly in management of sports injuries of the knee.&lt;/span&gt; Orthosis ini umumnya digunakan dalam pengelolaan olahraga dari cedera lutut.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; This type of KO includes Lenox-Hill derotation orthosis and Lerman multiligamentous knee control orthosis. Jenis ini termasuk Lenox KO-Hill derotation orthosis dan Lerman multiligamentous lutut orthosis kontrol.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-5908596538278794464?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/5908596538278794464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/knee-orthoses_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5908596538278794464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5908596538278794464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/knee-orthoses_31.html' title='Knee orthoses'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-7259337493516907109</id><published>2009-03-31T23:27:00.000-07:00</published><updated>2009-03-31T23:38:27.430-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortosis lower extermity'/><title type='text'>Hip-knee-ankle-foot Orthotics</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hip-knee-ankle-foot Orthotics&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An HKAFO consists of a hip joint and pelvic band in addition to a KAFO.&lt;/span&gt; HKAFO yang terdiri dari gabungan dan hip panggul band di samping sebuah KAFO. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The orthotic hip joint is positioned with the patient sitting upright at 90°, while the orthotic knee joint is centered over the medial femoral condyle.&lt;/span&gt; Orthotic the hip joint adalah pasien dengan posisi duduk tegak lurus di 90 °, sementara orthotic knee bersama berpusat di tengah-tengah yg berhubung dgn tulang paha atas condyle. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelvic bands complicate dressing after toileting unless the orthosis is worn under all clothing.&lt;/span&gt; Panggul band mempersusah dressing setelah toileting kecuali orthosis adalah pakaian yang dikenakan di bawah semua. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelvic bands increase the energy demands for ambulation.&lt;/span&gt; Panggul band meningkatkan kebutuhan energi untuk ambulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Pelvic bands Panggul band&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Bilateral pelvic band: This band is used more commonly with its posterior metal ends located anterior to the lateral midline of the pelvis and is interconnected by a flexible belt.&lt;/span&gt; Bilateral panggul band: band ini lebih sering digunakan dengan logam berakhir posterior terletak anterior ke lateral midline dari panggul dan interkoneksi oleh sabuk yang fleksibel.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Unilateral pelvic band: This band rarely is used because most conditions requiring a HKAFO have bilateral involvement&lt;/span&gt;. Sepihak panggul band: band ini jarang digunakan karena sebagian besar kondisi yang memerlukan HKAFO ada keterlibatan bilateral.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pelvic girdle: The pelvic girdle is made of molded thermoplastic materials, providing a maximum degree of control in patients with bilateral involvement.&lt;/span&gt; Korset panggul: The panggul sabuk dibuat dari bahan molded thermoplastic, memberikan maksimum derajat di pasien dengan keterlibatan bilateral.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Silesian belt: This belt has no metal or rigid band and offers mild resistance to abduction and rotation of the hip.&lt;/span&gt; Silesian sabuk: sabuk ini tidak memiliki band metal atau kaku dan menawarkan ringan tahan penculikan dan rotasi dari hip.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; The Silesian belt attaches to the lateral upright and encircles the pelvis.&lt;/span&gt; The Silesian sabuk attaches ke lateral yang tegak lurus dan encircles panggul. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Hip joints and locks: The hip joint can prevent abduction and adduction as well as hip rotation.&lt;/span&gt; Hip dan sendi kunci: The hip joint dapat mencegah penculikan dan adduction serta hip rotasi.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Single axis hip joint with lock: This joint is the most common hip joint with flexion and extension.&lt;/span&gt; Single poros hip bersama dengan kunci: Ini adalah gabungan yang paling umum hip bersama dengan lengkungan dan ekstensi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The single axis hip joint with lock may include an adjustable stop to control hyperextension.&lt;/span&gt; Single hip joint poros dengan kunci Mei termasuk adjustable menghentikan untuk mengendalikan hyperextension.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Two-position lock hip joint: This hip joint can be locked at full extension and 90° of flexion and is used for hip spasticity control in a patient who has difficulty maintaining a seated position.&lt;/span&gt; Dua-posisi kunci hip joint: Ini hip joint dapat dikunci pada ekstensi penuh dan 90 ° dari lengkungan dan digunakan untuk hip spasticity dalam pasien yang memiliki kesulitan untuk mempertahankan posisi duduk.&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; 3. Double axis hip joint: This hip joint has a flexion-extension axis and abduction-adduction axis to control these motions.&lt;/span&gt; Poros double hip joint: hip joint ini memiliki akhiran-perpanjangan poros dan penculikan-adduction poros untuk mengendalikan gerakan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Special Purpose Lower Limb Orthotics&lt;/span&gt; Tujuan khusus Lower Limb Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Weight-bearing orthoses: This orthosis is designed to eliminate weight bearing through the lower extremities.&lt;/span&gt; Weight-bearing orthoses: orthosis ini dirancang untuk menghilangkan berat peluru melalui bagian bawah kaki.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Weight-bearing orthoses consist of patellar-tendon–bearing orthosis (PTBO), ischial weight-bearing orthosis, and patten bottom with uprights terminated in a floor pad or patten distal to the shoe.&lt;/span&gt; Weight-bearing orthoses terdiri dari patellar-urat daging-bearing orthosis (PTBO), ischial berat-bearing orthosis, sepatu dr kayu dan bawah dengan uprights dihentikan di lantai pad atau sepatu dr kayu distal ke sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Fracture orthoses: This orthosis stabilizes the fracture site and promotes callus formation, while allowing weight bearing and joint movement after initial subsiding pain and edema&lt;/span&gt;. Pematahan orthoses: Ini orthosis stabilizes situs yang patah tulang belulang dan mempromosikan formasi, sedangkan yang memungkinkan berat peluru dan gerakan bersama setelah awal subsiding sakit dan busung. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The bony motion at the fracture site is prevented through circumferential compression of the soft tissue&lt;/span&gt;. Gerakan yang banyak tulangnya patah di situs dicegah melalui keliling kompresi dari jaringan lunak. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fracture orthoses include the tibial fracture orthosis and femoral fracture orthosis.&lt;/span&gt; Pematahan orthoses termasuk tibial pematahan orthosis yg berhubung dgn tulang paha dan patah orthosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Angular and deformity orthoses: This orthosis is used in the pediatric population&lt;/span&gt;. Tajam dan kelainan bentuk orthoses: orthosis ini digunakan dalam Pediatric penduduk. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Denis Brown splint is for clubfoot.&lt;/span&gt; Denis yang Brown bidai untuk kaki pekuk. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A frame orthosis applies corrective forces to proximal rotational deformities.&lt;/span&gt; J bingkai korektif orthosis berlaku untuk memaksa proximal pemutaran deformities.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; A torsion shaft orthosis is used in mild scissoring gait of spastic diplegia.&lt;/span&gt; J puntiran batang orthosis digunakan dalam ringan scissoring kiprah dari kejang diplegia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Congenital hip dislocation orthoses, such as Pavlik harness, Ilfeld splint, and VonRosen splint are used to maintain the hip in flexion and abduction position to hold the femoral head within the acetabulum&lt;/span&gt;. Bawaan dislokasi hip orthoses, Pavlik seperti baju zirah, Ilfeld belat, belat dan VonRosen digunakan untuk menjaga hip di lengkung dan penculikan untuk memegang posisi kepala yg berhubung dgn tulang paha dalam acetabulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. The Scottish Rite, Toronto, and non–skeletal-bearing trilateral orthoses are used in Legg-Calve-Perthes disease to maintain the hip in abduction and keep the femoral head in the acetabulum.&lt;/span&gt; Skotlandia yang ritual, Toronto, dan non-kerangka-bearing trilateral orthoses digunakan dalam Legg-melahirkan anak sapi-penyakit Perthes untuk mempertahankan hip dalam penculikan dan memelihara yg berhubung dgn tulang paha kepala di acetabulum.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-7259337493516907109?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/7259337493516907109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/hip-knee-ankle-foot-orthotics_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7259337493516907109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7259337493516907109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/hip-knee-ankle-foot-orthotics_31.html' title='Hip-knee-ankle-foot Orthotics'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-7673907075766484671</id><published>2009-03-16T00:27:00.001-07:00</published><updated>2009-03-16T00:30:02.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Tangan Bionik Yang Bisa Digerakkan Dengan Pikiran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb3_vSmHnqI/AAAAAAAAAeU/eLmKeeUzjd0/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 290px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb3_vSmHnqI/AAAAAAAAAeU/eLmKeeUzjd0/s400/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313684323277708962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dimana mesin dan manusia&lt;br /&gt;bisa disatukan sudah semakin dekat. Institute Rehabilitasi Chicago baru â€“ baru&lt;br /&gt;ini sukses dalam uji coba tangan palsu â€œbionicâ€ yang bisa digerakkan dengan&lt;br /&gt;pikiran, layaknya sebuah tangan asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini ada 6 orang yang&lt;br /&gt;berhasil menggunakan tangan eksperimental itu, salah satunya Claudia Mitchell&lt;br /&gt;(26 tahun). Claudia yang kehilangan&lt;br /&gt;lengannya dalam sebuah kecelakaan sepeda motor untuk pertama kalinya bisa&lt;br /&gt;memotong steak pada konferensi pers tangan bionic tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan tangan palsunya yang dulu, Claudia hanya&lt;br /&gt;bisa melakukan satu hal pada satu saat, membuka sikunya atau membuka tangannya.&lt;br /&gt;Itupun harus dilakukan dengan konsentrasi dan fokus kepada otot mana yang ingin&lt;br /&gt;digerakkan. Dengan tangan bionic baru tersebut Claudia hanya perlu&lt;br /&gt;memikirkannya dan tangannya akan bergerak sesuai yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kekurangan dari tangan bionic baru&lt;br /&gt;tersebut, hanyalah ukurannya yang besar dan tidak sedap dipandang mata, seperti&lt;br /&gt;diakui oleh pengembangnya Dr.Todd Kuiken.&lt;br /&gt;â€œ Alat ini memang seperti tank. Beratnya 5 kilogtam dengan sebuah motor yang&lt;br /&gt;menonjol dari pundak, berikut kabel â€“ kabelnya â€œ. Tangan tersebut ditutupi&lt;br /&gt;â€˜kulitâ€™ yang mirip seperti sarung tangan karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitchell mengakui kalau menggunakan tangan bionic&lt;br /&gt;tersebut terasa canggung tapi sangat berguna. Mitchell yang mantan marinir&lt;br /&gt;tersebut merasakan kalau tangan barunya pantas dipakai biarpun bentuknya tidak&lt;br /&gt;indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Todd Kuiken bekerja sama dengan Dr.Gregory&lt;br /&gt;Dumanian dari Rumah Sakit Northwestern Memorial Chicago dalam pembuatan tangan&lt;br /&gt;bionic tersebut. Dumanian memindahkan syaraf pengontrol tangannya, yang&lt;br /&gt;terputus waktu kecelakaan, dan meletakkannya diujung syaraf-syaraf dekat&lt;br /&gt;dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian elektroda diletakkan pada dada tersebut&lt;br /&gt;untuk menjadi perantara antara syaraf-syaraf tersebut dan tangan bioniknya.&lt;br /&gt;Ketika Mitchell berpikir untuk menggerakkan tangannya, otak akan mengirimkan&lt;br /&gt;sinyal kepada syaraf pengontrol tersebut. Signal itu kemudian ditangkap oleh&lt;br /&gt;elktroda dan diubah menjadi perintah untuk menggerakan 6 motor yang ada dalam&lt;br /&gt;tangan bionic tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya adalah mengirimkan signal&lt;br /&gt;kearah sebaliknya, dari tangan ke otak. Dengan begitu Mitchell akan bisa&lt;br /&gt;merasakan tekanan, panas atau dingin, bahkan ujung yang tajam. Para ahli sedang mencoba mengembangkan suatu cara agar&lt;br /&gt;hal tersebut bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ini merupakan kabar baik bagi para&lt;br /&gt;penderita cacat diluar sana,&lt;br /&gt;terutama para veteran perang yang paling beresiko kehilangan sebuah organ&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;(grx) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-7673907075766484671?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/7673907075766484671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/tangan-bionik-yang-bisa-digerakkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7673907075766484671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7673907075766484671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/tangan-bionik-yang-bisa-digerakkan.html' title='Tangan Bionik Yang Bisa Digerakkan Dengan Pikiran'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb3_vSmHnqI/AAAAAAAAAeU/eLmKeeUzjd0/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-8114284243113422265</id><published>2009-03-16T00:24:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T00:26:04.266-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>TANGAN BIONIC I-LIMB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb3-6l04M4I/AAAAAAAAAeM/mJmCQ7Vraqo/s1600-h/7.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb3-6l04M4I/AAAAAAAAAeM/mJmCQ7Vraqo/s400/7.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313683417906819970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tangan bionic yang sangat fungsional telah ditemukan. Seluruh jari tangan dapat bergerak dan mencengkeram seperti layaknya tangan manusia dan dikontrol otot dan pikiran si pemakai.&lt;br /&gt;Tangan bionic i-LIMB memenangi MacRobert Award, penghargaan untuk temuan bidang rekayasa di Inggris dan ditampilkan di Museum Ilmiah London pada Kamis (12/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tangan itu memiliki dua keunikan. Pertama, kita menempatkan penggerak/motor ke dalam setiap jari yang berarti setiap jari dapat bergerak bebas. Kedua, ibu jari dapat berputar 90 derajat, seperti ibu jari manusia," jelas Stuart Mead, CEO Touch Bionics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemasangan tangan itu kepada pasien yang buntung tidak perlu operasi bedah. "Ada dua elektroda yang ditempatkan di kulit yang membawa sinyal myoelectric," jelas Mead.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan diciptakan kontraksi oleh otot fiber di badan. "Ada dua komputer di belakang tangan yang berfungsi menginterpretasikan sinyal dan mengontrol tangan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi tangan bionic telah diuji coba kepada sejumlah orang termasuk tentara AS yang kehilangan ibu jari dalam perang Irak. Bahkan, hasil temuan David Gow, direktur jasa rehabilitasi dan rekayasa NHS Lothian itu telah beredar dan dijual secara luas. Tangan bionic tersebut dirancang dan dibangun Touch Bionics yang berada di Livingstone, Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donald MacKillop dari Kilmarnock merupakan salah satu orang pertama yang menggunakan tangan bionic pada 2006 dan telah melakukan uji coba menggunakan tangan yang baru beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pensiunan tukang las itu kehilangan tangan kanannya dalam kecelakaan industri lebih dari 30 tahun yang lalu. Sejak itu, ia telah mencoba mengganti tangan buatan, tetapi tidak ada satu pun yang lebih baik daripada versi terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang paling penting adalah gerakan dari jari, itulah yang benar-benar membedakan," katanya. "Tangan rasanya telah tergantikan dan sekarang saya terbiasa untuk mengambil barang-barang yang kecil. Jika kamu memberi beberapa orang tangan ini untuk sebulan dan lantas memberi mereka kembali alat yang lama, mereka akan&lt;br /&gt;sangat kecewa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juan Arredondo, dari Texas, yang kehilangan tangan di Irak pada 2004, juga telah menggunakan tangan bionic. "Setiap hari saya memiliki tangan, dan itu mengesankanku," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang saya dapat mengambil gelas styrofoamt anpa menumpahkannya. Dengan tangan yang lain, saya benar-benar harus berkonsentrasi karena besarnya tekanan ketika saya mengambil gelas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuart Mead mengatakan bangga menjadi perusahaan yang menggerakkan teknologi tangan bionic dari tahap riset dan pengembangan masuk ke dunia nyata dan menjadi yang terdepan dalam perawatan pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami selalu ada untuk mengubah kehidupan pasien yang tidak berdaya dan luka parah dan itu menggetarkan perasaan bahwa kita sekarang dapat menyelesaikan persoalan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan bionic itu telah diuji di the National Centre for Prosthetics at Strathclyde University. (MEDIA INDONESIA, 15 Juni 2008, humasristek&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-8114284243113422265?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/8114284243113422265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/tangan-bionic-i-limb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/8114284243113422265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/8114284243113422265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/tangan-bionic-i-limb.html' title='TANGAN BIONIC I-LIMB'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb3-6l04M4I/AAAAAAAAAeM/mJmCQ7Vraqo/s72-c/7.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-3760610553631266090</id><published>2009-03-16T00:14:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T00:23:19.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Tangan bionik i-LIMB: memberikan harapan lebih baik bagi orang yang kehilangan salah satu anggota tubuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb388EdTCqI/AAAAAAAAAd0/L-aB_Wld6i4/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 291px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb388EdTCqI/AAAAAAAAAd0/L-aB_Wld6i4/s400/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313681244286028450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi selalu memberi harapan kepada siapapun termasuk bagi orang yang harus kehilangan salah satu atau bahkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda bernama Evan Reynolds yang telah kehilangan tangan kirinya dalam suatu kecelakaan telah melakukan uji coba untuk sebuah tangan bionik (bionic arm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb39dq8o7TI/AAAAAAAAAd8/3OqidDg56tI/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb39dq8o7TI/AAAAAAAAAd8/3OqidDg56tI/s400/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313681821553716530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan teknologi i-LIMB, tangan bionik ini hampir boleh dibilang sudah mendekati tangan sungguhan karena bisa melakukan semua gerakan yang diinginkan. Dan masing masing jari yang ada bahkan dapat bergerak secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggerakkan motor yang ada, i-LIMB menggunakan sebuah baterai isi ulang (rechargeable battery) yang diletakkan di bagian sambungan antara tangan bionik dengan ujung lengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya masalah adalah harganya yang masih terlalu mahal yaitu US$ 18.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat video berikut ini, anda pasti terkesima bagaiman hebatnya i-LIMB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb390n5PcqI/AAAAAAAAAeE/0KOHv8HwE30/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 293px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb390n5PcqI/AAAAAAAAAeE/0KOHv8HwE30/s400/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313682215871148706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber berita  &lt;a href="http://www.newlaunches.com/archives/18000_ilimb_a_bionic_arm_changes_19_year_olds_life.php"&gt;Satu&lt;/a&gt; dan  &lt;a href="http://www.newlaunches.com/archives/18000_ilimb_a_bionic_arm_changes_19_year_olds_life.php"&gt;Dua&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-3760610553631266090?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/3760610553631266090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/tangan-bionik-i-limb-memberikan-harapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3760610553631266090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3760610553631266090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/tangan-bionik-i-limb-memberikan-harapan.html' title='Tangan bionik i-LIMB: memberikan harapan lebih baik bagi orang yang kehilangan salah satu anggota tubuh'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sb388EdTCqI/AAAAAAAAAd0/L-aB_Wld6i4/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-591529458776550132</id><published>2009-03-09T23:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T23:04:15.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Hand Orthoses dan fungsi dari ortosis extermitas upper</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hand Orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Static orthoses serve to protect, immobilize, and help prevent or correct contractures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * The proximal interphalangeal (PIP) orthosis is used to immobilize the PIP joint hyperflexion deformities in patients with Boutonniere deformities or to prevent hyperextension of the PIP joint in swan-neck deformities, both of which are found in patients with rheumatoid arthritis.&lt;br /&gt;    * The distal interphalangeal (DIP) orthosis is used to immobilize the DIP joints in extensor tendon and collateral ligament repairs.&lt;br /&gt;    * The MP orthosis is used to maintain a functional position for the distal phalanges, while preventing hyperextension of the MP joints. These devices are used in patients with burns, scleroderma, or nerve injuries.&lt;br /&gt;    * The static thumb orthosis is used to support the carpometacarpal joint, the interphalangeal joint, or the metacarpophalangeal joint in patients with traumatic or arthritic conditions, and in patients with thenar muscle weakness by providing static support for the thumb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dynamic hand orthoses are used to maintain support, while at the same time to provide dynamic corrective force in positioning the fingers, assisting weak motor finger extensor function. These devices are used with outrigger supports, cuffs, elastic threads, rubber bands, and hook applications for their function of providing dynamic assistance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * The MP joint dynamic orthosis is used to assist with flexion of the DIP joint in swan-neck deformities and to act as a substitute for weakness of the flexor digitorum superficialis muscle. The MP joint dynamic orthosis also can be used in correcting or maintaining contractures of the MP joints.&lt;br /&gt;    * A dynamic PIP joint extension with MP extension stop device is comprised of a bar placed across the dorsum of the hand and is used in patients with ulnar nerve palsy with claw hand deformity by allowing extension while resisting flexor deformity pull.&lt;br /&gt;    * A thumb interphalangeal dynamic orthosis is used to assist in interphalangeal joint extension of the thumb, while maintaining the position of the other hand joints. This device is used to substitute for weakness of the extensor pollicis longus muscle.&lt;br /&gt;    &lt;span class="fullpost"&gt;* A reciprocal wrist-extension finger-flexion orthosis is used in patients with C6 tetraplegia who, given their level of injury, can extend their wrists but cannot flex their fingers. By using the wrist extension force, finger flexion at the MP joints of the second and third digits is attained. Wrist extension is used to flex the MP joints of digits 2 and 3 through tenodesis. Preservation of extensor carpi radialis longus and brevis normally is observed in C6 level SCI. Use of this device allows for a 3-point pinch.&lt;br /&gt;    * The MP extension splint has the same mechanism as the MP flexion splint; however, it is placed on the dorsal side and serves mainly as a splint in patients with weak wrist extensors and for traction of MP flexion contractures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ-XP7FiYI/AAAAAAAAAck/VB8mB9wYlD4/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ-XP7FiYI/AAAAAAAAAck/VB8mB9wYlD4/s400/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310445848499685762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Upper Extremity Orthoses With Special Functions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenodesis orthoses are used to facilitate 3-jaw chuck prehension use of the natural tenodesis action of the wrist. This action requires that the wrist extensor motor strength be at least a 3+/5 (on a 0-5 muscle grade scale). When the wrist extends, the thumb is pulled in opposition with the second and third digits, movement that is particularly useful in patients with C6 level tetraplegia who can manage radially deviated wrist extension.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Examples of tenodesis splints include the following:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * The wrist driven flexor hinge splint has a design that includes a MP spring-activated ratchet lock that functions to sustain the pinch after the wrist relaxes.&lt;br /&gt;    * The Rehabilitation Institute of Chicago orthosis is comprised of 3 separate pieces that include a short opponens, an index and middle finger dorsal plate, and wristlet.&lt;br /&gt;    * The externally powered tenodesis orthosis uses myoelectric or switch control and/or an electric motor to power the device.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tone reduction orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * These devices are used for flexor tone reduction in patients with significant spasticity, as is observed commonly in cerebrovascular accidents, MS, TBI, and CP.&lt;br /&gt;    * The more common tone reduction orthoses include the Bobath splint, cone splint, and antispasticity ball splint.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-591529458776550132?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/591529458776550132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/hand-orthoses-dan-fungsi-dari-ortosis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/591529458776550132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/591529458776550132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/hand-orthoses-dan-fungsi-dari-ortosis.html' title='Hand Orthoses dan fungsi dari ortosis extermitas upper'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ-XP7FiYI/AAAAAAAAAck/VB8mB9wYlD4/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-8777745191301930253</id><published>2009-03-07T05:50:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T05:56:36.746-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Forearm-wrist Orthoses, Forearm-wrist-thumb Orthoses,Forearm-wrist-hand Orthoses</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Forearm-wrist Orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forearm/wrist orthoses are volar or dorsal and either gutter-based or circumferential. Ideally, the wrist should be positioned in 15-30° of dorsiflexion (wrist extension), except in carpal tunnel syndrome (CTS), when the wrist should be maintained at neutral to minimize median nerve compression.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * The volar type should allow for metacarpophalangeal (MP) flexion by ending before the distal palmar crease.&lt;br /&gt;    * Examples of forearm-wrist orthoses include the following:&lt;br /&gt;          o Wrist cock-up splint&lt;br /&gt;          o Wrist extension splint&lt;br /&gt;          o Ulnar gutter splint&lt;br /&gt;    * These types of orthoses are used for immobilization in patients with lateral or medial epicondylitis, wrist sprain, wrist or forearm fractures, postoperative wrist fusions, and arthritic conditions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Forearm-wrist-thumb Orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Long opponens thumb spica splint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * The splint covers two thirds of the distal radial forearm up to the interphalangeal (IP) joint of the thumb.&lt;br /&gt;    * The wrist should be placed in 15-30° of dorsiflexion while maintaining motion of digits 2-5.&lt;br /&gt;    * The thumb should be maintained in an abducted position to achieve a 3-point jaw chuck prehension.&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indications&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o Used for maintaining the thumb ROM in patients who have had burns&lt;br /&gt;          o Used to restrict motion in patients with arthritis&lt;br /&gt;          o Used for serial static stretching, such as in contractures and burns&lt;br /&gt;          o Used to stabilize the thumb in opposition for 3-point chuck pinch in patients with peripheral nerve, cerebrovascular diseases, C5 level of SCI, and other upper motor neuron lesions&lt;br /&gt;          o Used in patients who have had tendon transfers/repairs, arthroplasty, and De Quervain tenosynovitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Forearm-wrist-hand Orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The basic type of forearm-wrist-hand orthoses includes the resting hand splint, functional resting splint, and static hand splint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Placement may be dorsal, volar, or circumferential and extends from the tips of the fingers to two thirds of the distal forearm. The dorsal type of splint is particularly useful in patients who demonstrate palmar hypersensitivity and grasp reflex.&lt;br /&gt;    * The position of the wrist is neutral or in slight dorsiflexion.&lt;br /&gt;    * Functions of the forearm-wrist-hand orthoses include the following:&lt;br /&gt;          o Immobilization in patients with hand flexor and extensor tendinitis, or who are undergoing tendon, nerve, or fracture repair&lt;br /&gt;          o Maintenance of passive ROM in patients with upper motor neuron lesions, burns, and contractures&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * More specific types of forearm-wrist-hand orthoses include the following:&lt;br /&gt;          o Functional resting splint&lt;br /&gt;          o Static hand splint&lt;br /&gt;          o Burn splint&lt;br /&gt;          o Weight-bearing splint&lt;br /&gt;          o Resting hand splint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ8jx4LPSI/AAAAAAAAAcU/XDxyTs_OFLc/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 86px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ8jx4LPSI/AAAAAAAAAcU/XDxyTs_OFLc/s400/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310443864749456674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ8WN-TPhI/AAAAAAAAAcM/TWROFStDg4E/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 92px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ8WN-TPhI/AAAAAAAAAcM/TWROFStDg4E/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310443631773171218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-8777745191301930253?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/8777745191301930253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/forearm-wrist-orthoses-forearm-wrist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/8777745191301930253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/8777745191301930253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/forearm-wrist-orthoses-forearm-wrist.html' title='Forearm-wrist Orthoses, Forearm-wrist-thumb Orthoses,Forearm-wrist-hand Orthoses'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ8jx4LPSI/AAAAAAAAAcU/XDxyTs_OFLc/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-3247668241209856871</id><published>2009-03-07T05:34:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T05:58:35.603-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Upper Limb Orthotics</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;General Considerations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upper extremity orthoses are devices applied externally to restore or improve functional and structural characteristics of the musculoskeletal and nervous systems. In general, musculoskeletal problems include those resulting from trauma, sports, and work-related injuries. Upper extremity orthoses also are used frequently on patients who have had neurologic problems, such as stroke, traumatic brain injury (TBI), multiple sclerosis (MS), cerebral palsy (CP), spinal cord injury (SCI), and peripheral nerve injury. They often are used in arthritic conditions as well. The material used in orthotic devices includes low-temperature thermoplastics that can be custom-made for fit and other appropriations. Other materials include casting, metal, strapping, and Velcro. Custom-made upper extremity orthoses may be fabricated by physical, occupational, and hand therapists, as well as orthotists.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;General classification&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Static orthoses: As the word static implies, these devices do not allow motion. They serve as a rigid support in fractures, inflammatory conditions of tendons and soft tissue, and nerve injuries.&lt;br /&gt;    * Dynamic/functional orthoses: In contrast to static orthoses, these devices do permit motion on which its own effectiveness depends. These types of upper extremity orthoses are used primarily to assist movement of weak muscles. Some dynamic splints have a dual- or bilateral-tension–providing mechanism, safely accommodating for moments of spasms, and, therefore, possibly limiting or avoiding soft tissue injuries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Functions of upper extremity orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Increase range of motion (ROM)&lt;br /&gt;    * Immobilize an extremity to help promote tissue healing&lt;br /&gt;    * Apply traction either to correct or prevent contractures&lt;br /&gt;    * Assist in providing enhanced function&lt;br /&gt;    * Serve as an attachment for assistive devices&lt;br /&gt;    * Help correct deformities&lt;br /&gt;    * Block unwanted movement of a joint&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Upper Arm Orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Clavicular and shoulder orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Figure-8 harness/clavicular brace - Used to restrict motion in clavicular fractures to allow for tissue healing and bone remodeling&lt;br /&gt;    * Shoulder sling - Used to restrict shoulder motion in subluxated shoulders by providing humeral cuff and chest straps to keep the humeral head in the glenoid cavity&lt;br /&gt;    * Overhead sling suspension - Used for patients with proximal arm weakness or paralysis to allow hand or arm use when the muscles are at least antigravity in strength&lt;br /&gt;    * Hemi-arm sling - Used for immobilization of the hemiplegic shoulder, which helps to decrease pain and subluxation&lt;br /&gt;    * Balanced forearm orthosis&lt;br /&gt;          o Used primarily in patients with high-level tetraplegia or severe proximal arm weakness or paralysis&lt;br /&gt;          o Supports the weight of the forearm and arm against gravity&lt;br /&gt;          o May be attached to a wheelchair or table&lt;br /&gt;          o Patients may be able to perform tabletop activities.&lt;br /&gt;          o Prerequisites for use of the device include a power source, such as neck or trunk muscles, to shift the trunk center of gravity or adequate scapular movement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Arm orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Arm sling&lt;br /&gt;          o Used in scapular or humeral fractures, acromioclavicular joint injury, rotator cuff injury, bicipital tendinitis, and hemiparesis with subluxation&lt;br /&gt;          o Includes the figure-8 sling, cuff sling, and glenohumeral support&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Functional arm orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Used primarily in patients with proximal arm weakness involving the shoulder and arm&lt;br /&gt;          o Comprised of a shoulder saddle suspending a proximal forearm cuff by straps or a Bowden cable&lt;br /&gt;          o Used in patients with arm weakness, such as in SCI and peripheral nerve &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lesions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elbow orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Posterior elbow splints - Used particularly for elbow immobilization in patients who have had recent elbow surgery and or inflammation&lt;br /&gt;    * Serial cast - Used for prevention or correction of contractures by promoting soft tissue stretch and passive ROM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Air splint&lt;br /&gt;          o Used to maintain or increase elbow extension&lt;br /&gt;          o Form of circumferential inflatable sleeve, also used for contractures and elbow immobilization&lt;br /&gt;    * Dynamic elbow flexion orthosis - Used to maintain the elbow in 90° of flexion in cases of elbow contractures, burns, and fractures&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ9N7308mI/AAAAAAAAAcc/NNHqXhvA2jk/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ9N7308mI/AAAAAAAAAcc/NNHqXhvA2jk/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310444588986856034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-3247668241209856871?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/3247668241209856871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/upper-limb-orthotics.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3247668241209856871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3247668241209856871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/upper-limb-orthotics.html' title='Upper Limb Orthotics'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SbJ9N7308mI/AAAAAAAAAcc/NNHqXhvA2jk/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-707424095529092440</id><published>2009-03-07T05:33:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T05:34:27.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Trunk-hip-knee-ankle-foot Orthotics (THKAFO)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trunk-hip-knee-ankle-foot Orthotics &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A THKAFO consists of a spinal orthosis in addition to a HKAFO for control of trunk motion and spinal alignment.&lt;/span&gt; J THKAFO terdiri dari tulang belakang orthosis selain yang HKAFO untuk kontrol dari trunk dan gerakan tulang belakang alignment. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A THKAFO is indicated in patients with paraplegia and is very difficult to don and doff&lt;/span&gt;. J THKAFO ditunjukkan pada pasien dengan paraplegia dan sangat sulit untuk mengangkat dan don.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Reciprocating gait orthosis (RGO): An RGO consists of bilateral KAFOs with posteriorly offset locking knee joints, hip joints, and a custom-molded pelvic girdle with a thoracic extension.&lt;/span&gt; Reciprocating kiprah orthosis (RGO): Sebuah RGO terdiri dari bilateral KAFOs dengan offset posteriorly penguncian sendi lutut, sendi pangkal paha, dan custom-molded panggul korset yg berkenaan dgn dada dengan ekstensi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The hip joints are coupled with cables preventing bilateral hip flexion simultaneously.&lt;/span&gt; Hip-sendi yang digabungkan dengan kabel mencegah bilateral hip akhiran secara bersamaan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The hip extension on one side coupling hip flexion on the other side through the cables produces reciprocal walking gait pattern.&lt;/span&gt; Hip ekstensi di salah satu sisinya kopel hip lengkung pada sisi lain melalui kabel memproduksi timbal kiprah pola berjalan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The RGO combined with functional electronic stimulation (FES) can be used for 2-point or 4-point gait patterns in ambulatory paraplegic or tetraplegic (C8) patients.&lt;/span&gt; RGO yang dikombinasikan dengan fungsi stimulasi elektronik (FES) dapat digunakan untuk 2-titik-titik atau 4 kiprah pola di tubuh lumpuh dpt berjalan atau tetraplegic (C8) pasien.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Using the RGO with FES can double the patient's optimum gait speed, lower blood pressure and heart rate, and increase oxygen uptake as compared to ambulating with the RGO without FES.&lt;/span&gt; Menggunakan RGO dengan FES dapat dua pasien optimal kiprah kecepatan, menurunkan tekanan darah dan denyut jantung, dan meningkatkan uptake oksigen dibandingkan dengan ambulating dengan RGO tanpa FES.&lt;br /&gt;   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Para walker: This device is a hip guidance orthosis, which consists of bilateral KAFOs with a ball bearing hip joint and a body brace&lt;/span&gt;. Para walker: Perangkat ini adalah hip bimbingan orthosis, yang terdiri dari KAFOs bilateral dengan laher hip joint dan tubuh brace. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ambulation is performed through trunk motion transmitted to the lower extremities with hip flexion and extension via the brace.&lt;/span&gt; Ambulation dilakukan melalui gerakan batang dikirim ke bagian bawah kaki dengan lengkungan dan hip melalui perpanjangan brace. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hip flexion is restricted by a stop, and hip extension may be free or limited by a stop&lt;/span&gt;. Hip lengkungan dibatasi oleh berhenti, dan hip ekstensi Mei bebas atau dibatasi oleh berhenti. The para walker is developed for patients with SCI. Yang dikembangkan untuk walker untuk pasien dengan SCI. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A study of 5 paraplegic patients found an average reduction in oxygen consumption of 27%, with 33% faster ambulatory rate compared to the RGO.&lt;/span&gt; Sebuah studi dari 5 pasien tubuh lumpuh ditemukan rata-rata pengurangan konsumsi oksigen dari 27%, dengan 33% menilai dpt berjalan lebih cepat dibandingkan dengan RGO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Parapodium: This device is developed for pediatric myelodysplastic patients to allow them to stand without crutches for functional activities with their upper limbs free.&lt;/span&gt; Parapodium: Perangkat ini dikembangkan untuk pasien Pediatric myelodysplastic untuk membolehkan mereka untuk berdiri tanpa crutches untuk kegiatan fungsional dengan mereka atas limbah gratis. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The parapodium consists of a shoe clamp, aluminum uprights, a foam knee block, and back and chest panels&lt;/span&gt;. Parapodium yang terdiri dari sepatu klem, aluminium uprights, sebuah blok busa lutut, dan panel belakang dan dada. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hip and knee may be locked for standing and unlocked for sitting.&lt;/span&gt; Hip dan lutut dapat dikunci dan dibuka untuk berdiri untuk duduk. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A torque converter under the base allows side-to-side rocking to be translated into forward propulsion.&lt;/span&gt; J torque converter di bawah dasar memungkinkan pihak-pihak ke-goyang ke depan akan diterjemahkan ke dalam daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; 4. Standing frame: This allows standing but does not permit hip and knee flexion&lt;/span&gt;. Standing frame: Hal ini memungkinkan berdiri tetapi tidak mengizinkan hip dan lutut akhiran. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The standing frame is used for children to learn standing balance and achieve a swing-through gait&lt;/span&gt;. Berdiri bingkai yang digunakan untuk anak-anak untuk belajar berdiri dan mencapai keseimbangan ayun-melalui kiprah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Special Purpose Lower Limb Orthotics&lt;/span&gt; Tujuan khusus Lower Limb Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Weight-bearing orthoses: This orthosis is designed to eliminate weight bearing through the lower extremities.&lt;/span&gt; Weight-bearing orthoses: orthosis ini dirancang untuk menghilangkan berat peluru melalui bagian bawah kaki.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Weight-bearing orthoses consist of patellar-tendon–bearing orthosis (PTBO), ischial weight-bearing orthosis, and patten bottom with uprights terminated in a floor pad or patten distal to the shoe.&lt;/span&gt; Weight-bearing orthoses terdiri dari patellar-urat daging-bearing orthosis (PTBO), ischial berat-bearing orthosis, sepatu dr kayu dan bawah dengan uprights dihentikan di lantai pad atau sepatu dr kayu distal ke sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Fracture orthoses: This orthosis stabilizes the fracture site and promotes callus formation, while allowing weight bearing and joint movement after initial subsiding pain and edema&lt;/span&gt;. Pematahan orthoses: Ini orthosis stabilizes situs yang patah tulang belulang dan mempromosikan formasi, sedangkan yang memungkinkan berat peluru dan gerakan bersama setelah awal subsiding sakit dan busung. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The bony motion at the fracture site is prevented through circumferential compression of the soft tissue&lt;/span&gt;. Gerakan yang banyak tulangnya patah di situs dicegah melalui keliling kompresi dari jaringan lunak. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fracture orthoses include the tibial fracture orthosis and femoral fracture orthosis.&lt;/span&gt; Pematahan orthoses termasuk tibial pematahan orthosis yg berhubung dgn tulang paha dan patah orthosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Angular and deformity orthoses: This orthosis is used in the pediatric population&lt;/span&gt;. Tajam dan kelainan bentuk orthoses: orthosis ini digunakan dalam Pediatric penduduk. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Denis Brown splint is for clubfoot.&lt;/span&gt; Denis yang Brown bidai untuk kaki pekuk. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A frame orthosis applies corrective forces to proximal rotational deformities.&lt;/span&gt; J bingkai korektif orthosis berlaku untuk memaksa proximal pemutaran deformities.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; A torsion shaft orthosis is used in mild scissoring gait of spastic diplegia.&lt;/span&gt; J puntiran batang orthosis digunakan dalam ringan scissoring kiprah dari kejang diplegia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Congenital hip dislocation orthoses, such as Pavlik harness, Ilfeld splint, and VonRosen splint are used to maintain the hip in flexion and abduction position to hold the femoral head within the acetabulum&lt;/span&gt;. Bawaan dislokasi hip orthoses, Pavlik seperti baju zirah, Ilfeld belat, belat dan VonRosen digunakan untuk menjaga hip di lengkung dan penculikan untuk memegang posisi kepala yg berhubung dgn tulang paha dalam acetabulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. The Scottish Rite, Toronto, and non–skeletal-bearing trilateral orthoses are used in Legg-Calve-Perthes disease to maintain the hip in abduction and keep the femoral head in the acetabulum.&lt;/span&gt; Skotlandia yang ritual, Toronto, dan non-kerangka-bearing trilateral orthoses digunakan dalam Legg-melahirkan anak sapi-penyakit Perthes untuk mempertahankan hip dalam penculikan dan memelihara yg berhubung dgn tulang paha kepala di acetabulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-707424095529092440?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/707424095529092440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/trunk-hip-knee-ankle-foot-orthotics.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/707424095529092440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/707424095529092440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/trunk-hip-knee-ankle-foot-orthotics.html' title='Trunk-hip-knee-ankle-foot Orthotics (THKAFO)'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-8684415130193806776</id><published>2009-03-06T00:34:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T05:32:47.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Hip-knee-ankle-foot Orthotics</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hip-knee-ankle-foot Orthotics&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An HKAFO consists of a hip joint and pelvic band in addition to a KAFO.&lt;/span&gt; HKAFO yang terdiri dari gabungan dan hip panggul band di samping sebuah KAFO. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The orthotic hip joint is positioned with the patient sitting upright at 90°, while the orthotic knee joint is centered over the medial femoral condyle.&lt;/span&gt; Orthotic the hip joint adalah pasien dengan posisi duduk tegak lurus di 90 °, sementara orthotic knee bersama berpusat di tengah-tengah yg berhubung dgn tulang paha atas condyle. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelvic bands complicate dressing after toileting unless the orthosis is worn under all clothing.&lt;/span&gt; Panggul band mempersusah dressing setelah toileting kecuali orthosis adalah pakaian yang dikenakan di bawah semua. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelvic bands increase the energy demands for ambulation.&lt;/span&gt; Panggul band meningkatkan kebutuhan energi untuk ambulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Pelvic bands Panggul band&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Bilateral pelvic band: This band is used more commonly with its posterior metal ends located anterior to the lateral midline of the pelvis and is interconnected by a flexible belt.&lt;/span&gt; Bilateral panggul band: band ini lebih sering digunakan dengan logam berakhir posterior terletak anterior ke lateral midline dari panggul dan interkoneksi oleh sabuk yang fleksibel.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Unilateral pelvic band: This band rarely is used because most conditions requiring a HKAFO have bilateral involvement&lt;/span&gt;. Sepihak panggul band: band ini jarang digunakan karena sebagian besar kondisi yang memerlukan HKAFO ada keterlibatan bilateral.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pelvic girdle: The pelvic girdle is made of molded thermoplastic materials, providing a maximum degree of control in patients with bilateral involvement.&lt;/span&gt; Korset panggul: The panggul sabuk dibuat dari bahan molded thermoplastic, memberikan maksimum derajat di pasien dengan keterlibatan bilateral.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Silesian belt: This belt has no metal or rigid band and offers mild resistance to abduction and rotation of the hip.&lt;/span&gt; Silesian sabuk: sabuk ini tidak memiliki band metal atau kaku dan menawarkan ringan tahan penculikan dan rotasi dari hip.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; The Silesian belt attaches to the lateral upright and encircles the pelvis.&lt;/span&gt; The Silesian sabuk attaches ke lateral yang tegak lurus dan encircles panggul. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Hip joints and locks: The hip joint can prevent abduction and adduction as well as hip rotation.&lt;/span&gt; Hip dan sendi kunci: The hip joint dapat mencegah penculikan dan adduction serta hip rotasi.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Single axis hip joint with lock: This joint is the most common hip joint with flexion and extension.&lt;/span&gt; Single poros hip bersama dengan kunci: Ini adalah gabungan yang paling umum hip bersama dengan lengkungan dan ekstensi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The single axis hip joint with lock may include an adjustable stop to control hyperextension.&lt;/span&gt; Single hip joint poros dengan kunci Mei termasuk adjustable menghentikan untuk mengendalikan hyperextension.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Two-position lock hip joint: This hip joint can be locked at full extension and 90° of flexion and is used for hip spasticity control in a patient who has difficulty maintaining a seated position.&lt;/span&gt; Dua-posisi kunci hip joint: Ini hip joint dapat dikunci pada ekstensi penuh dan 90 ° dari lengkungan dan digunakan untuk hip spasticity dalam pasien yang memiliki kesulitan untuk mempertahankan posisi duduk.&lt;br /&gt;        &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; 3. Double axis hip joint: This hip joint has a flexion-extension axis and abduction-adduction axis to control these motions.&lt;/span&gt; Poros double hip joint: hip joint ini memiliki akhiran-perpanjangan poros dan penculikan-adduction poros untuk mengendalikan gerakan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Special Purpose Lower Limb Orthotics&lt;/span&gt; Tujuan khusus Lower Limb Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Weight-bearing orthoses: This orthosis is designed to eliminate weight bearing through the lower extremities.&lt;/span&gt; Weight-bearing orthoses: orthosis ini dirancang untuk menghilangkan berat peluru melalui bagian bawah kaki.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Weight-bearing orthoses consist of patellar-tendon–bearing orthosis (PTBO), ischial weight-bearing orthosis, and patten bottom with uprights terminated in a floor pad or patten distal to the shoe.&lt;/span&gt; Weight-bearing orthoses terdiri dari patellar-urat daging-bearing orthosis (PTBO), ischial berat-bearing orthosis, sepatu dr kayu dan bawah dengan uprights dihentikan di lantai pad atau sepatu dr kayu distal ke sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Fracture orthoses: This orthosis stabilizes the fracture site and promotes callus formation, while allowing weight bearing and joint movement after initial subsiding pain and edema&lt;/span&gt;. Pematahan orthoses: Ini orthosis stabilizes situs yang patah tulang belulang dan mempromosikan formasi, sedangkan yang memungkinkan berat peluru dan gerakan bersama setelah awal subsiding sakit dan busung. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The bony motion at the fracture site is prevented through circumferential compression of the soft tissue&lt;/span&gt;. Gerakan yang banyak tulangnya patah di situs dicegah melalui keliling kompresi dari jaringan lunak. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fracture orthoses include the tibial fracture orthosis and femoral fracture orthosis.&lt;/span&gt; Pematahan orthoses termasuk tibial pematahan orthosis yg berhubung dgn tulang paha dan patah orthosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Angular and deformity orthoses: This orthosis is used in the pediatric population&lt;/span&gt;. Tajam dan kelainan bentuk orthoses: orthosis ini digunakan dalam Pediatric penduduk. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Denis Brown splint is for clubfoot.&lt;/span&gt; Denis yang Brown bidai untuk kaki pekuk. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A frame orthosis applies corrective forces to proximal rotational deformities.&lt;/span&gt; J bingkai korektif orthosis berlaku untuk memaksa proximal pemutaran deformities.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; A torsion shaft orthosis is used in mild scissoring gait of spastic diplegia.&lt;/span&gt; J puntiran batang orthosis digunakan dalam ringan scissoring kiprah dari kejang diplegia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Congenital hip dislocation orthoses, such as Pavlik harness, Ilfeld splint, and VonRosen splint are used to maintain the hip in flexion and abduction position to hold the femoral head within the acetabulum&lt;/span&gt;. Bawaan dislokasi hip orthoses, Pavlik seperti baju zirah, Ilfeld belat, belat dan VonRosen digunakan untuk menjaga hip di lengkung dan penculikan untuk memegang posisi kepala yg berhubung dgn tulang paha dalam acetabulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. The Scottish Rite, Toronto, and non–skeletal-bearing trilateral orthoses are used in Legg-Calve-Perthes disease to maintain the hip in abduction and keep the femoral head in the acetabulum.&lt;/span&gt; Skotlandia yang ritual, Toronto, dan non-kerangka-bearing trilateral orthoses digunakan dalam Legg-melahirkan anak sapi-penyakit Perthes untuk mempertahankan hip dalam penculikan dan memelihara yg berhubung dgn tulang paha kepala di acetabulum.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-8684415130193806776?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/8684415130193806776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/hip-knee-ankle-foot-orthotics.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/8684415130193806776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/8684415130193806776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/hip-knee-ankle-foot-orthotics.html' title='Hip-knee-ankle-foot Orthotics'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-3481819356940083178</id><published>2009-03-06T00:31:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T05:17:50.665-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Knee orthoses</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee orthoses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A knee orthosis (KO) only provides support or control of the knee but not of the foot and ankle.&lt;/span&gt; J lutut orthosis (KO) hanya memberikan dukungan atau kontrol dari lutut tetapi tidak pada kaki dan pergelangan kaki.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; The knee joint is centered over the medial femoral condyle.&lt;/span&gt; Lutut bersama yang berpusat di tengah-tengah yg berhubung dgn tulang paha atas condyle.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; If the patient does not have adequate gastrocnemius delineation so that there is a shelf for the distal end of the orthosis to rest on, the brace may slide down the leg with wear.&lt;/span&gt; Jika pasien tidak memiliki cukup gastrocnemius pelukisan sehingga ada rak untuk distal akhir untuk beristirahat di orthosis, yang mengukuhkan Mei geser di bawah kaki dengan pakaian. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;In that case, the brace needs to extend to the sole of the foot.&lt;/span&gt; Dalam hal ini, yang menyokong kebutuhan untuk memperluas ke tunggal dari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee orthoses for patellofemoral disorder: These orthoses are used to supply mediolateral knee stability and to control tracking of the patella during knee flexion and extension.&lt;/span&gt; Knee orthoses untuk patellofemoral disorder: orthoses ini digunakan untuk pasokan mediolateral lutut dan stabilitas untuk mengontrol pelacakan dari lutut saat lutut dan akhiran ekstensi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of orthosis includes an infrapatellar strap KO and Palumbo KO.&lt;/span&gt; Jenis orthosis mencakup infrapatellar tali KO dan Palumbo KO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee orthoses for knee control in the sagittal plane: These orthoses are used to control genu recurvatum with minimal mediolateral stability.&lt;/span&gt; Lutut lutut orthoses untuk kontrol di pesawat sagittal: orthoses ini digunakan untuk mengendalikan recurvatum lutut dengan sedikit mediolateral stabilitas. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;his type of KO includes a Swedish knee cage and a 3-way knee stabilizer.&lt;/span&gt; Jenis KO mencakup Swedia lutut kandang dan 3-cara stabilisator lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee orthoses for knee control in the frontal plane: These orthoses consist of thigh and calf cuffs joined by sidebars with mechanical knee joints.&lt;/span&gt; Lutut lutut orthoses untuk kontrol di garis depan pesawat: orthoses ini terdiri dari paha dan betis belenggu oleh sidebars bergabung dengan mekanik sendi lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The knee joint usually is polycentric and closely mimics the anatomic joint motion.&lt;/span&gt; Lutut yang biasanya adalah gabungan polycentric dan anatomis yang erat meniru gerakan bersama. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of KO includes traditional metal-leather KO, Miami KO, Canadian Arthritis and Rheumatism Society-University of British Columbia KO, and supracondylar KO.&lt;/span&gt; Jenis tradisional termasuk logam KO-KO kulit, Miami KO, Kanada dan rematik Radang Sendi-Masyarakat Universitas British Columbia KO, dan supracondylar KO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Knee orthoses for axial rotation control: These orthoses can provide angular control of flexion-extension and mediolateral planes, in addition to controlling axial rotation.&lt;/span&gt; Knee orthoses untuk rotasi aksial kontrol: orthoses ini dapat memberikan kontrol yang tajam lengkungan-ekstensi mediolateral dan pesawat, selain untuk mengendalikan aksial rotasi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This orthosis is used mostly in management of sports injuries of the knee.&lt;/span&gt; Orthosis ini umumnya digunakan dalam pengelolaan olahraga dari cedera lutut.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; This type of KO includes Lenox-Hill derotation orthosis and Lerman multiligamentous knee control orthosis. Jenis ini termasuk Lenox KO-Hill derotation orthosis dan Lerman multiligamentous lutut orthosis kontrol.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-3481819356940083178?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/3481819356940083178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/knee-orthoses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3481819356940083178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/3481819356940083178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/knee-orthoses.html' title='Knee orthoses'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-1836003129231749179</id><published>2009-03-04T22:47:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T05:20:18.603-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>knee foot ankle ortosis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFOs consist of an AFO with metal uprights, a mechanical knee joint, and 2 thigh bands.&lt;/span&gt; KAFOs terdiri dari AFO dengan logam uprights, bersama seorang mekanik lutut, dan 2 paha band. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFO can be used in quadriceps paralysis or weakness to &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maintain knee stability and control flexible genu valgum or varum.&lt;/span&gt; KAFO dapat digunakan dalam quadriceps kelumpuhan atau kelemahan untuk menjaga stabilitas lutut dan kontrol fleksibel lutut valgum atau varum. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFO also is used to limit the weight bearing of the thigh, leg, and foot with quadrilateral or ischial containment brim.&lt;/span&gt; KAFO juga digunakan untuk membatasi berat peluru dari paha, kaki, dan kaki dengan quadrilateral ischial atau penahanan meluap. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A KAFO is more difficult to don and doff than an AFO, so it is not recommended for patients who have moderate-to-severe cognitive dysfunction.&lt;/span&gt; J KAFO adalah lebih sulit untuk don dan mengangkat dari sebuah AFO, sehingga tidak dianjurkan untuk pasien yang sedang-ke-penyelewengan fungsi kognitif parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFO: This orthosis can be made of metal-leather and metal-plastic or plastic and plastic-metal.&lt;/span&gt; KAFO: orthosis ini dapat dibuat dari kulit dan logam-logam-plastik atau plastik-plastik dan logam. The metal design includes double upright metal KAFO (most common), single upright metal KAFO (lateral upright only), and Scott-Craig metal KAFO. Logam desain mencakup dua tegak lurus logam KAFO (paling umum), tegak lurus tunggal logam KAFO (lateral tegak lurus saja), dan Scott Craig-logam KAFO. The plastic designs are indicated for closer fit and maximum control of the foot, including supracondylar plastic KAFO, supracondylar plastic-metal KAFO, and plastic shells with metal uprights KAFO. Plastik desain yang ditunjukkan untuk lebih dekat dan maksimal sesuai kontrol dari kaki, termasuk supracondylar plastik KAFO, supracondylar plastik-KAFO logam, plastik dan kerang dengan logam uprights KAFO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95jzAjz8I/AAAAAAAAAcE/J6oRZbP0Zck/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 87px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95jzAjz8I/AAAAAAAAAcE/J6oRZbP0Zck/s400/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309596141588041666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95YdWblRI/AAAAAAAAAb8/H4hAuQqA918/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 79px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95YdWblRI/AAAAAAAAAb8/H4hAuQqA918/s400/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309595946795635986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95KekRwpI/AAAAAAAAAb0/M1OhkudDM7E/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95KekRwpI/AAAAAAAAAb0/M1OhkudDM7E/s400/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309595706603979410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95ErWmdII/AAAAAAAAAbs/zQQgc3M8gJU/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95ErWmdII/AAAAAAAAAbs/zQQgc3M8gJU/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309595606957061250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A double upright metal KAFO: This is an AFO with 2 metal uprights extending proximally to the thigh to control knee motion and alignment.&lt;/span&gt; J double tegak logam KAFO: Ini adalah sebuah AFO dengan 2 logam uprights memperluas proximally ke paha untuk mengendalikan gerakan lutut dan berpihak. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This orthosis consists of a mechanical knee joint and 2 thigh bands between 2 uprights.&lt;/span&gt; Orthosis ini terdiri dari mekanik dan lutut bersama antara 2 paha band 2 uprights.&lt;br /&gt;         2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Scott-Craig orthosis consists of a cushioned heel with a T-shaped foot plate for mediolateral stability, ankle joint with anterior and posterior adjustable stops, double uprights, a pretibial band, a posterior thigh band, and knee joint with pawl locks and bail control.&lt;/span&gt; J-Scott Craig orthosis terdiri dari tumit nyaman dengan T-kaki berbentuk lempengan mediolateral untuk stabilitas, kaki bersama dengan anterior dan posterior adjustable berhenti, uprights ganda, sebuah pretibial band, sebuah band posterior paha, lutut dan bersama dengan pawl perlindungan dan jaminan kontrol. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hyperextension of the hip allows the center of gravity falling behind the hip joint and in front of the locked knee and ankle joint.&lt;/span&gt; Hyperextension dari hip memungkinkan titik berat jatuh di belakang dan hip joint di depan dikunci lutut dan pergelangan kaki bersama. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;With 10° of ankle dorsiflexion alignment, it allows a swing-to or swing-through gait with crutches.&lt;/span&gt; Dengan 10 ° dari kaki dorsiflexion alignment, yang memungkinkan ke-ayun-ayun atau melalui kiprah dengan crutches. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;his orthosis is used for standing and ambulation in patients with paraplegia due to spinal cord injury (SCI)&lt;/span&gt;. Orthosis ini digunakan untuk berdiri dan ambulation dalam pasien dengan paraplegia karena cedera saraf tulang belakang (SCI).&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. The supracondylar plastic orthosis uses immobilized ankle in slight plantar flexion to produce a knee extension moment in stance to help eliminate the need for a mechanical knee lock.&lt;/span&gt; Supracondylar plastik orthosis yang menggunakan immobilized kaki sedikit lebih plantar lengkungan lutut untuk menghasilkan perpanjangan waktu dalam sikap untuk membantu menghilangkan kebutuhan untuk mekanik lutut kunci. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;his orthosis also resists genu recurvatum and provides mediolateral knee stability.&lt;/span&gt; Orthosis ini juga resists lutut recurvatum dan menyediakan mediolateral stabilitas lutut.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. A plastic shell and metal upright orthosis consists of a posterior leaf spring AFO with double metal uprights extending up to a plastic shell in the thigh with an intervening knee joint.&lt;/span&gt; J shell plastik dan logam tegak lurus orthosis terdiri dari belakang daun musim semi AFO dengan dua logam uprights memperluas sampai plastik shell di paha dengan campur lutut bersama. &lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee joints: The mechanical knee joint can be polycentric or single axis.&lt;/span&gt; Knee sendi: The mekanis lutut bersama dapat polycentric atau poros tunggal. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Polycentric is used for significant knee motion, and a single axis is more common and is used for knee stabilization.&lt;/span&gt; Polycentric digunakan untuk bergerak signifikan lutut, dan satu poros lebih umum dan digunakan untuk stabilisasi lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Single axis knee joints include the following:&lt;/span&gt; Single poros sendi lutut meliputi:&lt;br /&gt;         1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Free motion knee joint: This joint has unrestricted knee flexion and extension with a stop to prevent hyperextension.&lt;/span&gt; Bebas gerakan lutut bersama ini telah bersama los lengkungan lutut dan perpanjangan dengan berhenti untuk mencegah hyperextension. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The free motion knee joint is used for patients with recurvatum but good strength of the quadriceps to control knee motion.&lt;/span&gt; Bebas gerakan lutut bersama digunakan untuk pasien dengan baik recurvatum tetapi kekuatan quadriceps untuk mengendalikan gerakan lutut.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Offset knee joint: The hinge is located posterior to the knee joint and ground reaction force; thus, it extends the knee and provides great stability during early stance phase of the gait cycle.&lt;/span&gt; Offset lutut bersama: engsel yang berada di belakang lutut dan tanah bersama reaksi memaksa sehingga, ia meluas lutut yang besar dan memberikan stabilitas pada tahap awal sikap dari kiprah siklus. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;his joint flexes the knee freely during swing phase and is contraindicated with knee or hip flexion contracture and ankle plantar flexion stop.&lt;/span&gt; Bersama ini flexes yang bebas lutut selama tahap ayun dan contraindicated dengan lengkungan lutut atau hip contracture lengkung plantar kaki dan berhenti.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Drop ring lock knee joint: The drop ring lock is the most commonly used knee lock to control knee flexion.&lt;/span&gt; Drop cincin kunci lutut bersama: The drop ring kunci yang paling sering digunakan untuk mengontrol lutut kunci lengkungan lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The rings drop to unlock over the knee joint while the knee is in extension by gravity or manual assistance.&lt;/span&gt; Cincin yang terjatuh ke atas lutut membuka kerjasama sementara lutut dalam perpanjangan oleh gravity manual atau bantuan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of joint is stable, but gait is stiff without knee motion.&lt;/span&gt; Jenis bersama stabil, namun kecepatan yang kaku tanpa gerakan lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A ball bearing on a spring can be added just above the drop lock to keep it from slipping up as the patient ambulates.&lt;/span&gt; J laher di musim semi dapat ditambahkan hanya di atas drop kunci untuk menjaga dari slipping sebagai pasien ambulates. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Patients over 120 pounds usually feel more secure with both medial and lateral drop locks.&lt;/span&gt; Pasien lebih dari 120 pounds biasanya merasa lebih aman dengan baik di tengah-tengah dan lateral drop kunci.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Pawl lock with bail release knee joint: The semicircular bail attaches to the knee joint posteriorly, and it can unlock both joints easily by pulling up the bail or backing up to sit down in a chair.&lt;/span&gt; Pawl kunci dengan jaminan lepaskan lutut bersama: attaches yang berbentuk setengah meloncat ke lutut posteriorly bersama, dan dapat dengan mudah membuka kedua sendi dengan menariknya ke atas dengan jaminan atau cadangan untuk duduk di kursi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A major drawback is the accidental unlocking while the patient is pulling his or her pants up or bumping into a chair.&lt;/span&gt; Halangan utama adalah unlocking kebetulan saat pasien tarik nya celana bumping atas atau ke sebuah kursi.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Adjustable knee lock joint (dial lock): The serrated adjustable knee joint allows knee locking at different degrees of flexion.&lt;/span&gt; Adjustable lutut kunci bersama (dial kunci): The bergerigi adjustable lutut lutut bersama memungkinkan penguncian yang berbeda di tingkat lengkungan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of knee joint is used in patients with knee flexion contractures that are improving gradually with stretching.&lt;/span&gt; Jenis knee joint digunakan dalam pasien dengan lengkungan lutut contractures yang bertahap dengan meningkatkan stretching.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Ischial weight bearing: Most individuals in a KAFO sit partially on the upper thigh band unless the cuff is brought up above the ischium.&lt;/span&gt; Bearing Ischial berat: Sebagian besar orang di sebagian KAFO duduk di atas paha band kecuali pukulan yang bersumber di atas ischium. &lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Knee cap and strap: The knee cap can be placed in front of the knee in the orthosis to prevent flexion of the knee.&lt;/span&gt; Pelindung lutut dan tali: pelindung lutut yang dapat diletakkan di depan lutut di orthosis untuk mencegah lengkungan dari lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A medial strap is used for genu valgum and a lateral strap is used for genu varum.&lt;/span&gt; Di tengah-tengah tali yang digunakan untuk lutut valgum dan lateral tali digunakan untuk lutut varum. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;These buckles wrap around the upright in the same way as ankle straps.&lt;/span&gt; Buckles ini menyelimuti sekitar tegak lurus dengan cara yang sama seperti ankle straps. &lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Knee orthoses&lt;br /&gt;A knee orthosis (KO) only provides support or control of the knee but not of the foot and ankle. J lutut orthosis (KO) hanya memberikan dukungan atau kontrol dari lutut tetapi tidak pada kaki dan pergelangan kaki. The knee joint is centered over the medial femoral condyle. Lutut bersama yang berpusat di tengah-tengah yg berhubung dgn tulang paha atas condyle. If the patient does not have adequate gastrocnemius delineation so that there is a shelf for the distal end of the orthosis to rest on, the brace may slide down the leg with wear. Jika pasien tidak memiliki cukup gastrocnemius pelukisan sehingga ada rak untuk distal akhir untuk beristirahat di orthosis, yang mengukuhkan Mei geser di bawah kaki dengan pakaian. In that case, the brace needs to extend to the sole of the foot. Dalam hal ini, yang menyokong kebutuhan untuk memperluas ke tunggal dari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Knee orthoses for patellofemoral disorder: These orthoses are used to supply mediolateral knee stability and to control tracking of the patella during knee flexion and extension. Knee orthoses untuk patellofemoral disorder: orthoses ini digunakan untuk pasokan mediolateral lutut dan stabilitas untuk mengontrol pelacakan dari lutut saat lutut dan akhiran ekstensi. This type of orthosis includes an infrapatellar strap KO and Palumbo KO. Jenis orthosis mencakup infrapatellar tali KO dan Palumbo KO.&lt;br /&gt;    * Knee orthoses for knee control in the sagittal plane: These orthoses are used to control genu recurvatum with minimal mediolateral stability. Lutut lutut orthoses untuk kontrol di pesawat sagittal: orthoses ini digunakan untuk mengendalikan recurvatum lutut dengan sedikit mediolateral stabilitas. This type of KO includes a Swedish knee cage and a 3-way knee stabilizer. Jenis KO mencakup Swedia lutut kandang dan 3-cara stabilisator lutut.&lt;br /&gt;    * Knee orthoses for knee control in the frontal plane: These orthoses consist of thigh and calf cuffs joined by sidebars with mechanical knee joints. Lutut lutut orthoses untuk kontrol di garis depan pesawat: orthoses ini terdiri dari paha dan betis belenggu oleh sidebars bergabung dengan mekanik sendi lutut. The knee joint usually is polycentric and closely mimics the anatomic joint motion. Lutut yang biasanya adalah gabungan polycentric dan anatomis yang erat meniru gerakan bersama. This type of KO includes traditional metal-leather KO, Miami KO, Canadian Arthritis and Rheumatism Society-University of British Columbia KO, and supracondylar KO. Jenis tradisional termasuk logam KO-KO kulit, Miami KO, Kanada dan rematik Radang Sendi-Masyarakat Universitas British Columbia KO, dan supracondylar KO.&lt;br /&gt;    * Knee orthoses for axial rotation control: These orthoses can provide angular control of flexion-extension and mediolateral planes, in addition to controlling axial rotation. Knee orthoses untuk rotasi aksial kontrol: orthoses ini dapat memberikan kontrol yang tajam lengkungan-ekstensi mediolateral dan pesawat, selain untuk mengendalikan aksial rotasi. This orthosis is used mostly in management of sports injuries of the knee. Orthosis ini umumnya digunakan dalam pengelolaan olahraga dari cedera lutut. This type of KO includes Lenox-Hill derotation orthosis and Lerman multiligamentous knee control orthosis. Jenis ini termasuk Lenox KO-Hill derotation orthosis dan Lerman multiligamentous lutut orthosis kontrol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hip-knee-ankle-foot Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An HKAFO consists of a hip joint and pelvic band in addition to a KAFO. HKAFO yang terdiri dari gabungan dan hip panggul band di samping sebuah KAFO. The orthotic hip joint is positioned with the patient sitting upright at 90°, while the orthotic knee joint is centered over the medial femoral condyle. Orthotic the hip joint adalah pasien dengan posisi duduk tegak lurus di 90 °, sementara orthotic knee bersama berpusat di tengah-tengah yg berhubung dgn tulang paha atas condyle. Pelvic bands complicate dressing after toileting unless the orthosis is worn under all clothing. Panggul band mempersusah dressing setelah toileting kecuali orthosis adalah pakaian yang dikenakan di bawah semua. Pelvic bands increase the energy demands for ambulation. Panggul band meningkatkan kebutuhan energi untuk ambulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pelvic bands Panggul band&lt;br /&gt;         1. Bilateral pelvic band: This band is used more commonly with its posterior metal ends located anterior to the lateral midline of the pelvis and is interconnected by a flexible belt. Bilateral panggul band: band ini lebih sering digunakan dengan logam berakhir posterior terletak anterior ke lateral midline dari panggul dan interkoneksi oleh sabuk yang fleksibel.&lt;br /&gt;         2. Unilateral pelvic band: This band rarely is used because most conditions requiring a HKAFO have bilateral involvement. Sepihak panggul band: band ini jarang digunakan karena sebagian besar kondisi yang memerlukan HKAFO ada keterlibatan bilateral.&lt;br /&gt;         3. Pelvic girdle: The pelvic girdle is made of molded thermoplastic materials, providing a maximum degree of control in patients with bilateral involvement. Korset panggul: The panggul sabuk dibuat dari bahan molded thermoplastic, memberikan maksimum derajat di pasien dengan keterlibatan bilateral.&lt;br /&gt;         4. Silesian belt: This belt has no metal or rigid band and offers mild resistance to abduction and rotation of the hip. Silesian sabuk: sabuk ini tidak memiliki band metal atau kaku dan menawarkan ringan tahan penculikan dan rotasi dari hip. The Silesian belt attaches to the lateral upright and encircles the pelvis. The Silesian sabuk attaches ke lateral yang tegak lurus dan encircles panggul. &lt;br /&gt;    * Hip joints and locks: The hip joint can prevent abduction and adduction as well as hip rotation. Hip dan sendi kunci: The hip joint dapat mencegah penculikan dan adduction serta hip rotasi.&lt;br /&gt;         1. Single axis hip joint with lock: This joint is the most common hip joint with flexion and extension. Single poros hip bersama dengan kunci: Ini adalah gabungan yang paling umum hip bersama dengan lengkungan dan ekstensi. The single axis hip joint with lock may include an adjustable stop to control hyperextension. Single hip joint poros dengan kunci Mei termasuk adjustable menghentikan untuk mengendalikan hyperextension.&lt;br /&gt;         2. Two-position lock hip joint: This hip joint can be locked at full extension and 90° of flexion and is used for hip spasticity control in a patient who has difficulty maintaining a seated position. Dua-posisi kunci hip joint: Ini hip joint dapat dikunci pada ekstensi penuh dan 90 ° dari lengkungan dan digunakan untuk hip spasticity dalam pasien yang memiliki kesulitan untuk mempertahankan posisi duduk.&lt;br /&gt;         3. Double axis hip joint: This hip joint has a flexion-extension axis and abduction-adduction axis to control these motions. Poros double hip joint: hip joint ini memiliki akhiran-perpanjangan poros dan penculikan-adduction poros untuk mengendalikan gerakan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trunk-hip-knee-ankle-foot Orthotics Trunk-hip-lutut-kaki-kaki Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A THKAFO consists of a spinal orthosis in addition to a HKAFO for control of trunk motion and spinal alignment. J THKAFO terdiri dari tulang belakang orthosis selain yang HKAFO untuk kontrol dari trunk dan gerakan tulang belakang alignment. A THKAFO is indicated in patients with paraplegia and is very difficult to don and doff. J THKAFO ditunjukkan pada pasien dengan paraplegia dan sangat sulit untuk mengangkat dan don.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Reciprocating gait orthosis (RGO): An RGO consists of bilateral KAFOs with posteriorly offset locking knee joints, hip joints, and a custom-molded pelvic girdle with a thoracic extension. Reciprocating kiprah orthosis (RGO): Sebuah RGO terdiri dari bilateral KAFOs dengan offset posteriorly penguncian sendi lutut, sendi pangkal paha, dan custom-molded panggul korset yg berkenaan dgn dada dengan ekstensi. The hip joints are coupled with cables preventing bilateral hip flexion simultaneously. Hip-sendi yang digabungkan dengan kabel mencegah bilateral hip akhiran secara bersamaan. The hip extension on one side coupling hip flexion on the other side through the cables produces reciprocal walking gait pattern. Hip ekstensi di salah satu sisinya kopel hip lengkung pada sisi lain melalui kabel memproduksi timbal kiprah pola berjalan. The RGO combined with functional electronic stimulation (FES) can be used for 2-point or 4-point gait patterns in ambulatory paraplegic or tetraplegic (C8) patients. RGO yang dikombinasikan dengan fungsi stimulasi elektronik (FES) dapat digunakan untuk 2-titik-titik atau 4 kiprah pola di tubuh lumpuh dpt berjalan atau tetraplegic (C8) pasien. Using the RGO with FES can double the patient's optimum gait speed, lower blood pressure and heart rate, and increase oxygen uptake as compared to ambulating with the RGO without FES. Menggunakan RGO dengan FES dapat dua pasien optimal kiprah kecepatan, menurunkan tekanan darah dan denyut jantung, dan meningkatkan uptake oksigen dibandingkan dengan ambulating dengan RGO tanpa FES.&lt;br /&gt;   2. Para walker: This device is a hip guidance orthosis, which consists of bilateral KAFOs with a ball bearing hip joint and a body brace. Para walker: Perangkat ini adalah hip bimbingan orthosis, yang terdiri dari KAFOs bilateral dengan laher hip joint dan tubuh brace. Ambulation is performed through trunk motion transmitted to the lower extremities with hip flexion and extension via the brace. Ambulation dilakukan melalui gerakan batang dikirim ke bagian bawah kaki dengan lengkungan dan hip melalui perpanjangan brace. Hip flexion is restricted by a stop, and hip extension may be free or limited by a stop. Hip lengkungan dibatasi oleh berhenti, dan hip ekstensi Mei bebas atau dibatasi oleh berhenti. The para walker is developed for patients with SCI. Yang dikembangkan untuk walker untuk pasien dengan SCI. A study of 5 paraplegic patients found an average reduction in oxygen consumption of 27%, with 33% faster ambulatory rate compared to the RGO. Sebuah studi dari 5 pasien tubuh lumpuh ditemukan rata-rata pengurangan konsumsi oksigen dari 27%, dengan 33% menilai dpt berjalan lebih cepat dibandingkan dengan RGO.&lt;br /&gt;   3. Parapodium: This device is developed for pediatric myelodysplastic patients to allow them to stand without crutches for functional activities with their upper limbs free. Parapodium: Perangkat ini dikembangkan untuk pasien Pediatric myelodysplastic untuk membolehkan mereka untuk berdiri tanpa crutches untuk kegiatan fungsional dengan mereka atas limbah gratis. The parapodium consists of a shoe clamp, aluminum uprights, a foam knee block, and back and chest panels. Parapodium yang terdiri dari sepatu klem, aluminium uprights, sebuah blok busa lutut, dan panel belakang dan dada. Hip and knee may be locked for standing and unlocked for sitting. Hip dan lutut dapat dikunci dan dibuka untuk berdiri untuk duduk. A torque converter under the base allows side-to-side rocking to be translated into forward propulsion. J torque converter di bawah dasar memungkinkan pihak-pihak ke-goyang ke depan akan diterjemahkan ke dalam daya.&lt;br /&gt;   4. Standing frame: This allows standing but does not permit hip and knee flexion. Standing frame: Hal ini memungkinkan berdiri tetapi tidak mengizinkan hip dan lutut akhiran. The standing frame is used for children to learn standing balance and achieve a swing-through gait. Berdiri bingkai yang digunakan untuk anak-anak untuk belajar berdiri dan mencapai keseimbangan ayun-melalui kiprah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special Purpose Lower Limb Orthotics Tujuan khusus Turunkan sayap Orthotics&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Weight-bearing orthoses: This orthosis is designed to eliminate weight bearing through the lower extremities. Weight-bearing orthoses: orthosis ini dirancang untuk menghilangkan berat peluru melalui bagian bawah kaki. Weight-bearing orthoses consist of patellar-tendon–bearing orthosis (PTBO), ischial weight-bearing orthosis, and patten bottom with uprights terminated in a floor pad or patten distal to the shoe. Weight-bearing orthoses terdiri dari patellar-urat daging-bearing orthosis (PTBO), ischial berat-bearing orthosis, sepatu dr kayu dan bawah dengan uprights dihentikan di lantai pad atau sepatu dr kayu distal ke sepatu.&lt;br /&gt;   2. Fracture orthoses: This orthosis stabilizes the fracture site and promotes callus formation, while allowing weight bearing and joint movement after initial subsiding pain and edema. Pematahan orthoses: Ini orthosis stabilizes situs yang patah tulang belulang dan mempromosikan formasi, sedangkan yang memungkinkan berat peluru dan gerakan bersama setelah awal subsiding sakit dan busung. The bony motion at the fracture site is prevented through circumferential compression of the soft tissue. Gerakan yang banyak tulangnya patah di situs dicegah melalui keliling kompresi dari jaringan lunak. Fracture orthoses include the tibial fracture orthosis and femoral fracture orthosis. Pematahan orthoses termasuk tibial pematahan orthosis yg berhubung dgn tulang paha dan patah orthosis.&lt;br /&gt;   3. Angular and deformity orthoses: This orthosis is used in the pediatric population. Tajam dan kelainan bentuk orthoses: orthosis ini digunakan dalam Pediatric penduduk. The Denis Brown splint is for clubfoot. Denis yang Brown bidai untuk kaki pekuk. A frame orthosis applies corrective forces to proximal rotational deformities. J bingkai korektif orthosis berlaku untuk memaksa proximal pemutaran deformities. A torsion shaft orthosis is used in mild scissoring gait of spastic diplegia. J puntiran batang orthosis digunakan dalam ringan scissoring kiprah dari kejang diplegia.&lt;br /&gt;   4. Congenital hip dislocation orthoses, such as Pavlik harness, Ilfeld splint, and VonRosen splint are used to maintain the hip in flexion and abduction position to hold the femoral head within the acetabulum. Bawaan dislokasi hip orthoses, Pavlik seperti baju zirah, Ilfeld belat, belat dan VonRosen digunakan untuk menjaga hip di lengkung dan penculikan untuk memegang posisi kepala yg berhubung dgn tulang paha dalam acetabulum.&lt;br /&gt;   5. The Scottish Rite, Toronto, and non–skeletal-bearing trilateral orthoses are used in Legg-Calve-Perthes disease to maintain the hip in abduction and keep the femoral head in the acetabulum. Skotlandia yang ritual, Toronto, dan non-kerangka-bearing trilateral orthoses digunakan dalam Legg-melahirkan anak sapi-penyakit Perthes untuk mempertahankan hip dalam penculikan dan memelihara yg berhubung dgn tulang paha kepala di acetabulum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-1836003129231749179?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/1836003129231749179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/knee-foot-ankle-ortosis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1836003129231749179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/1836003129231749179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/knee-foot-ankle-ortosis.html' title='knee foot ankle ortosis'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa95jzAjz8I/AAAAAAAAAcE/J6oRZbP0Zck/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-7477485199274863008</id><published>2009-03-03T21:44:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T22:57:29.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>lower limb orthosis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A lower limb orthosis is an external device applied or attached to a lower body segment to improve function by controlling motion, providing support through stabilizing gait, reducing pain through transferring load to another area, correcting flexible deformities, and preventing progression of fixed deformities.&lt;/span&gt; Dahan yang lebih rendah orthosis adalah perangkat eksternal atau diterapkan dilampirkan segmen tubuh yang lebih rendah untuk meningkatkan fungsi pengawasan oleh gerakan, memberikan dukungan melalui memantapkan kiprah, mengurangi rasa sakit melalui mentransfer beban ke daerah lain, memperbaiki deformities fleksibel, dan mencegah kemajuan tetap deformities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminology&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Orthosis (or orthotic device) is the medical term for what most people would refer to as a brace or splint.&lt;/span&gt; Orthosis (atau perangkat orthotic) adalah istilah medis untuk apa yang kebanyakan orang akan lihat sebagai penahan atau belat. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Orthoses generally are named by the body regions that they involve, as demonstrated by the following abbreviations:&lt;/span&gt; Orthoses umumnya diberi nama oleh badan daerah yang melibatkan mereka, seperti yang ditunjukkan oleh singkatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AFO&lt;/span&gt; is an ankle-foot orthosis. &lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KAFO&lt;/span&gt; is a knee-ankle-foot orthosis. &lt;br /&gt;    *&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; HKAFO&lt;/span&gt; is a hip-knee-ankle-foot orthosis.&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;THKAFO&lt;/span&gt; is a trunk-hip-knee-ankle-foot orthosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Locomotion and gait&lt;/span&gt; Daya dan kecepatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The total mass of the body can be considered concentrated at one point, called the center of gravity.&lt;/span&gt; Total massa dari tubuh dapat dianggap terkonsentrasi pada satu titik, disebut titik berat. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;he center of mass is located in the midline, just anterior to the second sacral vertebra while the individual is standing and walking.&lt;/span&gt; Pusat massa berada di midline, hanya lebih dahulu kepada kedua ruas berhubung dgn upacara sakramen sedangkan individu adalah berdiri dan berjalan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The center of mass changes with the configuration and function of the body.&lt;/span&gt; Pusat massa dengan perubahan konfigurasi dan fungsi dari tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The line of gravity is a line passing through the center of gravity to the center of the earth.&lt;/span&gt; Baris berat adalah garis yang melewati titik berat pada pusat bumi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This line (1) arises from the supporting surface between the ball and heel of the foot, then (2) passes in front of the ankle and knee joints and slightly behind the hip joint to the center of gravity, then (3) passes through the lumbosacral junction and behind the lumbar vertebral bodies to intersect the spine at the thoracolumbar junction, then (4) continues in front of the thoracic vertebral bodies and through the cervicothoracic junction, and, lastly, (5) travels behind the cervical vertebral bodies to the occipitocervical junction.&lt;/span&gt; Baris ini (1) timbul dari pendukung antara permukaan bola dan dari tumit kaki, maka (2) lewat di depan kaki dan sendi lutut dan sedikit di belakang hip joint ke titik berat, maka (3) melewati lumbosacral di persimpangan dan di belakang badan berhubung dgn tulang belakang lumbar ke-menyilang di punggung thoracolumbar di persimpangan, maka (4) terus di depan yg berkenaan dgn dada yg berhubung dgn tulang belakang dan tubuh melalui cervicothoracic persimpangan, dan terakhir, (5) perjalanan di belakang cervical berhubung dgn tulang belakang ke badan occipitocervical di persimpangan. When the center of gravity does not fall through the area of support, it is unstable at that moment. Bila titik berat tidak jatuh melalui bidang dukungan, ia tidak stabil pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gait cycle is defined as the activity that occurs between the initial contact of one extremity and the subsequent initial contact of the same extremity.&lt;/span&gt; Kiprah siklus didefinisikan sebagai aktivitas yang terjadi antara awal kontak satu ekstremitas dan setelah kontak awal yang sama ekstremitas. During a single gait cycle, each extremity passes through one stance phase and one swing phase. Selama satu siklus kiprah, setiap ekstremitas melewati tahap satu sikap dan satu fase ayunan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Stance phase occupies over 60% of the gait cycle during walking at average velocity.&lt;/span&gt; Sikap tahap menduduki lebih dari 60% dari kiprah selama siklus berjalan pada kecepatan rata-rata. Stance phase includes initial contact, loading response, midstance, terminal stance, and preswing. Sikap tahap awal meliputi kontak, memuat respon, midstance, terminal sikap, dan preswing. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Swing phase includes initial swing, mid swing, and terminal swing.&lt;/span&gt; Swing tahap awal termasuk lancar, pertengahan lancar, dan terminal ayunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The average total displacement of the center of gravity in both the vertical and lateral directions is less than 2 inches in normal gait.&lt;/span&gt; Rata-rata total beratnya dari titik berat dalam kedua-dua arah vertikal dan lateral adalah kurang dari 2 inci dalam kecepatan normal. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;he increase in displacement of the center of gravity increases the amount of energy for walking.&lt;/span&gt; Peningkatan beratnya dari titik berat akan meningkatkan jumlah energi untuk berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The purpose of using an orthosis is to enhance normal movement and to decrease abnormal posture and tone.&lt;/span&gt; Tujuan menggunakan orthosis biasa adalah untuk meningkatkan gerakan dan menurun abnormal sikap dan nada. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lower extremity orthoses can be used to correct abnormal gait patterns and to increase the efficiency of walking.&lt;/span&gt; Ekstremitas orthoses rendah dapat digunakan untuk memperbaiki pola abnormal kiprah dan untuk meningkatkan efisiensi berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lower extremity orthotics &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An orthosis is classified as a static or dynamic device.&lt;/span&gt; Orthosis yang diklasifikasikan sebagai perangkat statis atau dinamis. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A static orthosis is rigid and is used to support the weakened or paralyzed body parts in a particular position.&lt;/span&gt; J orthosis statis adalah kaku dan digunakan untuk mendukung atau melemah lumpuh tubuh bagian dalam posisi tertentu. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A dynamic orthosis is used to facilitate body motion to allow optimal function.&lt;/span&gt; J orthosis dinamis yang digunakan untuk memfasilitasi gerakan tubuh agar berfungsi optimal. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;In all orthotic devices, 3 points of pressure are needed for proper control of a joint.&lt;/span&gt; Dalam semua orthotic perangkat, 3 poin dari tekanan diperlukan kontrol yang tepat untuk bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Principles&lt;/span&gt; Prinsip-prinsip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A lower limb orthosis should be used only for specific management of a selected disorder.&lt;/span&gt; Orthosis dahan yang lebih rendah harus digunakan hanya untuk pengelolaan spesifik yang dipilih disorder. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The orthotic joints should be aligned at the approximate anatomic joints.&lt;/span&gt; Orthotic sendi yang harus berpihak pada perkiraan anatomis sendi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Most orthoses use a 3-point system to ensure proper positioning of the lower limb inside the orthosis.&lt;/span&gt; Paling orthoses menggunakan sistem 3-titik untuk memastikan posisi yang tepat di bawah sayap di dalam orthosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The orthosis selected should be simple, lightweight, strong, durable, and cosmetically acceptable.&lt;/span&gt; Orthosis yang dipilih harus sederhana, ringan, kuat, tahan lama, dan cosmetically diterima. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Considerations for orthotic prescription should include the 3-point pressure control system, static or dynamic stabilization, flexible material, and tissue tolerance to compression and shear force.&lt;/span&gt; Pertimbangan untuk orthotic resep harus menyertakan 3-point tekanan sistem kontrol, statis atau dinamis stabilisasi, bahan fleksibel, dan jaringan toleransi kompresi untuk memotong dan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Materials&lt;/span&gt; Bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An orthosis can be constructed from metal, plastic, leather, synthetic fabrics, or any combination.&lt;/span&gt; Orthosis yang dapat dibangun dari logam, plastik, kulit, kain sintetis, atau kombinasi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Plastic materials, such as thermosetting and thermoplastics, are the materials most commonly used in the orthotic industry.&lt;/span&gt; Bahan plastik, seperti thermosetting dan thermoplastics, materi yang paling sering digunakan dalam industri orthotic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Plastics&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Thermosetting materials can be molded into permanent shape after heating.&lt;/span&gt; Thermosetting bahan molded dapat tetap menjadi bentuk setelah pemanasan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;They do not return to their original consistency even after being reheated&lt;/span&gt;. Mereka tidak kembali ke awal konsistensi mereka bahkan setelah reheated. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Thermoplastic materials soften when heated and harden when cooled.&lt;/span&gt; Thermoplastic bahan melunak bila air panas dan mengeras bila didinginkan.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Low-temperature thermoplastics can be fabricated easily and rapidly with hot water or hot air and scissors, but they are used mainly in low stress activities.&lt;/span&gt; Rendah suhu yg siap untuk dimakan thermoplastics dapat dengan mudah dan cepat dengan air panas atau air panas dan gunting, tetapi digunakan terutama dalam kegiatan rendah stres.&lt;br /&gt;          o H&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;igh-temperature (polypropylene) thermoplastics require higher temperature (150°C) to mold, but they are ideal for high stress activities.&lt;/span&gt; Suhu tinggi (Polypropylene) thermoplastics memerlukan suhu tinggi (150 ° C) untuk jamur, namun mereka ideal untuk kegiatan stres tinggi. &lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Leather, such as cattle hide, is used for shoe construction because it conducts heat and absorbs water well.&lt;/span&gt; Kulit, seperti sapi sembunyikan, sepatu yang digunakan untuk konstruksi karena melakukan panas dan menyerap air dengan baik.&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rubber/Karet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rubber has tough resiliency and shock-absorbing qualities.&lt;/span&gt; Karet yang sulit kegembiraan dan kejutan-menyerap kualitas.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rubber is used for padding in body jackets and limb orthoses.&lt;/span&gt; Karet yang digunakan untuk padding jaket di tubuh dan anggota tubuh orthoses. &lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Metal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Metals, such as stainless steel and aluminum alloys, are adjustable, but they are heavy and not cosmetically pleasing.&lt;/span&gt; Logam, seperti stainless steel dan aluminium alloys, adalah adjustable, tetapi berat dan tidak cosmetically penampilan.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Metals can be used for joint components, metal uprights, sprints, and bearings.&lt;/span&gt; Logam dapat digunakan untuk bersama komponen, logam uprights, sprints, dan Bearings. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shoes And Foot Orthotics &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shoes&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shoes are the important foundation of the lower limb orthosis.&lt;/span&gt; Sepatu penting adalah dasar dari bagian bawah sayap orthosis. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shoes are used to protect and warm the feet, transfer body weight while walking, and reduce pressure or pain through redistributing weight.&lt;/span&gt; Sepatu yang digunakan untuk melindungi dan hangat kaki, mentransfer berat badan sambil berjalan-jalan, dan mengurangi tekanan atau sakit melalui redistributing berat. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shoes should be comfortable and properly fitted.&lt;/span&gt; Sepatu harus dipasang dengan benar dan nyaman. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;They should be at least 1 cm longer than the longest toe and correspond to the shape of the feet.&lt;/span&gt; Mereka harus setidaknya lebih dari 1 cm lagi kaki dan menyesuaikan dengan bentuk kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The shoe can be divided into lower and upper parts.&lt;/span&gt; Sepatu yang dapat dibagi menjadi bagian atas dan bawah. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The lower parts consist of the sole, shank, ball, toe spring, and heel.&lt;/span&gt; Di bagian bawah terdiri dari satu-satunya, batang, bola, kaki musim semi, dan tumit. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The upper parts include the quarter, heel counter, vamp, toe box, tongue, and throat.&lt;/span&gt; Bagian atas adalah bagian seperempat, heel counter, vamp, toe box, lidah, dan tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Parts of the shoe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sole&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Outer and inner soles are separated by compressible filler.&lt;/span&gt; Inner dan outer soles yg dpt dipisahkan dengan filler. Both of them are made preferably of leather for breathability. Keduanya sebaiknya dibuat dari kulit untuk breathability.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The ball is the widest part of the sole and corresponds to the area of the metatarsal heads.&lt;/span&gt; Bola adalah bagian dari luas tunggal dan sesuai dengan bidang yang metatarsal kepala.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The shank area is from the anterior border of the heel to the ball.&lt;/span&gt; Pisau yang berasal dari daerah perbatasan anterior dari tumit ke bola. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A steel piece may be used to reinforce the shank area.&lt;/span&gt; A piece baja dapat digunakan untuk memperkuat betis daerah.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The toe spring is the space between the anterior sole and the floor.&lt;/span&gt; The toe spring adalah ruang antara anterior tunggal dan lantai. &lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Heel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o L&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;eather with rubber on the plantar surface commonly is used for the heel.&lt;/span&gt; Kulit dengan karet pada permukaan plantar umumnya digunakan untuk tumit.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A spring heel is one-eighth inch high.&lt;/span&gt; J spring heel adalah satu-inch kedelapan tinggi.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An Oxford heel is three quarters to one inch high.&lt;/span&gt; Oxford adalah sebuah membuntuti tiga perempat ke satu inci tinggi.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A military heel is one and one quarter inches high.&lt;/span&gt; J militer dan tumit adalah satu seperempat inci tinggi.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A Cuban heel is one and a half inches high.&lt;/span&gt; J tumit Kuba adalah satu setengah inci tinggi.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The heel counter is the posterior portion of the upper part between the quarters.&lt;/span&gt; Heel counter yang merupakan bagian belakang bagian atas antara ruangan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This structure is used to reinforce the quarters and support the calcaneus.&lt;/span&gt; Struktur ini digunakan untuk memperkuat markas dan mendukung calcaneus. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The heel counter can increase the posterior stability of the shoe.&lt;/span&gt; Heel counter yang dapat meningkatkan stabilitas posterior dari sepatu. &lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Upper&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The upper is the portion of the shoe above the sole.&lt;/span&gt; Bagian atas adalah bagian sepatu di atas satu-satunya.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The vamp is the anterior section.&lt;/span&gt; Vamp yang merupakan bagian depan.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The quarters are the posterior section.&lt;/span&gt; Yang berdekatan adalah bagian belakang.&lt;br /&gt;          o&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; The throat is the base of the tongue.&lt;/span&gt; Tenggorokan adalah pangkal lidah.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The tongue is a piece attached to the vamp.&lt;/span&gt; Lidah adalah bagian yang melekat pada wanita.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The toe box is the reinforcement of the vamp to protect the shoe from trauma.&lt;/span&gt; Toe kotak yang merupakan bala bantuan yang menggoda untuk melindungi sepatu dari trauma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shoe modifications&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A properly fitted shoe should have adequate room for the foot to expand while the patient is bearing weight.&lt;/span&gt; J benar dipasang sepatu harus cukup ruang untuk memperluas sementara kaki pasien bearing berat. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The shoe should be at least 1 cm longer than the longest toe, and the widest part also should correspond to the widest part of the foot.&lt;/span&gt; Sepatu yang harus minimal 1 cm lebih panjang daripada lama kaki, dan luas bagian juga harus sesuai dengan luas bagian kaki. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shoes can be modified to reduce pressure on sensitive areas by redistributing weight toward pain-free areas.&lt;/span&gt; Sepatu dapat dimodifikasi untuk mengurangi tekanan pada daerah-daerah sensitif oleh redistributing berat terhadap sakit bebas daerah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;External shoe modifications&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Heel modifications&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A cushioned heel: A wedge of compressible rubber is inserted into the heel to absorb impact at heel strike.&lt;/span&gt; J enak tumit: J pasak dari karet yg dpt dimasukkan ke dalam tumit menyerap dampak pada tumit mogok. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This cushion often is used with a rigid ankle to reduce the knee flexion moment by allowing for more rapid ankle plantar flexion.&lt;/span&gt; Bantal ini sering digunakan dengan kaki kaku untuk mengurangi lengkungan lutut saat memungkinkan untuk lebih cepat ankle plantar akhiran.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A heel flare:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A medial flare is used to resist inversion, and a lateral flare is used to resist eversion.&lt;/span&gt; J tumit suar: Sebuah suar di tengah-tengah digunakan untuk menolak inversi, dan lateral suar digunakan untuk menolak eversion. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Both flares are used to provide heel stability.&lt;/span&gt; Flares baik digunakan untuk menyediakan tumit stabilitas.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A heel wedge: A medial wedge is used to promote inversion, and a lateral wedge is used to promote eversion.&lt;/span&gt; J tumit baji: J terjepit di tengah-tengah digunakan untuk mempromosikan inversi, dan lateral baji digunakan untuk mempromosikan eversion. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The heel counter should be strong enough to prevent the hindfoot from sliding down the incline created by the wedge.&lt;/span&gt; Heel counter yang harus cukup kuat untuk mencegah hindfoot geser dari bawah yang condong dibuat oleh apit.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Extended heel: The Thomas heel projects anteriorly on the medial side to provide support to the medial longitudinal arch.&lt;/span&gt; Extended heel: The Thomas tumit anteriorly proyek di tengah-tengah sisi untuk memberikan dukungan ke tengah-tengah longitudinal arch. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The reverse Thomas heel projects anteriorly on the lateral side to provide stability to the lateral longitudinal arch.&lt;/span&gt; Thomas the reverse anteriorly tumit proyek di sisi samping memberikan stabilitas ke lateral longitudinal arch.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Heel elevation: A shoe lift is used to compensate for fixed equinus deformity or for any leg-length discrepancy of more than one quarter of an inch.&lt;/span&gt; Heel ketinggian: Sebuah sepatu angkat digunakan untuk memberikan kompensasi untuk tetap equinus kelainan bentuk atau untuk setiap kaki-panjang ketidakcocokan lebih dari satu seperempat nyaris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sole modifications&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A rocker bar is a convex structure placed posterior to the metatarsal head.&lt;/span&gt; J rocker bar adalah struktur cembung ditempatkan ke belakang kepala metatarsal. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The rocker bar is used to shift the rollover point from metatarsal head to metatarsal shaft to avoid irritation of ulcers along the metatarsal head in patients with diabetes mellitus (DM).&lt;/span&gt; Rocker bar yang digunakan untuk beralih dari titik yang Gulirkan metatarsal kepala metatarsal ke batang untuk menghindari gangguan dari ulcers sepanjang metatarsal di kepala pasien dengan diabetes mellitus (DM).&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A metatarsal bar is a bar with a flat surface placed posterior to the metatarsal head.&lt;/span&gt; J metatarsal bar adalah bar dengan permukaan yang datar ditempatkan ke belakang kepala metatarsal. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The metatarsal bar is used to relieve the pressure from the metatarsal heads.&lt;/span&gt; Metatarsal bar yang digunakan untuk melepaskan tekanan dari kepala metatarsal.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A sole wedge: A medial wedge is used to promote supination, and a lateral wedge is used to provide pronation.&lt;/span&gt; J tunggal baji: J terjepit di tengah-tengah digunakan untuk mempromosikan supination, dan lateral baji digunakan untuk menyediakan pronation.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A sole flare: A medial flare is used to resist inversion, and a lateral flare is used to resist eversion.&lt;/span&gt; J tunggal suar: Sebuah suar di tengah-tengah digunakan untuk menolak inversi, dan lateral suar digunakan untuk menolak eversion. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Both flares promote great stability.&lt;/span&gt; Kedua flares mempromosikan stabilitas besar.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A steel bar: The steel bar is placed between the inner sole and outer sole.&lt;/span&gt; J baja bar: bar baja yang ditempatkan di antara inner dan outer tunggal tunggal. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This bar is used to reduce forefoot motion to reduce the stress from phalanges and metatarsals.&lt;/span&gt; Bar ini akan digunakan untuk mengurangi gerakan kaki depan untuk mengurangi stres dari phalanges dan metatarsals. &lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Combination of sole and heel modifications: If heel elevation is more than one half an inch, a sole elevation should be added to avoid equinus posture.&lt;/span&gt; Kombinasi tunggal dan tumit modifikasi: Jika tumit ketinggian lebih dari satu setengah inci, tunggal ketinggian perlu ditambahkan untuk menghindari equinus sikap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Internal shoe modifications&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Heel modifications&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Heel cushion relief: This soft pad with excavation is placed under the painful point of the heel.&lt;/span&gt; Heel cushion relief: Ini soft pad dengan korok ditempatkan di bawah titik nyeri di tumit.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Heel wedges: A medial heel wedge can rotate the hindfoot into inversion.&lt;/span&gt; Heel wedges: J terjepit di tengah-tengah tumit dapat memutar hindfoot menjadi inversi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A lateral heel wedge can evert the hindfoot to avoid pressure on the cuboid.&lt;/span&gt; J lateral tumit baji Evert yang dapat hindfoot untuk menghindari tekanan pada berbentuk kubus. &lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;* Sole modifications&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Metatarsal pad: This domed pad is designed to reduce the stress from metatarsal heads by transferring the load to metatarsal shafts in metatarsalgia.&lt;/span&gt; Metatarsal pad: pad berkubah ini dirancang untuk mengurangi tekanan dari kepala metatarsal oleh mentransfer beban ke metatarsal shafts di metatarsalgia.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Inner sole excavation: A soft pad filled with compressible material is placed under one or more metatarsal heads.&lt;/span&gt; Inner tunggal korok: A soft pad yg dpt diisi dengan bahan tersebut dimasukkan ke dalam satu atau lebih metatarsal kepala.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Scaphoid pad: This type of pad extends from one half inch posterior to the first metatarsal head to the anterior tubercle of the calcaneus.&lt;/span&gt; Scaphoid pad: Jenis alas meluas dari satu setengah inci pertama ke belakang kepala metatarsal ke depan bonggol kecil dari calcaneus. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The apex of the scaphoid pad is between the talonavicular joint and the navicular tuberosity.&lt;/span&gt; Di puncak dari scaphoid pad adalah gabungan antara talonavicular dan navicular tuberosity. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The scaphoid pad is used for medial arch support.&lt;/span&gt; Scaphoid pad yang digunakan untuk mendukung di tengah-tengah arch.&lt;br /&gt;          o &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Toe crest: A crescent-shaped pad is placed behind the second through fourth phalanges.&lt;/span&gt; Toe jambul: J berbentuk sabit pad ditempatkan di belakang kedua melalui keempat phalanges. The toe crest fills the void under the proximal phalanges and reduces the stress. Toe jambul yang mengisi kekosongan yang di bawah proximal phalanges dan mengurangi stres. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foot orthosis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The foot orthosis extends from the posterior border of the foot to a point just posterior to the metatarsal heads.&lt;/span&gt; Kaki orthosis meluas dari batas posterior dari kaki ke satu titik saja posterior ke metatarsal kepala.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; This device is used to accommodate the abnormal foot to help restore more normalized lower limb biomechanics.&lt;/span&gt; Perangkat ini digunakan untuk mengakomodasi abnormal kaki untuk membantu memulihkan lebih rendah normalized sayap biomechanics.&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UCBL (University of California at Berkeley Laboratory) insert: This insert is made of rigid plastic fabricated over a cast of the foot held in maximal manual correction.&lt;/span&gt; UCBL (University of California di Berkeley Laboratorium) memasukkan: Ini adalah memasukkan kaku yang terbuat dari plastik yg siap untuk dimakan selama cast yang diselenggarakan di kaki maksimal koreksi manual. The UCBL encompasses the heel and midfoot, and it has rigid medial, lateral, and posterior walls. Yang meliputi UCBL yang membuntuti dan midfoot, dan telah kaku di tengah-tengah, lateral, dan posterior dinding.&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Heel cup: The heel cup is a rigid plastic insert that covers the plantar surface of the heel and extends posteriorly, medially, and laterally up the side of the heel.&lt;/span&gt; Heel cup: The heel cup adalah kaku memasukkan plastik yang meliputi plantar permukaan tumit dan meluas posteriorly, medially, laterally atas dan bagian samping tumit. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;he heel cup is used to prevent lateral calcaneal shift in the flexible flat foot.&lt;/span&gt; Tumit cangkir yang digunakan untuk mencegah lateral calcaneal pergeseran yang fleksibel flat kaki.&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesamoid insert: This addition to an orthosis is an insert amounting to three quarters of an inch with an extension under the hallux to transfer pressure off the short first metatarsal head and onto its shaft.&lt;/span&gt; Menyisipkan Sesamoid: ini selain merupakan sebuah orthosis memasukkan sebesar tiga perempat dari hampir dengan ekstensi di bawah tekanan untuk mentransfer hallux mematikan singkat pertama metatarsal-nya ke kepala dan batang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ankle-foot Orthotics&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An AFO is commonly prescribed for weakness or paralysis of ankle dorsiflexion, plantar flexion, inversion, and eversion.&lt;/span&gt; AFO yang umumnya diresepkan untuk kelemahan atau kelumpuhan dari kaki dorsiflexion, plantar lengkungan, inversi, dan eversion. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AFOs are used to prevent or correct deformities and reduce weight bearing.&lt;/span&gt; AFOs digunakan untuk mencegah atau deformities benar dan mengurangi berat peluru. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The position of the ankle indirectly affects the stability of the knee with ankle plantar flexion providing a knee extension force and ankle dorsiflexion providing a knee flexion force.&lt;/span&gt; Posisi kaki yang tidak langsung akan mempengaruhi stabilitas di lutut dengan kaki lengkung plantar memberikan perpanjangan lutut dan pergelangan kaki memaksa dorsiflexion memberikan kekuatan lengkungan lutut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An AFO has been shown to reduce the energy cost of ambulation in a wide variety of conditions, such as spastic diplegia due to cerebral palsy, lower motor neuron weakness of poliomyelitis, and spastic hemiplegia in cerebral infarction.&lt;/span&gt; AFO yang telah ditunjukkan untuk mengurangi biaya energi ambulation dalam berbagai kondisi, seperti kejang diplegia karena otak lumpuh, rendah motor neuron kelemahan lumpuh, dan kejang hemiplegia di otak infarction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Thermoplastic AFOs:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;These devices are plastic molded AFOs, consisting of the following 3 parts: (1) a shoe insert, (2) a calf shell, and (3) a calf strap attached proximally.&lt;/span&gt; Thermoplastic AFOs: Perangkat ini adalah plastik molded AFOs, terdiri dari 3 bagian sebagai berikut: (1) sepatu memasukkan, (2) anak sapi yang kerang, dan (3) anak sapi tali yang terpasang proximally. The rigidity depends on the thickness and composition of the plastic, as well as the trim line and shape. Kekakuan yang tergantung pada ketebalan dan komposisi dari plastik, serta memangkas jalur dan bentuk. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Thermoplastic AFOs are contraindicated in cases of fluctuating edema and insensation.&lt;/span&gt; Thermoplastic AFOs adalah contraindicated dalam kasus busung berfluktuasi dan insensation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Posterior leaf spring (PLS): The PLS is the most common form of AFO with a narrow calf shell and a narrow ankle trim line behind the malleoli.&lt;/span&gt; Posterior daun musim semi (PLS): The PLS adalah yang paling umum berupa AFO dengan betis tempurung yang sempit dan yang sempit kaki trim baris di belakang malleoli. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The PLS is used for compensating for weak ankle dorsiflexors by resisting ankle plantar flexion at heel strike and during swing phase with no mediolateral control.&lt;/span&gt; PLS yang digunakan untuk compensating kaki lemah untuk menolak dorsiflexors oleh ankle plantar lengkungan di tumit mogok dan selama tahap ayun tanpa mediolateral kontrol.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Spiral AFO: This AFO consists of a shoe insert, a spiral that starts medially, passes around the leg posteriorly, then passes anteriorly to terminate at the medial tibial flare where a calf band is attached.&lt;/span&gt; Spiral AFO: AFO ini terdiri dari sepatu memasukkan, sebuah spiral yang dimulai medially, melewati sekitar kaki posteriorly, kemudian melewati anteriorly untuk di tengah-tengah tibial berkobar di mana anak sapi band terpasang. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The spiral AFO allows for rotation in the transverse plane while controlling ankle dorsiflexion and plantar flexion, as well as eversion and inversion.&lt;/span&gt; AFO spiral yang memungkinkan untuk rotasi dalam pesawat saat melintasi kaki dorsiflexion dan pengendalian plantar lengkung, serta eversion dan inversi.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Hemispiral AFO: This AFO consists of a shoe insert with a spiral starting on the lateral side of the shoe insert, passing up the posterior leg, and terminating at the medial tibial flare where the calf band is attached.&lt;/span&gt; Hemispiral AFO: AFO ini terdiri dari sepatu dengan memasukkan spiral dimulai pada sisi samping memasukkan sepatu, lewat di atas kaki belakang, dan perlu di tengah-tengah tibial berkobar di mana anak sapi band terpasang. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This design is used for achieving better control of equinovarus than the spiral AFO can.&lt;/span&gt; Rancangan ini digunakan untuk mencapai lebih baik dari equinovarus selain spiral AFO dapat.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Solid AFO: The solid AFO has a wider calf shell with trim line anterior to the malleoli.&lt;/span&gt; Solid AFO: The solid AFO memiliki luas betis shell dengan apik baris anterior ke malleoli. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This AFO prevents ankle dorsiflexion and plantar flexion, as well as varus and valgus deviation.&lt;/span&gt; AFO ini mencegah dorsiflexion dan kaki plantar lengkung, serta varus dan valgus deviasi.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. AFO with flange: This AFO has an extension (flange) that projects from the calf shell medially for maximum valgus control and laterally for maximum varus control.&lt;/span&gt; AFO dengan flens: AFO ini memiliki ekstensi (flens) yang proyek dari betis shell medially untuk maksimum valgus dan laterally untuk maksimum varus kontrol.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Hinged AFO: The adjustable ankle hinges can be set to the desired range of ankle dorsiflexion or plantar flexion&lt;/span&gt;. Hinged AFO: The adjustable ankle engsel dapat diatur ke berbagai dikehendaki kaki dorsiflexion atau plantar akhiran.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Tone-reducing AFO (TRAFO): The broad footplate is used to provide support around most of the foot, extending distally under the toes and up over the foot medially and laterally to maintain the subtalar joint in normal alignment.&lt;/span&gt; Mengurangi nada-AFO (TRAFO): footplate umum yang digunakan untuk memberikan dukungan sebagian besar di sekitar kaki, memperluas distally di bawah dan atas kaki atas kaki medially dan laterally untuk mempertahankan subtalar bersama alignment normal. The TRAFO is indicated for patients with spastic hemiplegia. TRAFO yang ditunjukkan untuk pasien dengan hemiplegia kejang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Metal and metal-plastic AFOs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This type of AFO consists of a shoe or foot attachment, ankle joint, 2 metal uprights (medial and lateral), with a calf band (application of force) connected proximally.&lt;/span&gt; AFO jenis ini terdiri dari sepatu atau kaki lampiran, kaki bersama, 2 logam uprights (di tengah-tengah dan lateral), dengan betis band (aplikasi kekerasan) proximally terhubung. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;he stirrup anchors the uprights to the shoes between the sole and the heel.&lt;/span&gt; Sanggurdi yang jangkar yang uprights ke sepatu antara tunggal dan tumit. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The caliper is a round tube placed in the heel of the shoe, which connects to the uprights and also allows for easy detachability of the uprights.&lt;/span&gt; Caliper yang merupakan putaran tabung ditempatkan di tumit dari sepatu, yang menghubungkan ke uprights dan juga memungkinkan untuk memudahkan detachability dari uprights. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A molded shoe insert is another alternative to fit the stirrup into the shoe, which also allows maximum control of the foot and aligns the anatomic and mechanical ankles.&lt;/span&gt; J molded memasukkan sepatu adalah alternatif lain agar sesuai dengan sanggurdi ke dalam sepatu, yang juga memungkinkan pengendalian maksimum dan aligns kaki yang anatomis dan mekanis ankles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ankle joints: The mechanical ankle joints can control or assist ankle dorsiflexion or plantar flexion by means of stops (pins) or assists (springs)&lt;/span&gt;. Ankle sendi: The mekanis kaki atau sendi dapat membantu kaki dorsiflexion lengkung plantar atau dengan cara berhenti (pin) atau membantu (mata air). &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The mechanical ankle joint also controls mediolateral stability.&lt;/span&gt; Mekanis pada kaki bersama juga kontrol mediolateral stabilitas. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Knee extension moment is promoted by ankle plantar flexion, and knee flexion moment is promoted by ankle dorsiflexion.&lt;/span&gt; Knee perpanjangan waktu yang dipromosikan oleh lengkung plantar kaki, lutut dan lengkungan saat ini dipromosikan oleh dorsiflexion kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Free motion ankle joint: The stirrup has a completely circular top, which allows free ankle motion and provides only mediolateral stability.&lt;/span&gt; Bebas gerakan kaki bersama: sanggurdi yang memiliki sepenuhnya atas surat edaran, yang memungkinkan gerakan bebas kaki dan hanya menyediakan mediolateral stabilitas.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Plantar flexion ankle joint stop: This ankle joint stop is produced by a pin inserted in the posterior channel of the ankle joint or by flattening the posterior lip of the stirrup's circular stop.&lt;/span&gt; Plantar lengkungan kaki bersama berhenti: kaki bersama ini adalah yang dihasilkan oleh pin yang terpasang pada saluran posterior dari kaki bersama atau perataan yang posterior lip dari sanggurdi's circular berhenti. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The plantar flexion stop has a posterior angulation at the top of the stirrup that restricts plantar flexion but allows unlimited dorsiflexion and promotes knee flexion moment.&lt;/span&gt; Lengkung plantar yang berhenti memiliki bokong angulation di bagian atas sanggurdi yang membatasi lengkung plantar tetapi tidak terbatas memungkinkan dorsiflexion dan mempromosikan lengkungan lutut saat. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This design is used in patients with weakness of dorsiflexion during swing phase and flexible pes equinus.&lt;/span&gt; Rancangan ini digunakan dalam pasien dengan kelemahan dorsiflexion selama tahap ayun dan fleksibel equinus Pes.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Dorsiflexion ankle joint stop: The stirrup has a pin inserted in the anterior channel of the ankle joint or by flattening the anterior lip of the stirrup's circular stop.&lt;/span&gt; Dorsiflexion kaki bersama berhenti: sanggurdi yang memiliki pin terpasang pada saluran anterior dari kaki bersama atau perataan yang anterior lip dari sanggurdi's circular berhenti. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The dorsiflexion stop has an anterior angulation at the top of the stirrup that restricts dorsiflexion but allows unlimited plantar flexion and promotes a knee extension moment in the meantime.&lt;/span&gt; Dorsiflexion berhenti di depan memiliki angulation di bagian atas sanggurdi yang membatasi dorsiflexion tetapi tidak terbatas memungkinkan plantar lengkungan lutut dan mempromosikan sebuah perpanjangan waktu untuk sementara. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;This design is used in patients with weakness of plantar flexion during late stance.&lt;/span&gt; Rancangan ini digunakan dalam pasien dengan kelemahan plantar lengkungan selama akhir sikap.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Limited motion ankle joint stop: This ankle joint stop has anterior and posterior angulations at the top of the stirrup with restricted dorsiflexion and plantar flexion ankle motion.&lt;/span&gt; Terbatas bersama menghentikan gerakan kaki: kaki bersama ini telah menghentikan anterior dan posterior angulations di bagian atas sanggurdi dengan dorsiflexion lengkung plantar kaki dan gerakan. T&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;he limited motion ankle joint stop has a pin in the anterior and the posterior channel, and it is used in ankle weakness affecting all muscle groups.&lt;/span&gt; Keterbatasan gerakan kaki bersama berhenti memiliki pin di anterior dan posterior saluran, dan digunakan di pergelangan kaki kelemahan otot yang mempengaruhi semua kelompok.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Dorsiflexion assist spring joint: This joint has a coil spring in the posterior channel and helps to aid dorsiflexion during swing phase.&lt;/span&gt; Dorsiflexion membantu musim semi bersama ini bersama memiliki gulungan air di saluran belakang dan membantu untuk membantu dorsiflexion selama fase ayunan.&lt;br /&gt;         &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Varus or valgus correction straps (T-straps): A T-strap attached medially and circling the ankle until buckling on the outside of the lateral upright is used for valgus correction.&lt;/span&gt; Varus atau valgus koreksi straps (T-straps): J T-tali yang terpasang medially dan berkeliling di kaki kelukan sampai di bagian luar lateral tegak lurus digunakan untuk valgus koreksi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A T-strap attached laterally and buckling around the medial upright is used for varus correction.&lt;/span&gt; J T-tali terpasang dan laterally kelukan sekitar tengah-tengah tegak lurus digunakan untuk varus koreksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa922J1f5fI/AAAAAAAAAbc/lIUvxewHt-8/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa922J1f5fI/AAAAAAAAAbc/lIUvxewHt-8/s400/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309593158418425330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="javascript:showcontent('active','hiddenlayerd26e769');"&gt;(Perbesar Gambar)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa93XQ8duoI/AAAAAAAAAbk/OOjvpjoztUI/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa93XQ8duoI/AAAAAAAAAbk/OOjvpjoztUI/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309593727262374530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-7477485199274863008?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/7477485199274863008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/lower-limb-orthosis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7477485199274863008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7477485199274863008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/lower-limb-orthosis.html' title='lower limb orthosis'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Sa922J1f5fI/AAAAAAAAAbc/lIUvxewHt-8/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-9053397484267130095</id><published>2009-03-03T21:40:00.001-08:00</published><updated>2009-03-03T21:40:50.147-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Common Problems</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Weight bearing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An individual with a lower extremity amputation must bear his or her full body weight on soft tissues that are not designed for that function. Therefore, the socket must be designed to distribute these forces over as large a surface area as possible and as evenly as possible over pressure-tolerant areas. For a transtibial limb, the following areas are important :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pressure-tolerant areas&lt;br /&gt;          o Patellar tendon&lt;br /&gt;          o Pretibial muscles&lt;br /&gt;          o Posterior aspect of the residual limb over the upper portion of the gastroc-soleus muscles&lt;br /&gt;          o Lateral shaft of fibula&lt;br /&gt;          o Medial tibial flare &lt;br /&gt;    * Pressure-sensitive (relief) areas&lt;br /&gt;          o Tibial crest, tubercle, and condyles&lt;br /&gt;          o Fibular head&lt;br /&gt;          o Distal tibia and fibula&lt;br /&gt;          o Hamstring tendons &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The same considerations must be taken into account for a transfemoral limb. Weight bearing is concentrated in the medial aspect of the ischium and the ischial ramus. The ischial tuberosity is contained inside the socket, providing a bony lock between the ischium and the greater trochanter. The femoral shaft will distribute some force, and relief is provided to bony prominences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sources of pain in the residual limb that are difficult to manage may include the following:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bony osteophytes or spurs from trauma or from periosteum that was incorrectly stripped during surgery&lt;br /&gt;    * A hypermobile fibula that is longer than the tibia&lt;br /&gt;    * An unbalanced myodesis for transfemoral amputation, which can cause the femur to extrude through the muscle and skin&lt;br /&gt;    * The failure of a myoplasty or myodesis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is an increased chance that the presence of osteoarthritis in a patient's sound limbs and/ or back will become a factor over time. There are greater stressors on the remaining joints after an amputation, and the patient tries to adapt to this. Poor socket fit or suspension may be another source of pain. The presence of ongoing pain, skin breakdown, a change in the ability to put on and remove the prosthesis, and a change in the number of sock plies indicate that the prosthesis needs to be modified. Erythema normally appears within a few minutes after the prosthesis is removed and should fade quickly. Erythema that is present upon removal of the prosthesis or that does not completely resolve within 20 minutes is particularly worrisome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Contractures&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hip and knee flexion contractures affect prosthetic fitting and function. A knee flexion contracture of 10º or less can be treated conservatively with stretching, ambulation, and ultrasound, if desired. A knee flexion contracture of 25º or more may require hamstring lengthening with posterior knee capsule release or a bent-knee prosthesis. The ability to accommodate a hip flexion contracture depends on residual limb length. A long transfemoral residual limb with a contracture of 15º or more leads to compensatory lumbar lordosis. A short transfemoral limb can accommodate up to 25º of hip flexion contracture with resultant loss of hip extension power. For the patient with a transfemoral amputation, a hip contracture results in knee instability and may require the use of a lockable knee. Knee and hip contractures also decrease cosmesis and efficiency of ambulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Phantom sensation and phantom pain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In addition to the usual postoperative pain, most individuals who have undergone an amputation experience phantom sensation. Phantom sensation is the perceived sense that the amputated limb or part of the amputated limb is still present. Phantom sensation is not painful, and the patient usually needs only to be reassured that this sensation is common and not an indication of a mental disturbance. The phenomenon of telescoping—the sensation that the amputated limb has shrunk (eg, the toes are at the ankle, the foot is at the knee)—can accompany phantom sensation. Telescoping is normal and usually fades without sequelae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phantom pain is the sensation of pain originating in the amputated part. Phantom pain may or may not be dermatomal in nature. Individuals describe a burning, stinging, or cramping pain or report the feeling that the missing body part is "positioned awkwardly or painfully." The pain usually develops in the first month after amputation. It is most likely to appear in individuals who experienced a lot of pain before amputation. Phantom pain is constant and most intense right after the amputation. The pain becomes more intermittent over time before ultimately resolving, although some patients still experience phantom pain years after the amputation. Patients who have undergone amputation commonly report intermittent phantom pain symptoms, but these individuals are able to ignore the pain and require no medication for treatment. Phantom pain usually is worse at night, after the extremity has been in a dependent position, and can be exacerbated by anxiety and stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unlike postsurgical pain, which responds well to opioid medications, such as acetaminophen plus oxycodone (Percocet) and acetaminophen plus hydrocodone (Lortab), phantom pain is best treated with low doses of tricyclic antidepressants (ie, nortriptyline or amitriptyline, 10-25 mgPO qhs) that can improve sleep. Phantom pain may respond well to medications such as carbamazepine (Tegretol), amitriptyline (Elavil), pregabalin (Lyrica), and gabapentin (Neurontin; titrate to at least 300 mg tid; serum gabapentin levels can be monitored); these stabilize the nerve's ability to depolarize and can decrease dysesthetic symptoms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transcutaneous electrical nerve stimulation, topical anesthetics (ie, capsaicin cream), and anxiolytics may be useful against phantom limb pain. Decreasing residual limb edema is helpful, and the use of prostheses has been found to result in fewer reports of phantom limb pain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Theories exist as to why patients experience phantom limb pain and phantom sensation. For example, it may be that the remaining nerves continue to generate impulses spontaneously or as a result of irritation. A second theory is that the spinal cord nerves begin excessive spontaneous firing in the absence of expected sensory input from the limb. Still another theory is that altered signal transmission and modulation occur within the somatosensory cortex.  Other possible causes include abnormal sympathetic function and psychological factors. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Choke syndrome&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the proximal part of the socket fits too snugly on the residual limb, venous outflow can be obstructed. When this is problem is combined with an empty space more distally in the socket, swelling can occur until that empty space is filled. In an acute choke situation, the skin is red and indurated and may have an orange-peel appearance, with prominent skin pores. If the constriction is not resolved, then chronic skin changes can occur with hemosiderin deposits (verrucose hyperplasia), and venous stasis ulcers can develop (see image below and Image 16 ). Choke syndrome and verrucose hyperplasia are treated by restoring total contact and eliminating the void between residual limb and socket. This is achieved by relieving a tight proximal constriction, adding distal padding inside the socket, improving suspension to eliminate pistoning or a loss of suspension that may be creating the void, using compression on the residual limb when the patient is out of the prosthesis, or constructing a new socket.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SalG9aRbeaI/AAAAAAAAAbE/B6sXVeCGjOI/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SalG9aRbeaI/AAAAAAAAAbE/B6sXVeCGjOI/s400/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307851656671230370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Verrucose hyperplasia that has developed after choke syndrome. Choke syndrome develops when a tight proximal socket impairs venous return and a lack of total contact occurs between the residual limb and the prosthetic socket. Acutely, significant edema leads to weeping and blistering skin. As the choke becomes chronic, the tissues become thickened and indurated. Hemosiderin deposition causes hyperpigmentation of the skin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dermatologic problems&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Common skin management issues include the development of contact dermatitis or sebaceous cysts, excessive sweating, and scar management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Contact dermatitis frequently appears as a macular, papular, erythematous rash that is often pruritic. The liner, socks, and suspension mechanism are the usual culprits for contact dermatitis. The socket is a less likely cause. Treatment consists of identification and removal of the offending item and symptomatic treatment with topical diphenhydramine (Benadryl) or cortisone creams.&lt;br /&gt;    * Cysts and sweating can be signs of excessive shear forces and components that are improperly fitted. Sweating can also result from the loss of surface area (following amputation and the covering of the skin surface area with a prosthesis) needed for thermoregulation.&lt;br /&gt;    * Skin maceration is caused by excess moisture next to the skin. Treatment may include frequently changing prosthetic socks, applying cornstarch or talc power to the limb, and using specially formulated antiperspirants.&lt;br /&gt;    * Tinea infections are caused by excessive moisture, with or without poor hygiene.&lt;br /&gt;    * Folliculitis is an infection of the hair follicles. It is caused by poor hygiene, sweating, and poor socket fit. Treatment includes use of antiseptic cleaner and topical ointments. Socket modification may be required to avoid high-pressure areas.&lt;br /&gt;    * An epidermoid cyst is a sebaceous gland that is plugged with keratin. Treatment includes the use of topical or oral antibiotics, as well as incision and drainage or excision.&lt;br /&gt;    * Scar management is focused on massaging and lubricating the scar to obtain a well-healed result without the appearance of "dog ears" or adhesions. Skin adherence may result from scar tissue. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energy Consumption in Lower Extremity Prostheses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The increased energy requirements of prosthetic ambulation can limit the use of a prosthesis. An individual who has a lower extremity amputation and requires a walker or crutches to ambulate (with or without a prosthesis) uses 65% more energy than does someone with a normal gait. Energy consumption (percentage above normal, according to amputation level) for ambulation with a prosthesis is as follows 15, 16 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Below-knee, unilateral amputation - 10-20%&lt;br /&gt;    * Below-knee, bilateral amputation - 20-40%&lt;br /&gt;    * Above-knee, unilateral amputation - 60-70%&lt;br /&gt;    * Above-knee, bilateral amputation - &gt;200% &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BKA actually requires less energy consumption than does ambulation with crutches. However, ambulating with an AKA requires more energy than ambulating with crutches does, which makes the cardiopulmonary status of the patient more significant.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-9053397484267130095?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/9053397484267130095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/common-problems.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/9053397484267130095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/9053397484267130095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/common-problems.html' title='Common Problems'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SalG9aRbeaI/AAAAAAAAAbE/B6sXVeCGjOI/s72-c/8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-5611178985519300727</id><published>2009-03-03T05:36:00.001-08:00</published><updated>2009-03-03T05:36:57.937-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Proses dan Waktu untuk pemotongan dan prosthesis Fitting</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahap pra-pemotongan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling rendah adalah ekstremitas amputations dilakukan sebagai akibat dari penyakit dan, untuk beberapa taraf, preplanned. Ini memungkinkan tim rehabilitasi untuk bertemu dengan pasien sebelum operasi. Tim biasanya terdiri dari physiatrist (seorang dokter yang berspesialisasi dalam obat dan rehabilitasi fisik), sebuah pekerjaan dokter, dokter yang fisik, yang prosthetist, seorang psikolog atau pekerja sosial, dan pada saat yang tepat, kasus manager. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pasien dengan amputations melaporkan bahwa ada pertemuan dengan tim rehabilitasi telah menjadi suatu komponen penting dan bermanfaat dalam membuat keputusan yang tepat dan disesuaikan dengan kehidupan sebagai amputee. Selama ini, penilaian dari pasien postoperative kebutuhan dan keinginan dapat diatasi, dan berbagai-of-motion (ROM) dan memperkuat latihan dapat dilakukan, seperti pelatihan untuk aktivitas hidup sehari-hari (ADL). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosthesis yang terkait dengan implikasi dari pemotongan tingkat harus ditujukan karena sisa anggota tubuh yang lebih panjang tidak selalu terbaik yang memenuhi kebutuhan pasien berhubung dgn bagian badan buatan. J tulang kering yang lebih panjang dari dua pertiga dari sisa panjang batas pilihan berhubung dgn bagian badan buatan komponen dan tidak dapat berfungsi sebagai pasien untuk lebih aktif. Misalnya, pasien dengan gaya hidup aktif, transtibial yang lebih panjang accommodating untuk olahraga dari tingkat Syme panjang adalah, karena yang tersedia pilihan berhubung dgn bagian badan buatan komponen. Cosmesis juga dapat dipengaruhi oleh penyimpangan yang sangat panjang. Dalam kasus singkat sisa dahan, penolong penskorsan mungkin diperlukan bantuan yang besar sekali atau sulit untuk menyembunyikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peer mendukung kunjungan yang sukses oleh amputee serupa dengan tingkat pemotongan ada manfaat yang besar bagi yang baru amputee. Potensial amputees sering merasa pengurangan kegelisahan dan ketakutan setelah berbicara dengan amputee lain. Banyak rekan amputee Konselor dengan senang hati akan menjawab pertanyaan dan memberikan dukungan pasien yang potensial. &lt;br /&gt;Psikologi harus terlibat pada tahap ini, jika mungkin (yakni prosedur elektif) atau segera postoperatively. Penyesuaian dan duka reaksi yang umum untuk amputees baru. Para pasien Mei berjuang dengan diri-gambar dan kosmetik keprihatinan awal, serta waktu, dalam pemulihan berhubung dgn bagian badan buatan proses. J sederhana dan terorganisir psikologis kerangka diusulkan oleh Van Dorsten delineates proses dengan baik. 4 Tahapan alamat hidup, pemulihan dan reintegrasi. Amputee yang akan ada banyak pertanyaan dan kekhawatiran selama setiap tahap. Seperti disebutkan, dukungan rekan kunjungan lain berhasil amputee dapat sangat bermanfaat bagi yang baru amputee. Pada awalnya, tim rehabilitasi harus menyarankan pilihan ini kepada pasien atau mengingatkan dia bahwa sudah tersedia, tetapi sangat penting untuk memungkinkan pasien untuk menunjukkan apakah ia sudah siap untuk mendukung rekan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi kunjungan psikologis akan tergantung pada berbagai faktor, seperti premorbid coping keterampilan, dukungan keluarga, intensitas sakit, dan obat-komplikasi bedah. Pasien yang perlu untuk diikuti seluruh kebebangan postamputation segera, berhubung dgn bagian badan buatan pelatihan, dan fungsional reintegrasi kembali ke dalam sosial rutin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;limb penyelamatan pemotongan versus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kasus, pasien mungkin memiliki pilihan membuat keputusan mengenai suatu elektif pemotongan. Ini jelas adalah sulit untuk membuat keputusan. Trauma, infeksi, dan dysvascularity adalah indikasi utama untuk pemotongan elektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma sering melibatkan nonhealing fractures atau vascular, thermal (membakar atau dingin yang berhubungan dengan), atau syaraf cedera. Semua dapat menyebabkan keadaan yg panjang yang kurang dari satu prosthesis fungsional. J sayap harus kembali hanya jika memiliki cukup sensasi untuk gablek perlindungan indrawi tanggapan. Pemotongan ditunjukkan jika vascular cedera tidak dapat kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasien yang memiliki infeksi, sebuah alat pemenggal kepala (buka) pemotongan dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Dahan yang diperbolehkan untuk emigrasi dan kemudian direvisi untuk pemotongan yang tertutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prosedur operasi&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama pemotongan operasi, beberapa tindakan yang dapat diambil untuk memaksimalkan fungsi sisa sayap. Ini meliputi: &lt;br /&gt;Penyusutan tulang dan beveling yang akhir untuk membolehkan memadai cakupan jaringan lunak &lt;br /&gt;Tajam transecting saraf yang di bawah tekanan untuk membolehkan penarikan dan untuk mengurangi kemungkinan formasi neuroma &lt;br /&gt;Mengamankan pada otot dengan myodesis atau myoplasty untuk membuat stabil secara struktural dan fungsional sayap &lt;br /&gt;Posisi yang ujung-ujungnya untuk menghindari luka bertulang prominences jauh terpencil di ujung dahan sisa &lt;br /&gt;Mempertahankan bertulang tuas lengan selama mungkin meliputi tetapi cukup dengan otot dan jaringan lunak untuk menghindari masalah nantinya pas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip di atas berlaku untuk transtibial dan transfemoral prosedur. 1, 2 Sebaliknya untuk transtibial amputations, di mana panjang posterior flap adalah bekerja, transfemoral prosedur fishmouth memanfaatkan sebuah teknik yang sama anterior dan posterior flaps digunakan untuk mencegah terjadinya penutupan dan perpecahan ketebalan kulit grafts. Ada perjanjian umum dalam sastra bahwa kematian lebih rendah daripada berikut transtibial amputations setelah transfemoral amputations, karena ada prosedur transtibial penyembuhan tingkat tinggi. Transtibial hasil pemotongan juga lebih baik di jaringan dan memberikan kelangsungan hidup yang lebih baik berat permukaan tanah. Selain itu, berikut ini prosedur, ambulation memerlukan lebih sedikit energi pengeluaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; sementara prosthesis dapat dipasang di operasi sehingga pasien dapat memvisualisasikan sebuah sayap di tempat. Hal ini disebut segera postoperative prosthesis (IPOP). Penggunaan IPOPs tidak praktek yang luas, namun ada beberapa kelompok-kelompok kecil melihat ke daerah ini lagi. IPOPs biasanya dipasang di sehat, pasien muda dengan melukai amputations, dalam hal ini rehabilitasi integrally bekerja dengan dokter spesialis dan pembedahan tulang prosthetists untuk berhasil hasil . Hal ini salah satu pilihan bahwa ahli bedah dan harus setuju pada physiatrist bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Postsurgical fase akut &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utama dalam tahap ini masalah yang cukup penyembuhan luka, sakit manajemen, administrasi lembut dan kaku dressings untuk membentuk cabang, dan fisik dan pekerjaan tertentu untuk melatih pasien untuk melakukan ADL dan ROM dan latihan untuk meningkatkan kekuatan dan mobilitas. 5, 6 pencegahan contractures adalah penting karena mempengaruhi pas dan fungsi prosthesis. Selama ini, sebuah program untuk menyiapkan sisa dahan untuk prosthesis harus dimulai. J kulit desensitization program ini terdiri dari sebagai berikut: &lt;br /&gt;Gentle penyadapan dan pijat (dengan lap mandi) pada bagian distal sisa dahan &lt;br /&gt;Scar mobilisasi dan pijat untuk mencegah formasi dari scar berlebihan menyebabkan lembut dan sel-sel kulit untuk mematuhi yang tulang &lt;br /&gt;Busung kontrol awalnya dengan ace wraps dan, bila subsides drainase, dengan sisa dahan (stump) shrinker &lt;br /&gt;Penerapan tekanan pada aspek distal sisa dahan ke dahan untuk menyiapkan berat penerimaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaku, removable dressing (lihat gambar di bawah ini dan Gambar 1) dapat digunakan selama sisa sayap selama tahap ini. Kaku kuah yang melayani fungsi-fungsi sebagai berikut: &lt;br /&gt;Bantuan busung kontrol dan mengarah ke cepat sisa sayap kesusutan &lt;br /&gt;Mempromosikan penyembuhan dengan memberikan perlindungan dan mencegah busung &lt;br /&gt;Desensitizes di sayap &lt;br /&gt;Mencegah sisa sayap trauma &lt;br /&gt;Mengurangi rasa sakit luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaetrMLR1cI/AAAAAAAAAZU/rlqywS8xDqo/s1600-h/305143-317358-497tn.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaetrMLR1cI/AAAAAAAAAZU/rlqywS8xDqo/s400/305143-317358-497tn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307401643393930690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang kaku, removable cast kuah yang melindungi dan membantu membentuk sisa dahan berikut pemotongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prostetik fitting dan Testing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila baris jahitan telah sembuh sama sekali, pas untuk dapat mulai prosthesis. Prosthesis Setiap individu harus dipasang kepada pasien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prostheses persiapan yang baik atau definitif. Prosthesis adalah persiapan yang dipasang sementara sisa sayap masih remolding. Hal ini memungkinkan pasien untuk memulai program rehabilitasi, yang meliputi kegiatan berikut: &lt;br /&gt;Pelatihan di donning dan penghapusan yang prosthesis &lt;br /&gt;Transfer pelatihan &lt;br /&gt;Gedung memakai toleransi &lt;br /&gt;Pencapaian dari saldo &lt;br /&gt;Ambulation dengan prosthesis beberapa minggu sebelum akhir sisa sayap volume stabilisasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan yang sering persiapan prosthesis hasil yang lebih baik sesuai yang terakhir prosthesis karena persiapan socket dapat digunakan untuk cetakan yang sisa cabang yang diinginkan ke dalam bentuk dan volume stabil. Karena bahan dari mana mereka dibangun, persiapan prostheses paling mudah dimodifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, sebuah persiapan prosthesis tidak layak karena pertimbangan keuangan. Dalam hal ini, pasien hanya dapat dipasang untuk definitif (final) prosthesis. Yang pasti berhubung dgn bagian badan buatan socket yang paling sering dari desain yg berlapis-lapis dan memberikan daya tahan. Jika pasien sedang dipasang untuk definitif prosthesis tanpa memiliki persiapan prosthesis, seharusnya ada keterlambatan pas untuk soket hingga sisa dahan adalah sepenuhnya sampai dewasa atau umum volume stabilisasi dari sisa dahan terjadi (yang dalam beberapa kasus dapat memakan waktu beberapa bulan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minor modifikasi samping kosmetik, paling prostheses dapat diharapkan terakhir sekurang-kurangnya 3-5 tahun dengan standar sehari-hari. Soket yang mungkin harus lebih sering diganti karena perubahan volume atau berat, tapi komponen lain harus reusable. Anak-anak mungkin perlu lebih banyak sering modifikasi atau penyesuaian karena tumbuh. 7 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J pasien harus memenuhi persyaratan sebagai berikut minimal harus fungsional berhasil dengan rendah ekstremitas prosthesis: &lt;br /&gt;Cukup trunk kontrol &lt;br /&gt;Baik atas kekuatan tubuh &lt;br /&gt;Cukup knee stabilitas dan kontrol &lt;br /&gt;Keseimbangan statis dan dinamis &lt;br /&gt;Memadai sikap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dasar ini merupakan persyaratan terpenuhi, stabilitas, kemudahan pergerakan, efisiensi energi, dan tampilan yang alami kiprah adalah tujuan yang akan dicapai dengan pelatihan dan berhubung dgn bagian badan buatan digunakan. 8 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan tingkat fungsional untuk Medicare pasien pengaruh komponen yang digunakan. Di Pusat Medicare dan Medicaid Services (CMS) telah diidentifikasi sebagai berikut khusus tingkat berhubung dgn bagian badan buatan fungsi (K-level) dan ini akan membutuhkan yang tercantum pada sertifikat atau berhubung dgn bagian badan buatan resep medis ketika menentukan kebutuhan untuk memenuhi persyaratan tertentu berhubung dgn bagian badan buatan: &lt;br /&gt;tingkat 0 - pasien yang tidak memiliki kemampuan atau potensi kemampuan untuk ambulate atau mentransfer aman dengan atau tanpa bantuan, dan prosthesis tidak meningkatkan kualitas hidup atau mobilitas. &lt;br /&gt;level 1 - pasien yang memiliki kemampuan atau potensi kemampuan menggunakan prosthesis untuk transfer atau ambulating pada permukaan pada tingkat yang tetap cadence. Ini adalah khas yang terbatas dan tidak terbatas rumah tangga ambulator. &lt;br /&gt;tingkat 2 - pasien yang memiliki kemampuan atau potensi dan kemampuan untuk ambulate cukup untuk melintasi hambatan lingkungan, seperti curbs, tangga, atau tidak rata permukaan. Ini adalah khas dari masyarakat ambulator terbatas. &lt;br /&gt;tingkat 3 - pasien yang memiliki kemampuan atau potensi kemampuan untuk ambulate dengan variabel cadence. Ini adalah khas masyarakat ambulator yang memiliki kemampuan untuk menyeberang kebanyakan lingkungan hambatan dan mungkin ada kejuruan, perawatan, atau melakukan kegiatan yang berhubung dgn bagian badan buatan menggunakan permintaan melebihi daya sederhana. &lt;br /&gt;tingkat 4 - The pasien mampu atau berpotensi mampu berhubung dgn bagian badan buatan ambulation yang melebihi kemampuan dasar ambulating pameran yang tinggi dan dampak, stres, atau tingkat energi. Ini adalah khas dari berhubung dgn bagian badan buatan kebutuhan anak, orang dewasa yang aktif, atau atlet.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-5611178985519300727?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/5611178985519300727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/proses-dan-waktu-untuk-pemotongan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5611178985519300727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5611178985519300727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/proses-dan-waktu-untuk-pemotongan-dan.html' title='Proses dan Waktu untuk pemotongan dan prosthesis Fitting'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaetrMLR1cI/AAAAAAAAAZU/rlqywS8xDqo/s72-c/305143-317358-497tn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-6588908638984499677</id><published>2009-03-03T05:31:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T05:33:35.330-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Lower Extremity Amputees</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaewSJ3LycI/AAAAAAAAAZk/e3EroZuJPcw/s1600-h/1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaewSJ3LycI/AAAAAAAAAZk/e3EroZuJPcw/s400/1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307404511810931138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Berhubung dgn bagian badan buatan kiprah Pelatihan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For Lower Extremity Amputees &lt;br /&gt; Sebuah pendekatan sistematis untuk berhubung dgn bagian badan buatan kiprah pelatihan yang meliputi berbagai metode untuk mengajar amputees ke weightshift, berhubung dgn bagian badan buatan mempertahankan kontrol dan memanfaatkan panggul &amp; batang selama berjalan dengan benar. &lt;br /&gt;Amputee program penguatan &lt;br /&gt;Kiprah pelatihan pra-latihan &lt;br /&gt;Weightbearing keseimbangan dan latihan &lt;br /&gt;Kiprah pelatihan protokol &lt;br /&gt;Panggul dan trunk latihan &lt;br /&gt;Dpt melawan kiprah pelatihan &lt;br /&gt;Lanjutan keseimbangan dan pelatihan keterampilan agility&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Keseimbangan, Agility, dan Koordinasi Endurance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaewledgD2I/AAAAAAAAAZs/nvZ2J8-V8a8/s1600-h/2.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 163px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaewledgD2I/AAAAAAAAAZs/nvZ2J8-V8a8/s400/2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307404843757866850" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;For Lower Extremity Amputees &lt;br /&gt; J fungsional progresif melaksanakan program yang mengambil amputee melalui pembangunan urutan, mempraktekkan berbagai keterampilan dalam setiap sikap. Juga merupakan lanjutan kegiatan yang dapat dilakukan dengan dan tanpa prosthesis. &lt;br /&gt;Prinsip-prinsip dan pedoman &lt;br /&gt;Short &amp; Long latihan duduk &lt;br /&gt;Berkaki empat latihan &lt;br /&gt;Tinggi kneeling latihan &lt;br /&gt;Latihan berdiri &lt;br /&gt;Cardiovascular ketahanan latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Membentang dan Penguatan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Saew48NMN1I/AAAAAAAAAZ0/-rpASzuJ41o/s1600-h/3.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/Saew48NMN1I/AAAAAAAAAZ0/-rpASzuJ41o/s400/3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307405178160035666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;For Lower Extremity Amputees &lt;br /&gt; Mencantumkan prinsip-prinsip dan pedoman yang melengkapi diri stretching program, dan penguatan program yang progresif, yang meliputi tiga jenis kontraksi otot. Latihan dan dirancang khusus untuk menunjukkan amputees. &lt;br /&gt;Jangkauan dan gerakan stretching &lt;br /&gt;Isometric, Isotonic dan memperkuat Isokinetic &lt;br /&gt;Manual dan aktif penguatan &lt;br /&gt;Ekstremitas atas penguatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Home Latihan Panduan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaexGieXz5I/AAAAAAAAAZ8/eALVlt2KGYQ/s1600-h/4.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 281px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaexGieXz5I/AAAAAAAAAZ8/eALVlt2KGYQ/s400/4.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307405411770945426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For Lower Extremity Amputees &lt;br /&gt; Pasien dengan menyajikan semua informasi yang mereka perlu melakukan lebih dari 100 latihan aman dan independen. &lt;br /&gt;Ini panduan resmi pelengkap terapi fisik, pasien memberdayakan Anda untuk memaksimalkan potensi mereka sebagai berhubung dgn bagian badan buatan wearers. Latihan dimulai dengan dasar dioperasi dan memperkuat stretching, yang mengarah ke tingkat tinggi keseimbangan, agility dan koordinasi kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dengan atau tanpa prosthesis. Pemula sampai lanjutan kiprah pelatihan akan meningkatkan kemampuan berjalan. &lt;br /&gt;Setiap buku dilengkapi dengan Latihan dan Kinerja Charts Harian Berjalan Log. Yang sempurna bagi therapists fisik dan mengirim prosthetists ke rumah mereka dengan pasien.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-6588908638984499677?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/6588908638984499677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/lower-extremity-amputees.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/6588908638984499677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/6588908638984499677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/lower-extremity-amputees.html' title='Lower Extremity Amputees'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SaewSJ3LycI/AAAAAAAAAZk/e3EroZuJPcw/s72-c/1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-7145139197295890999</id><published>2009-03-01T23:29:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T23:34:00.575-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Okupasi Terapi'/><title type='text'>Terapi Okupasi</title><content type='html'>Terapi Okupasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah profesi kesehatan yang merupakan bagian dari rehabilitasi medik, bertujuan membantu individu dengan kelainan dan atau gangguan fisik, mental maupun sosial, dengan penekanan pada aspek sensomotorik dan proses neurologis. Hal itu dicapai dengan cara memanipulasi, memfasilitasi, dan menginhibisi lingkungan, sehingga individu mampu mencapai peningkatan, perbaikan, dan pemeliharaan kualitas hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memberikan pelayanan kepada individu, terapi okupasi memperhatikan aset (kemampuan) dan limitasi (keterbatasan) yang dimiliki anak, dengan memberikan manajemen aktifitas yang purposeful (bertujuan) dan meaningful (bermakna). Dengan demikian diharapkan anak dapat mencapai kemandirian dalam aktifitas produktifitas (sekolah/akademik), kemampuan perawatan diri (self care), dan kemampuan penggunaan waktu luang (leisure) serta bermain sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang memerlukan bantuan terapi seperti diuraikan di atas antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Anak dengan gangguan perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Autism Spectrum Disorder (ASD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Down Syndrome&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Attention Deficit /Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Asperger’s Syndrome&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Kesulitan Belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Keterlambatan wicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Gangguan perkembangan (Cerebal Palsy/CP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      Pervasive Developmental Disorder (PDD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v      dan keterlambatan perkembangan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Okupasi Terapi akan memberikan pelayanan individual yang meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{      Penilaian (Asessment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{      Intervensi individual maupun kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agar anak mampu mencapai kemandirian dalam tugas kehidupan, seorang terapis okupasi akan mengamati dan mengkaji area-area dan komponen yang mencakup :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;›      Biomekanik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;›      Sensori motorik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;›      Perseptual Kognitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;›      Keterampilan Interpersonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Setiap Anak Adalah Unik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengembangkan potensi anak secara maksimum jika mereka mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat. Dengan prinsip inilah maka para terapis di Pusat Terapi Pelangi Lazuardi akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak, sehingga anak-anak dengan gangguan perkembangan dan kesulitan belajar dapat mandiri dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-7145139197295890999?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/7145139197295890999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/terapi-okupasi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7145139197295890999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/7145139197295890999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/terapi-okupasi.html' title='Terapi Okupasi'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-5402787073824255668</id><published>2009-03-01T23:20:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T23:22:59.890-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ortotik Prostetik'/><title type='text'>Pengenalan dan Definisi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prosthesis dan orthosis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;prosthesis&lt;/span&gt; adalah perangkat yang dirancang untuk menggantikan, sebisa mungkin, fungsi atau tampilan yang kehilangan anggota tubuh atau bagian tubuh.  orthosis, kontras, merupakan sebuah perangkat yang dirancang untuk mendukung, bagian tubuh yang mengalami kelayuan atau sifatnya treatment. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik keberhasilan prosthesis&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, sebuah prosthesis harus nyaman dikenakan, mudah mengenakan dan menghapus, berat ringan, tahan lama, dan cosmetically penampilan. Selanjutnya, yang harus prosthesis mekanis berfungsi dengan baik dan hanya memerlukan perawatan yang wajar. Akhirnya, berhubung dgn bagian badan buatan menggunakan sebagian besar tergantung pada motivasi masing-masing, karena tidak ada di atas karakteristik masalah jika pasien tidak akan memakai yang prosthesis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertimbangan ketika memilih prosthesis&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Tingkat pemotongan &lt;br /&gt;Garis dari sisa dahan &lt;br /&gt;Diharapkan fungsi prosthesis &lt;br /&gt;Fungsi kognitif pasien &lt;br /&gt;Panggilan dari pasien - Misalnya, apakah pasien yang bekerja di meja kerja atau pekerjaan &lt;br /&gt;Avocational kepentingan pasien (yakni, hobi) &lt;br /&gt;Kosmetik pentingnya dengan prosthesis &lt;br /&gt;Sumber daya keuangan dari pasien &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alasan rendah ekstremitas pemotongan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling rendah amputations ekstremitas terjadi pada individu lebih dari 60 tahun dan akibat komplikasi penyakit. Komplikasi dari kencing manis dan pinggiran vascular occlusive penyakit adalah penyebab dari pemotongan terkemuka (65%), diikuti, diantaranya yang berhubungan dengan penyebab penyakit, oleh komplikasi dari penyakit thromboembolic dan vasculitis. Trauma yang kedua yang paling umum penyebab ekstremitas pemotongan rendah (25%) dan biasanya terjadi pada anak laki-laki penduduk. Tumors dan bawaan malformations umumnya kurang (5% masing-masing) di bawah ekstremitas hasil pemotongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terminologi dan jenis amputations&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Transphalangeal pemotongan - pemotongan sebagian atau lebih dari 1 kaki &lt;br /&gt;Toe disarticulation pemotongan - Resection melalui metatarsophalangeal bersama atau sendi &lt;br /&gt;Ray pemotongan - Resection dari kaki dan semua atau bagian yang sesuai metatarsal &lt;br /&gt;Transmetatarsal pemotongan - Resection melalui semua metatarsals &lt;br /&gt;Pemotongan ini dirancang untuk memberikan fungsional, berat tanah dengan kaki yang cukup kaki depan tuas lengan agar berjalan normal tanpa cukup besar berhubung dgn bagian badan buatan pemulihan. &lt;br /&gt;Lisfranc pemotongan - Resection melalui metatarsal dan sendi tarsal &lt;br /&gt;Karena insertions dari dorsiflexors dari kaki yang dikorbankan dengan pemotongan ini, untuk menyediakan kaki yang seimbang dan menghindari pengembangan suatu kelainan bentuk equinovarus yang tendons distal dari peroneus brevis dan anterior tibialis harus reattached proximally di sisa kaki ke berbentuk kubus dan ke leher dari lereng, masing-masing. &lt;br /&gt;Bentuk pendek dan panjang dari sisa kaki akan meningkatkan kesulitan yang sesuai dengan sebagian prosthesis kaki yang dapat memberikan penskorsan memadai dan / atau kaki depan tuas untuk ambulation. Berhubung dgn bagian badan buatan berhasil sering memerlukan perbaikan atau berhubung dgn bagian badan buatan orthotic desain yang lebih besar dan meluas ke proximal kaki. &lt;br /&gt;Chopart pemotongan - Resection melalui calcaneocuboid dan sendi talonavicular &lt;br /&gt;Untuk mencegah equinovarus kelainan bentuk, urat daging yang peroneus brevis harus ditransfer ke berbentuk kubus tibialis anterior dan otot kedang harus ditransfer ke leher dari lereng. &lt;br /&gt;Bentuk dan panjang dari sisa sayap sayap membuat lebih sulit untuk sesuai dengan bagian kaki daripada prosthesis akan Lisfranc setelah pemotongan. &lt;br /&gt;Syme pemotongan - Ankle disarticulation dengan atau tanpa pemecatan dari tengah-tengah / malleoli lateral dan distal tibia / tulang betis flares &lt;br /&gt;Keuntungan dari pemotongan ini adalah memberikan sisa sayap dengan akhir permukaan tanah. &lt;br /&gt;Panjang dari sisa sayap membatasi pilihan berhubung dgn bagian badan buatan kaki dibandingkan dengan yang lebih proximal transtibial (di bawah lutut) pemotongan. &lt;br /&gt;Pemotongan ini mengarah ke miskin kosmetik berhubung dgn bagian badan buatan karena hasil dari kebutuhan untuk prosthesis untuk mengakomodasi berumbi distal bentuk sisa anggota tubuh (yang dihasilkan oleh malleoli). Hal ini terutama berlaku untuk pasien tipis. &lt;br /&gt;Hati-hati teknik bedah diperlukan untuk mencegah tumit pad migrasi dari distal akhir sisa sayap. Jika hal ini terjadi, berat-bearing keuntungan dari pemotongan tingkat ini dapat dikompromi. &lt;br /&gt;Transtibial pemotongan - Berikut-dengkul pemotongan (bka); resection melalui tulang kering dan tulang betis &lt;br /&gt;Panjang yang ideal adalah satu dari ketiga proximal ke tengah-tengah sayap. &lt;br /&gt;Knee disarticulation pemotongan - Melalui-the-knee pemotongan; resection melalui lutut bersama &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keuntungan dari pemotongan ini adalah yang dapat memberikan yang luas, akhir-bearing permukaan untuk sisa dahan dan maksimal untuk powering tuas lengan dan pengendalian yang prosthesis &lt;br /&gt;Yang merugikan dari pemotongan ini adalah bahwa hal itu tidak memberikan yang ideal untuk berhubung dgn bagian badan buatan pemulihan panjang, karena batas jumlah ruang yang tersedia untuk bersama komponen lutut di prosthesis. Ini membatasi pilihan berlutut untuk berhubung dgn bagian badan buatan yang dapat digunakan untuk mempertahankan simetri dari lutut bersama-pusat. &lt;br /&gt;Transfemoral pemotongan 1, 2 - Above-knee pemotongan (AKA) &lt;br /&gt;Yang ideal adalah panjang sekitar 8 cm proximal ke lutut bersama, sehingga yg berhubung dgn tulang paha condyles adalah excised ruang yang cukup untuk mengakomodasi lutut pilihan berhubung dgn bagian badan buatan &lt;br /&gt;Hip disarticulation pemotongan - Resection melalui hip joint; panggul utuh &lt;br /&gt;Hemipelvectomy pemotongan - Resection semua atau bagian dari hemipelvis dan lebih rendah dari seluruh ekstremitas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Myoplasty dan myodesis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 pendekatan untuk mengelola otot di sayap selama pemotongan: myodesis dan myoplasty. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan myodesis, pada otot dan fasciae adalah sutured langsung ke distal sisa tulang melalui lubang bor. Tujuan dari teknik ini adalah untuk memberikan struktural stabil sisa dahan, dengan insertions dari sisa otot aman dilampirkan untuk mempertahankan fungsi mereka; ini akhirnya hasil yang lebih baik dalam berhubung dgn bagian badan buatan dan fungsi kontrol. Myodesis tidak selalu dilakukan, karena ketika berusaha oleh bahkan paling mengalami bedah tangan itu sering gagal. Myodesis adalah contraindicated pada pasien dengan penyakit parah pinggiran vascular, karena pasokan darah ke otot dapat dikompromi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Myoplasty membutuhkan jahitan ke dokter bedah yang menentang otot di sisa ke setiap anggota tubuh lainnya dan ke periosteum atau ke distal akhir memotong tulang. Cukup otot stretch harus diberikan untuk mempertahankan kontrol otot aktif dari sisa dahan berikut pemotongan, namun tanpa menghasilkan banyak ketegangan otot bahwa pasokan darah yang dikompromi. Baik dilakukan myoplasty dapat memberikan beberapa distal lunak jaringan padding atas sisa tulang dan mengakibatkan stabil, fungsional sisa sayap. Pada kesempatan beberapa myoplasties tidak akan aman jangkar ke distal sisa cabang, sehingga yg dpt bergerak di jaringan lunak-lemparan , dengan pengembangan bursa antara jaringan lunak dan tulang yang. Beberapa bursa bisa menjadi merupakan gejala dan menyakitkan hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhir-bearing (weight-bearing) amputations &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Amputations yang memberikan akhir-peluru sisa sayap yang berguna untuk berhubung dgn bagian badan buatan pemulihan. Amputations ini secara teoritis mengizinkan weight-bearing memaksa dalam prosthesis yang akan dipusatkan di daerah circumscribed dari sisa dahan, atau secara khusus, maka sisa berat dari sayap-toleran, distal berakhir. Hal ini dapat mempermudah berhubung dgn bagian badan buatan soket pas dan meminimalkan banyak pertimbangan yang tepat berhubung dgn bagian badan buatan komplikasi, sebagian besar terkait dengan sisa sayap soket antarmuka masalah. Karena bentuk dan panjang, akhirnya beberapa limbah sisa-bearing berhubung dgn bagian badan buatan membatasi pilihan yang tersedia untuk berhubung dgn bagian badan buatan pemulihan. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhir-akhir amputations bearing rendah meliputi:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Bagian kaki amputations - ini adalah lebih berat daripada akhir peluru peluru. &lt;br /&gt;Transmetatarsal pemotongan &lt;br /&gt;Lisfranc pemotongan &lt;br /&gt;Chopart pemotongan &lt;br /&gt;Syme pemotongan &lt;br /&gt;Ertl transtibial osteomyoplasty pemotongan prosedur - Sebuah osteoperiosteal tabung joins ujung tulang, yang menjadi tulang yang kuat untuk membentuk, berat-bearing tulang jembatan. &lt;br /&gt;Shrinkers untuk membentuk sayap tidak dianjurkan setelah prosedur ini karena mereka akan memampatkan fusi situs. &lt;br /&gt;Berhubung dgn bagian badan buatan persiapan pas tertunda hingga bertulang jembatan selesai fusion. &lt;br /&gt;Knee disarticulation &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menentukan hasil yang sukses dengan menggunakan berhubung dgn bagian badan buatan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan hasil berhubung dgn bagian badan buatan yang sukses, maka perlu untuk menentukan tujuan dari masing-masing individu amputee. Ini termasuk pasien dari harapan untuk kegiatan fungsional dengan prosthesis. The fisik, serta psychologic atau emosi, status pasien (termasuk pra -yang ada atau membatasi comorbidities) adalah pertimbangan penting. 3 ini dapat meliputi persoalan seperti kekuatan, daya tahan, bersama contracture, dpt berjalan status hemiparesis dari sebelum stroke, dan retinopathy akibat diabetes. Pasien mungkin telah nonambulatory untuk bulan dan karena itu akan deconditioned. J preprosthetic program pelatihan akan meningkatkan kebutuhan atas ekstremitas kekuatan dan daya tahan keseluruhan diperlukan untuk berhubung dgn bagian badan buatan pelatihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pasien mungkin tidak ingin ambulate dengan prosthesis tetapi mungkin bukan ingin menggunakan prosthesis hanya untuk cosmesisandimprovedself-esteem. Idealnya, diskusi ini akan segera preoperatively dan harus melibatkan ahli bedah, yang physiatrist, fisik dokter, yang prosthetist, pasien, dan, bila memungkinkan, seorang rekan konselor (jika pasien terbuka ini). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu memutuskan pasien ingin melanjutkan berhubung dgn bagian badan buatan pemulihan, beberapa faktor yang terkait dengan prosthesis dengan sendirinya akan berdampak pada apakah hasil berhasil. Prosthesis yang harus nyaman dikenakan, mudah mengenakan dan menghapus, berat ringan dan tahan lama, dan cosmetically penampilan. Selain itu, harus prosthesis mekanis berfungsi dengan baik dan memerlukan perawatan cukup rendah. Berhubung dgn bagian badan buatan berhasil intervensi harus dihakimi oleh pasien-hasil spesifik fungsional. J nonambulatory pasien Mei lapor sebuah peningkatan kualitas hidup dengan prosthesis digunakan untuk transfer (perpindahan dari satu posisi atau permukaan lain) yang bertentangan satu sama yang digunakan untuk ambulation. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih komponen berhubung dgn bagian badan buatan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mempertimbangkan faktor-faktor berikut ketika memilih komponen untuk berhubung dgn bagian badan buatan berhasil berhubung dgn bagian badan buatan pemulihan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tingkat pemotongan dahan dan sisa kekuatan &lt;br /&gt;Garis dari sisa dahan &lt;br /&gt;Kesehatan &lt;br /&gt;Status fisik (yaitu, keseimbangan, kekuatan) dan tingkat kebugaran &lt;br /&gt;Ringkasan toleransi dari yang medis comorbidities (yakni, atherosclerotic penyakit jantung, ischemia) &lt;br /&gt;Efek dari pinggiran vascular dan penyakit diabetes nephropathy, tidak stabil yang dapat menyebabkan sisa cabang volume &lt;br /&gt;Diburukkan pengetahuan atau lainnya neurologic defisit (yakni, stroke) &lt;br /&gt;Sensorimotor defisit sekeliling saraf yang disebabkan oleh penyelewengan fungsi &lt;br /&gt;Visual impairments akibat diabetes retinopathy, atau berhubung dgn mata disorders &lt;br /&gt;Diharapkan fungsi dan kebutuhan dari prosthesis &lt;br /&gt;Pasien panggilan (misalnya, meja kerja vs tenaga kerja manual) &lt;br /&gt;Pasien avocational kepentingan (ie, hobi) &lt;br /&gt;Kosmetik yang penting dari prosthesis &lt;br /&gt;Pasien keuangan (yakni, asuransi kesehatan, kompensasi pekerja) &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;EMedicine topik terkait:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://64.233.189.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://emedicine.medscape.com/article/1232102-overview&amp;prev=/search%3Fq%3Dprosthesis%2Bextremity%2Blower%26hl%3Did%26sa%3DX&amp;usg=ALkJrhgWINcePwW-wxBJMjLdlerRjif_4w"&gt;Amputations dari Turunkan ekstremitas &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://64.233.189.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://emedicine.medscape.com/article/1234396-overview&amp;prev=/search%3Fq%3Dprosthesis%2Bextremity%2Blower%26hl%3Did%26sa%3DX&amp;usg=ALkJrhgbkmhM8oh8-6z0Od_M3-6kuSF5hw"&gt;Diabetic Foot&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://64.233.189.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://emedicine.medscape.com/article/460282-overview&amp;prev=/search%3Fq%3Dprosthesis%2Bextremity%2Blower%26hl%3Did%26sa%3DX&amp;usg=ALkJrhhFJ5ZmLLZT2648U0rPwIVnz8ACeQ"&gt;Diabetes Ulcers&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://64.233.189.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://emedicine.medscape.com/article/314838-overview&amp;prev=/search%3Fq%3Dprosthesis%2Bextremity%2Blower%26hl%3Did%26sa%3DX&amp;usg=ALkJrhipnv-7WBSoFRUBKwqr_uZ0R1a6Lw"&gt;Dahan rendah Orthotics&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://64.233.189.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://emedicine.medscape.com/article/314774-overview&amp;prev=/search%3Fq%3Dprosthesis%2Bextremity%2Blower%26hl%3Did%26sa%3DX&amp;usg=ALkJrhhxslgq7skuAQrmvTAVZG0jzs5WjA"&gt;upper limb Orthotics&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://64.233.189.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://emedicine.medscape.com/article/317234-overview&amp;prev=/search%3Fq%3Dprosthesis%2Bextremity%2Blower%26hl%3Did%26sa%3DX&amp;usg=ALkJrhjulNd75bGNkInjlYb_nV4piiqsVw"&gt;upper limb Prosthetics&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5435091300282184859-5402787073824255668?l=gspotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gspotcom.blogspot.com/feeds/5402787073824255668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/pengenalan-dan-definisi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5402787073824255668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5435091300282184859/posts/default/5402787073824255668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gspotcom.blogspot.com/2009/03/pengenalan-dan-definisi.html' title='Pengenalan dan Definisi'/><author><name>andreas48</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11767015058708706630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_hx-zYpSSkBM/SWMMHCIFncI/AAAAAAAAALY/r-f3h_TvG-4/S220/imagesg.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5435091300282184859.post-3543772705236689270</id><published>2009-03-01T23:17:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T23:19:48.872-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisioterapi'/><title type='text'>Keseimbangan dan koordinasi (bagian 2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;By :Setiawan, M Physio &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-      Menganut prinsip motor learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-      Latihan ketrampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Discrete skill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Continuous skill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Serial skill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Closed skill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Open skill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Motor learning:&lt;/span&gt; suatu rangkaian proses latihan atau pengalaman yang membawa ke arah perubahan kemampuan dalam melakukan aktivitas yang trampil yang sifatnya relatif permanen.baca selengkapnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l     &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada 2 fase motor learning:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Acquisition&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Retention&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ada yang membagi menjadi 3 fase, yaitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Fase kognitif (what to do)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Fase asosiasi (how to do)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Fase otonom (otomatis) (how to succeed)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Tahap pre-latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Pembangkit stimulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Atensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Memory&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Hal-hal yang penting selama latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Guidance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Latihan itu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Feedback&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Mental practice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Do the task&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Manakah yang efektif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Latihan sistem blok atau random&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Latihan bagian atau keseluruhan aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Feedback immediate atau summary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Latihan aktivitas tunggal atau aktivitas sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip-prinsip latihan koordinasi dan keseimbangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Terapi harus terfokus pada identifikasi gangguan atau kelainan secara akurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Problem oriented assessment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Practice missing component&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Tindakan-tindakan pemeriksaan bisa dikembangkan sebagai tindakan terapi pula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Khusus untuk latihan keseimbangan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Prinsip biomekanika dan distribusi berat tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Re- edukasi pola postural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Hindarkan gerakan-gerakan yang tak perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Hindarkan gerakan-gerakan kompensasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Kembangkan counter activity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Kembangkan reaksi postural otomatis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Perturbasi (displacing force)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Permukaan yang mobile (gymnastic ball, equilibrium board, standing tilt board, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dipertimbangkan keselamatan dan level kontrol pasien&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Latihan ditingkatkan (progresifitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Variasi kecepatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Variasi postur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Variasi kompleksitas aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Variasi atensi dan konsentrasi/variasi tingkat gangguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Organisasi sistem sensorik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Pasien tergantung pd mata à dilatih dg mata terbuka – mata tertutup – suasana gelap – berkacamata dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Pasien tergantung pd input sensorik à dilatih pd berbagai permukaan (keras – lunak – kasar – halus – karpet – lantai – naik – turun, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Latihan bisa bersifat pengulangan, progresifitas, modifikasi, kompensasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Latihan koordinasi dan keseimbangan terkadang juga mirip dengan latihan peningkatan stabilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Mempertahankan posisi melawan gravitasi dalam posisis menumpu berat badan mrpk latihan stabilitas trunk yang baik untuk menunjang koordinasi dan keseimbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Tengkurap bertumpu pd siku, posisi merangkak, bridging, duduk, kneeling, berdiri, posisi pesawat terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l      Latihan –latihan yang bisa dikembangkan: placing and holding, alternating isometrics, rhytmic stabilisation, slow reversal hold&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.go
